RAT Kopanbapel Macet, Kadiskop 'Diamankan'


Rabu, 20 April 2016 - 02:38:37 WIB

PADANG, HALUAN — Lanjutan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Angkutan Barang Pelabuhan (Kopan­ba­pel) Teluk Bayur di Hotel Bumi Minang, Padang, Selasa (19/4), diwarnai perdebatan. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Padang, Yunisman, bahkan menjadi tumpuan kemarahan, cacian, dan fitnah oleh sekelompok anggota yang hendak memaksakan kehendak. Yunisman kemudian diamankan petugas.

“Saya tak akan berpaling dari aturan dan pe­rundang-undangan yang berlaku. Siapa pun yang terpilih jadi pengurus, itu urusan RAT asal pro­sesnya sesuai undang-undang,” tegas Yunis­man.

RAT yang dibuka oleh Kepala Kesyah­ban­daran Otoritas Pelabuhan Teluk Bayur Pieter H.B. Fina, juga dihadiri Ketua DPW Asosiasi Logistik Forwarding Indonesia (ALFI) Sumbar H. M. Tauhid, awalnya berjalan aman meski sedikit ada perdebatan.

Di awal RAT, M. Tauhid telah mengingatkan agar semua anggota dapat mengendalikan diri un­tuk memeroleh keputusan terbaik demi ke­majuan Kopanbapel. Pengurus yang akan dipilih harus dari anggota, sesuai dengan AD/ART dan Undang-undang tentang perkope­ra­sian.

Harapan Tauhid itu dipertegas lagi oleh Yunisman dan Pieter H.B Fina, dengan harapan pertanggungjawaban pengurus lama  yang diketuai oleh Syafrizal, Sekretaris, Barliusin, Bendahara Kasmir, dapat diterima. Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan pengurus baru, periode 2016-2020.

Panitia dan peserta rapat sepakat. Sidang dipandu oleh Harry Prautama didampingi Asnam dari Dinas Koperasi dan UMKM Padang. Harry menawarkan sistem pemilihan yang akan dipakai, yakni sistem pemilihan langsung. Lalu disepakati pemilihan langsung. Sementara Pieter H.B. Fina telah meninggalkan ruang sidang, hanya Yunisman yang tinggal sebagai pembina.

Sambil mengutip AD/ART Kopanbapel, Harry me­nyampaikan, kriteria calon pengurus dan badan pe­ngawas yang akan dipilih, antara lain, anggota Ko­panbapel, telah menjadi anggota minimal dua ta­hun. Saat itu, muncul interupsi dari Zaimun­dan­-ton dan Yarlis Goa. Keduanya mengusulkan  agar  bukan aggota Kopanbapel juga bisa menca­lonkan diri. Kapan perlu dilakukan pemilihan suara karena RAT meru­pakan kekuasaan tertinggi di koperasi.

Harry kembali menjelaskan pemahaman RAT kekuasaan tertinggi, dan menegaskan bahwa bukan anggota tidak bisa dicalonkan, sesuai dengan AD/ART dan UU No. 25 Tahun 1992 tentang koperasi.

Mendengar penjelasan Harry, kelompok Yarlis Goa kembali bereaksi dengan bermacam tudingan, bahkan ada yang menghina. Yarlis dan Zaimun­danton bergantian memegang pengeras suara untuk menyampaikan argumentasinya. Harry tak tahan, lalu turun meninggalkan sidang.

Peserta RAT kembali minta penjelasan kepada Kadiskop dan UMKM Padang Yunis­man. Kemu­dian ditegaskan kembali bahwa bukan anggota tak bisa dicalonkan  untuk menduduki pengurus. Dalam pasal 29 UU No. 25 Tahun 1992 tentang koperasi, pada butir pertama dijelaskan, pengurus dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam RAT.

Kemudian, pengurus lama yang dianggap “gugur” oleh kelompok Yarlis Goa, masih bisa dicalonkan kembali. “Pengurus kan sudah dibubar­kan. Mereka masih anggota. Maka, boleh saja dicalonkan. Mereka punya hak memilih dan dipilih,” jelas Yunisman.

Mendengar penjelasan itu, satu per satu anggota yang protes  bergerak mengerubungi Yunisman, sementara pengeras suara tetap dipegang Yarlis Goa bergantian dengan Zaimun­danton. Di antara anggota, ada yang mencak-mencak, mencaci-maki, menghardik dan seorang diketahui bernama Kartoni, menghina Yunis­man. Suasana tak lagi kondusif. Yunisman terdesak, lalu petugas keamanan dan pengurus lama segera bertindak, lalu mengamankan Yunisman ke luar ruang rapat.

Hingga pukul 15.20 WIB, Yunisman dan beberapa stafnya meninggalkan hotel dan menga­bar­kan persoalan ini kepada rekannya KSOP Piter H.B. Fina. “Bagaimana keputu­sannya, nanti kami diskusikan dengan Pak Pieter,” kata Yunisman.

Sekadar informasi, Kopanbapel dibentuk Januari 1992 ini beranggotakan 60 orang, menge­rahkan 70 armada truk mengalami pasang surut. Kini anggotanya mencapai 354 orang, nilai asset Rp4,39 miliar dan SHU tahun buku 2015 Rp1,2 miliar.Ko­panbapel Teluk Bayur sa­tu-satunya koperasi di Indo­nesia yang mengandel ang­kutan barang pelabuhan di Indonesia dua kali meraih meraih predikat “Koperasi Berprestasi tingkat Nasional” tahun 2009, dan tahun  2013. (h/rb)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]