Penegakan Hukum Didukung Warga

Razia Melanggar Aturan Ditantang


Selasa, 19 April 2016 - 03:20:26 WIB

DHARMASRAYA, HALUAN — Razia yang dilakukan oleh Sat­lantas Polres Sijunjung yang melanggar aturan, sangat di­tan­tang oleh masyarakat pengguna jalan. Namun razia penegakkan hukum mendapat dukungan ma­sya­rakat. Razia yang melanggar aturan yang ditantang oleh masya­rakat pengguna jalan, seperti melanggar protap dan mem­per­jual belikan Undang-undang.

“Apabila razia benar-benar menegakkan hukum kami men­dukung saja, tapi kalau razia negosiasi pelanggaran dan sampai merusak kendaraan orang lain, itu yang kami tentang,”ungkap Indro, warga Sungai Rumbai, kepada Haluan, Senin kemaren.

Menurutnya, kalau razia yang dilakukan oleh Satlantas Si­jun­jung benar benar untuk me­negak­kan hukum dan mempersempit ruang gerak pelaku pencurian kendaraan bermotor, tentu semua masyarakat akan mendukung razia tersebut, tetapi kenyataan di lapangan tidak demikian bahkan membuat resah pengguna jalan.

Namun ia menyayangkan, razia yang dilakukan oleh Sat­lan­tas Sijunjung, diduga melanggar aturan seperti di tikungan atau tidak jauh dari tikungan yang membuat terganggunya ken­ya­ma­nan pengendara.”Kalau sudah sampai macet dekat tikungan kan berbahaya terhadap kecelakaan, seperti di Takuang perbatasan Dharmasraya,”imbuhnya.

Apalagi katanya, dengan ber­dalih dengan kesalahan tidak pakai sabuk, sampai sampai oknum anggota Satlantas Polres Sijunjung merusak kendaraan masyarakat.”Saya pernah kunci mobil saya ditarik sampai patah, apakah itu perlakukan seorang penegak hukum dan apakah itu pantas dilakukan oleh seorang abdi negara,”kata Indro kesal.

Salah seorang pengangkut kerajinan rotan dari Dharmasraya juga mengaku kepada Haluan, ia membawa rotan harus menunggu orang razia selesai, karena ia pernah dimintai uang sebesar Rp 300 ribu, setelah negosiasi baru­lah ia membayar Rp 30 ribu. Sementara keuntungannya tidak sebesar itu.

Belum lagi banyak pengakuan buruk yang sudah diterima oleh masyarakat Dharmasraya ketika melintas di wilayah hukum Polres Sijunjung, yang membuat peng­guna jalan tidak nyaman lagi.

Begitu pula baru baru ini perlakukan kasar dank ta kata kasar juga di terima oleh salah seorang wartawan Dhar­mas­ra­ya. ”Wartawan saja berani ok­num Polisi mengeluarkan kata kata kasar, apalagi masyarakat bia­sa,”kata salah seorang wartawan kepada Haluan.

Kasat Lantas Polres Sijunjung, AKP.Alkadri, yang ditanya war­ta­wan lewat telpon selulernya mengatakn, bahwa razia tersebut sifatnya bergerak atau mobail, dan bersifat preemtif.

Namun kenyataan dilapangan tidak demikian, razia sebelum ini dari pagi sampai sore hari dan bersifat penindakan. (h/mdi)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]