Kemenristekdikti Sediakan 2.700 Beasiswa untuk Dosen


Rabu, 20 April 2016 - 02:33:45 WIB

SURABAYA, HALUAN — Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemen­ristekdikti) menyediakan 2.700 beasiswa untuk dosen di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Dalam pertemuan de­ngan para akademisi di Ge­dung Pascasarjana Uni­ver­sitas Negeri Surabaya (Une­sa), Selasa (19/4), Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya IPTEK dan Pen­didi­kan Tinggi Kemenristek­dikti Prof Ali Ghufron Mukti mengatakan pe­me­rint­ah meningkatkan kuota beasiswa untuk dosen dari tahun ke tahun.

“Tahun lalu, kuota bea­siswa untuk dosen hanya 400 dosen, tapi kini menjadi 2.700 dosen. Kuota bea­siswa untuk 2.700 dosen itu dibagi menjadi dua, yakni 2.300 untuk beasiswa studi di kampus dalam negeri dan 400 untuk kuota studi di luar negeri agar para dosen dapat meningkatkan kuali­tasnya,” katanya.

Meskipun jumlah itu terbilang masih sedikit di­ban­dingkan dengan jumlah dosen se-Indonesia yang mencapai 250 ribu, namun peningkatan kuota hampir 500 persen itu terbilang sangat besar.

“Kemenristekdikti sen­diri memang menargetkan peningkatan kualitas dosen guna mengembangkan pen­didikan tinggi di Indonesia, sehingga kami tidak tang­gung-tanggung anggaran yang digelontor mencapai Rp250 miliar,” kata dia.

Menurut Prof Ali, syarat mendapatkan kuota bea­siswa Kemenristekdikti itu adalah bebas, asal dosen tersebut sudah memiliki Nomor Induk Dosen Nasio­nal (NIDN) dan masih beru­sia di bawah 47 tahun.

“Dosen juga harus dari perguruan tinggi yang be­ra­k­reditasi minimal B. Ka­lau akreditasi kampusnya A akan menjadi nilai sendiri, kemudian kampusnya juga harus terbebas dari konflik antar-pengurus yayasan ma­u­pun mahasiswa,” tuturnya.

Syarat lainnya, ia me­nam­bahkan yaitu perguruan tinggi yang dituju untuk studi juga mau menerima dosen tersebut, karena me­mang masing-masing per­guruan tinggi yang dituju memiliki standar ujian sen­diri bagi calon mahasiswanya.

“Seperti tes potensi aka­demik, TOEFL maupun jurnal yang sudah ter­a­kre­ditasi,” katanya.

Selain beasiswa dosen, ia menegaskan bahwa tahun ini menjadi tahun istimewa bagi seluruh akademisi ma­u­pun ahli yang mau terjun di dunia pendidikan tinggi.

“Pensiunan dosen, pro­fesor, pejabat maupun ahli bidang tertentu bisa me­nga­b­di di dunia kampus dengan cara mengurus NIDK (no­mor induk dosen khusus),” katanya.

Caranya, mereka bisa mendaftar ke lembaga yang sedang membutuhkan, lalu mendaftar kembali ke Ke­men­ristekdikti lewat online.

“Tidak berbeda jauh dengan dosen tetap, nanti dosen khusus tersebut akan mendapatkan kualitas yang setara dengan dosen tetap,” tandasnya. (h/rol)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]