Pedagang Pasar Kaget Tolak Direlokasi


Rabu, 20 April 2016 - 02:24:34 WIB
Pedagang Pasar Kaget Tolak Direlokasi Pedagang pasar kaget berdemo di pagar belakang Kantor Wali Kota Pekanbaru menolak direlokasi, Senin lalu.

PEKANBARU, HALUAN — Pasca digusur beberapa waktu lalu, Senin (18/4) puluhan pedagang Pasar Kaget Rumbai Bukit mendatangi kantor Walikota dan gedung DPRD Kota Pekanbaru untuk menyampaikan aspirasi terkait rencana Pemko Pekanbaru merelokasi mereka ke pasar resmi.

Menurut pedagang pa­sar kaget, kehadiran mereka menjadi pedagang masih bisa dibina bukan justru dibinasakan.

“Kami bisa dibina, ja­ngan malah dibinasakan pak Walikota,” teriak Koor­dinator Lapangan Pedagang Pasar Kaget, Heri dalam orasinya.

Menurutnya, peng­gusu­ran terhadap para pedagang pasar kaget sangat tidak manusiawi dan terkesan arogan, pasalnya pedagang hanya berjualan satu kali dalam seminggu dan tidak ada mengganggu fasilitas umum.

Bahkan disebutkan, ke­ha­diran pasar kaget dinilai sangat membantu masya­rakat setempat. Karena pa­sar yang disiapkan pem­erintah jauh dari pemu­kiman masyarakat, mirisnya dalam aksi penggusuran yang dilakukan pedagang pendemo menyebut pihak kecamatan menggunakan jasa preman.

“Kami tidak meng­gang­gu ketertiban, pasar yang disediakan pihak kecamatan jauh dari kata layak,” te­gasnya.

Aksi demonstrasi dari puluhan pedagang pasar kaget tersebut sempat ru­suh, meski tak saling baku hantam dengan petugas yang berjaga. Pasalnya keha­diran pedagang tak ditemui Walikota Pekanbaru H Fir­daus, tak pelak aksi saling tahan dan dorongpun terjadi mengakibatkan pagar ger­bang pintu masuk kantor Walikota ringsek, bahkan roda pagar besi yang digem­bok menjadi patah.

Puas melampiaskan emo­si, pedagang mem­bu­bar­kan diri setelah sebelum­nya menolak Kadis Pasar Mahyudin untuk menemui para pedagang Pasar Kaget.

Sepanjang jalan teriakan menyebut akan datang ber­demo dengan masssa lebih besar terus terdengar hingga satu persatu mereka me­ning­galkan kator walikota.

Kepala Dinas Pasar, Mah­yudin menyebut, solusi yang ditawarkan kepada para pedagang adalah memindahkan aktivitas ke pasar yang telah disediakan.

Pedagang

Menurutnya, jika peda­gang kompak mau pindah, konsumen atau pembeli dipastikan akan berda­ta­ngan ke lokasi pasar yang disediakan.

“Kalau masih ada juga yang jualan di pasar kaget, ya nggak bisa, kalau mau ayo kompak pindah ke pasar yang resmi,” sebutnya sing­kat.

Mahyudin juga menepis anggapan dari masyarakat yang menyebut penertiban yang dilakukan terkesan tebang pilih, menurut Ka­dispas penertiban yang dila­ku­kan akan menyeluruh. Karena keberadaan peda­gang pasar kaget tidak me­miliki izin resmi dari instansi yang mengeluarkannya.

Ditanya terkait isu ada­nya kutipan senilai Rp200 ribu, agar bisa berjualan di pasar kaget Rumbai, Mah­yudin membantah dan me­nagatkan itu tidak benar.

“Tidak ada kutian biaya masuk Rp200 ribu, yang ada hanya bayar uang untuk tenda Rp100 ribu dan itu juga hanya satu kali saja, ketika pedagang mau ber­jualan untuk membeli perlengkapannya,” kilah Mahyudin.

Datangi Dewan

Pedagang Pasar kaget juga menyampaikan aspirasi ke DPRD Balai Payung­sekaki.”Kami minta anggota Dewan membantu kami. Jangan biarkan kami diusir seenaknya. Kami hanya cari sesuap nasi,” teriak pe­da­gang sambil dikawal satuan anggota Polresta Pekan­baru, saat orasi di halaman kantor DPRD.

10 menit lamanya bero­rasi, pedagang pasar kaget Rumbai ini, akhirnya dite­mui Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sondia Warman. Pedagang bersorak saat Son­dia menghampiri me­reka, di halaman depan gedung DPRD.

“Ini lah anggota Dewan yang peduli sama kami. Kami mau berdialog di sini (di luar gedung DPRD) saja,” kata koordinator pe­da­gang, Hasan Basri.

Dalam demo itu, pe­dagang ini mengajukan tun­tutan yang langsung disam­paikan ke anggota DPRD. Di antaranya pedagang pa­sar kaget hanya berjualan 1 kali seminggu dan tidak menganggu fasilitas umum.

“Tolong sampaikan ke­pada Pak Walikota, bantu kami. Dukung kami,” teriak Hasan Basri. Pedagang lain­nya, Amirudin meminta agar Pemko Pekanbaru me­la­lui DPRD. Sebab pemin­dahan pedagang pasar kaget ke pasar Rumbai, terlalu jauh.

Kepada pedagang, Wa­kil Ketua DPRD Pekanbaru Sondia Warman menye­but­kan, akan menyampaikan semua keluhan pedagang pasar kaget ini ke peme­rintah.

Sebab, pemerintah dini­lainya punya alasan untuk memindahkannya. Namun yang jelas, dewan akan beru­saha memediasi persoalan ini ke pemerintah, sehingga tidak ada pihak yang diru­gikan.

“Kita ini negara hukum, tentunya harus tunduk dan taat kepada aturan yang ada. Makanya, nanti harus sesuai dengan aturan, terutama mengenai Perda Ketertiban Umum Kota Pekanbaru,” terangnya.

Setelah berdialog sekitar 15 menit, pedagang berso­rak dan berterima kasih kepada anggota dewan. Se­te­lah itu mereka mem­bubar­kan diri. Demo berlangsung kondusif.

Carikan Solusi

Mendapat pengaduan  langsung dari para pe­da­gang pasar kaget Palas yang digusur. Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Darnil sangat menya­yang­kan sekali sikap Pemko yang melakukan penggusuran semena-mena.

“Seharusnya mereka pang­­gil dulu, lakukan so­sialisasi dan pendekatan, berikan solusi lantas baru di gusur. Ini soal hajat hidup orang banyak,” kata Darnil ketika dikonfirmasi dikan­tornya, kemarin.?

Darnil mengaku dalam Perda keberadaan pasar kaget berada di Palas me­mang dilarang,  seharusnya penggusuran bukan dila­kukan secara paksa, lakukan dengan cara yang elegan yang baik karena ini me­nyangkut kepentingan  masya­rakat. “Kita minta Pemko segera mencarikan solusi yang pantas untuk para Pedagang ini,” desak Darnil.  (h/hr)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 14 Juni 2020 - 21:14:27 WIB

    Objek Wisata Pohon Seribu Dibuka Kembali, Pedagang Sudah Bisa Sumringah

    Objek Wisata Pohon Seribu Dibuka Kembali, Pedagang Sudah Bisa Sumringah HARIANHALUAN.COM - Pedagang dan penyedia jasa di kawasan objek wisata Pohon Seribu, Pantai Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mengaku lega karena penjualan mereka mulai meningkat usai dibuk.
  • Senin, 18 April 2016 - 02:55:53 WIB

    Relokasi Pedagang Rujak Tanpa Biaya

    BATAM CENTRE , HALUAN — Walikota Batam H Muhammad Rudi membantah relokasi 36 pedagang rujak dipungut biaya Rp40 juta. Ia menegaskan relokasi peda­gang rujak tanpa biaya sepeser pun..
  • Selasa, 12 April 2016 - 02:51:11 WIB

    Gedung LAM dan Dharma Wanita Enggan Fasilitasi Pedagang CFD

    PEKANBARU, HALUAN—Dua dari tiga opsi lokasi yang direncanakan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menata para pedagang yang berjualan di area Car Free Day tampaknya batal direalisasikan..
  • Senin, 15 Februari 2016 - 02:11:51 WIB

    Pedagang Pasar Baru Ricuh

    LINGGA, HALUAN — Baru satu hari beroperasi, pe­dagang di pasar baru Da­bosingkep nyaris ricuh antar sesama pedagang. Hal ini dipicu karena masih ada pedagang yang berjualan di luar lokasi pasar. Sementara menurut pedagang.
  • Jumat, 08 Januari 2016 - 02:47:14 WIB

    Pedagang BBM Eceran Enggan Turunkan Harga

    TELUK KUANTAN, HALUAN — Meskipun pemerin­tah telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) termasuk premium dan solar. Namun pedagang eceran khusus menjual BBM Premium atau bensin masih enggan menurunkan harga..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]