Kunci Menghadapi MEA

Pelatihan Preceptorship Tenaga Kesehatan


Selasa, 19 April 2016 - 03:20:00 WIB
Pelatihan Preceptorship Tenaga Kesehatan Direktur RSUD Anafiah Batusangkar dr. Afrizal Hasan foto bersama dengan Kepala SMK Kesehatan Genus Bukittinggi Defi Endri beserta peserta lainnya dalam kegiatan Pelatihan Preceptorship. Pelathan ini bertajuk “”Ethic and Skill Tenaga Kesehatan Merupakan Kunci Menghadapi MEA”.

BATUSANGKAR, HALUAN —  Pe­lati­han Preceptorship yang bert­ema­kan “Ethic and Skill Tenaga Kesehatan Merupakan Kunci Menghadapi MEA” yang dilaksanakan dari dari tanggal 15 s/d 16 April di  Islamic Centre Kantor Bupati Tanah Datar mendapat tang­gapan positif dari  Direktur RSUD Anafiah Batusangkar dan sejumlah Ketua Yayasan dan Ketua Perguruan Tinggi Kesehatan, termasuk Kepala SMK Kesehatan Genus Bukittinggi Defi Endri.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 orang dosen, ketua prodi, guru SMK Genus dan perawat dilingkungan rumah sakit Hanafiah, Batusangkar.

Direktur RSUD Anafiah Batu­sangkar dr. Afrizal Hasan ketika menutup kegiatan ini, Sabtu (16/4)  mengatakan,  pelatihan ini bertujuan menyamakan persepsi antara CLA (pembimbing rumah sakit) dengan pembimbing mahasiswa dan siswa yang akan melaksanakan magang di Rumah Sakit, khususnya di RS. Anafiah. “Selama ini banyak terjadi mis ko­mu­nikasi antara pengawas dan pem­bimbing praktek di rumah sakit dengan mahasiswa/siswa yang prakerin di lapangan. kita tidak ingin mahasiswa/siswa disuruh untuk memfotocopy, membelikan snack saja atau ketika mahasiswa bertanya, CLAnya men­jawab besok diajarkan,”ujarnya.

Dikatakannya, kalau sudah ada persamaan persepsi maka mahasiswa/siswa yang magang di rumah sakit sudah jelas dan mengerti tugas dan tanggungjawabnya masing-masing. “Pada waktu saya menjadi dokter umum di RSUD Anafiah, saya ber­mimpi kalau nanti saya menjadi direktur maka harus ada perubahan. Tuhan mengabulkan mimpi saya, maka setelah diangkat pada 26 Maret 2015 lalu, saya harus mengadakan perubahan. Pertama yang dilakukan adalah meningkatkan kebersihan di rumah sakit, peningkatan sumber daya manusia terutama perawat dan bidan,” imbuhnya.

Selanjutnya, membuat aturan bah­wa perawat dan bidan harus memakai Kep. Khusus untuk di ruangan anak. Baju perawat dan bidan tidak putih, sebab kalau putih ada pengaruhnya kepada psikologis anak.

Begitu pula bagi mahasiswa/siswa yang magang harus disiplin, dan pihak institusi pendidikan baik di SMK maupun di perguruan tinggi harus benar-benar melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan anak didiknya magang di RSUD. “Untuk itu, jika ada keluhan dari mahasiswa/siswa magang, kita evaluasi terus, termasuk juga keluhan dari masyarakat pengguna RSUD Anafiah Batu­sang­kar.” tambahnya.

dr. Afrizal Hasan berharap ke depan hubungan antara RSUD Ana­fiah Batusangkar dengan Institusi pendidikan kesehatan lebih mesra dan lebih harmonis lagi. (h/ril)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]