Musrenbang Provinsi 2016

2017, Sumbar Fokus Program Kemasyarakatan


Selasa, 19 April 2016 - 03:34:57 WIB
2017, Sumbar Fokus Program Kemasyarakatan

Pemprov Sumbar pada tahun 2017 fokus membiayai program kemasyarakatan. Tidak ada lagi SKPD yang membuat program pelatihan, studi banding, apalagi perjalanan dinas.

PADANG, HALUAN —Pada 2017, Pemprov Sumbar mem­­fokuskan anggaran dae­rah untuk membiayai pro­gram yang bersentuhan lang­sung dengan masyarakat. Ka­re­na itu Satuan Kerja Perang­kat Daerah (SKPD) di lingku­ngan provinsi diinstruksikan me­nyusun rencana kegiatan prioritas, serta tak membuat pro­gram yang kurang realistis.

 “Tahun depan, tidak ada lagi SKPD yang membuat program pelatihan, studi ban­ding, apalagi perjalanan dinas. Ini yang kami pangkas dan te­kankan benar. Ini sesuai arahan Bappenas,” ujar Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di sela-sela Musyawarah Perencanaan Pem­bangunan (Musrenbang) Pro­vinsi Sumbar 2016 di Padang, Senin (18/4).

Menurutnya, pembiayaan harus mengikuti program prio­ritas (money follow priority pro­gram), tidak lagi mengikuti tugas dan fungsi. Pada 2017, Pemprov Sumbar memiliki 9 gerakan prioritas. Di antaranya, pemba­ngunan infrastruktur pendukung transportasi, pengembangan pari­wisata, peningkatan sektor per­tanian untuk mendukung ter­wujudnya ketahanan pangan dan sektor kemaritiman.

“Dengan arah kebijakan itu, maka anggaran belanja tidak bisa lagi dibagi rata untuk seluruh SKPD, melainkan diperbesar pada SKPD yang secara teknis memiliki program prioritas,” jelasnya.

Selama ini, semua SKPD dapat anggaran hampir merata. Pada 2017, tidak demikian lagi. SKPD seperti Dinas Pariwisata, Dinas Prasarana Jalan Tata Ru­ang dan Permukiman, Dinas Penggelolaan Sumber Daya Air, Dinas Perhubungan, Badan Keta­hanan Pangan, bisa dapat kucuran lebih besar atau didahulukan sesuai prioritas. Sedangkan yang lain, mungkin menyusut.

Menyikapi arahan Bappenas terkait penyelarasan program kabupaten/kota dengan provinsi dan pusat, sebagian besar daerah dinilai telah mengikutinya. Hal itu dibuktikan sejumlah kabu­paten/kota telah menyusun dan menyerahkan program peren­canaan pengembangan pariwisata ke pemerintah provinsi.

“Sebagian sudah punya pro­gram perencanaan, seperti Kota Padang, Pariaman, Sawahlunto, Solok, dan Bukittinggi. Se­dang­kan daerah yang lain masih kami tunggu. Untuk itu, pada 28 April ini, kami akan mengundang seluruh kepala daerah secara bergiliran. Dari sana akan terli­hat keseriusan masing-masing daerah,” terang Nasrul.

Sebelumnya, Deputi Kepen­du­dukan dan Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pem­bangunan Nasional, Rahma Ir­yanti menyebut, arah pemba­ngunan Pemprov Sumbar harus berorientasi untuk rakyat, serta diselaraskan dan menjabarkan program prioritas secara na­sional.

“Program yang tidak jelas dan tidak ada manfaatnya bagi rakyat, harus dipangkas,” ungkapnya.

Rahma Iryanti memaparkan, sesuai arah pembangunan na­sional, anggaran pendidikan di daerah harus dipertahankan 20 persen, kesehatan 10 persen. Permasalahan yang perlu dise­lesaikan yakni pemerataan guru dan tenaga kesehatan. Selan­jutnya untuk kedaulatan pangan, pemerintah daerah harus mem­berikan dukungan pembangunan sektor pertanian dan perikanan, seperti cetak sawah baru, per­baikan irigasi, pemberian benih untuk petani dan nelayan.

“Untuk kemaritiman dan kelautan, salah satu fokusnya yakni pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur sebagai pintu ger­bang antar pulau dan ekspor impor dan tol laut,” tuturnya.

Rahma menambahkan, pem­ba­ngunan infrastruktur menjadi prioritas utama yang harus ter­integrasi antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, karena ter­wujudnya infrastrukstur yang handal akan memancing investor dan menguatkan sektor ril.

Sedangkan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemen­dagri RI, Mayjen Sudarmo me­ngatakan, s Pemprov Sumbar harus menyelaraskan isu stra­tegisnya dengan isu strategis pembangunan nasional.

Diantara isu strategis pemba­ngunan nasional adalah konek­tivitas wilayah, kedaulatan pa­ngan, kemandirian energi, pena­nga­nan masalah kehutanan, ke­ma­ri­timan dan wilayah perbatasan.

Kepala Bapedda Sumbar, Afriadi Lauddin mengatakan Mus­renbang itu mengangkat tema “Memacu pembangunan infra­struktur dan sektor unggalan, guna mendorong pertumbuhan ekono­mi, menurunkan angka kemis­kinan dan pengangguran”. (h/vie)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]