UMKM Sumbar Masih Sulit Tembus Pasar Nasional


Rabu, 20 April 2016 - 02:39:06 WIB
UMKM Sumbar Masih Sulit Tembus Pasar Nasional

PADANG, HALUAN — Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sumbar masih kesulitan menembus pasar nasional. Untuk itu, pelaku usaha harus bisa mengambil kesempatan untuk memasarkan produk.

Tak hanya membuat ke­masan dan rasa produk, pelaku usaha harus be­rino­vasi dan memiliki krea­tivitas dalam merencanakan pe­masaran, sehingga produk yang dihasilkan dapat terjual dan terus mengalami per­kembangan di pasaran.

Persoalan ini mencuat dalam diskusi Peningkatan Tata Kelola BUMD, UM­KM Sumbar bersama Ang­gota Komite Ekonomi In­dustri Nasional (KEIN) di Auditorium Gubernuran, Selasa (19/4). Narasumber yang hadir terdiri dari para pengusaha sukses diber­bagai bidang bisnis, yakni Sudhamek (Chairman Ga­ru­daFood Group), Donny Oskaria (CEO 12 Peru­sahaan di bawah Chairul Tanjung Group (CT Group), Benny Soetrisno (Ko­misaris Garuda Indo­nesia sekaligus Presiden Direktur PT Apac Inti Coor­­poration), Muhamad Fajrin Rasyid (Managing Director Bukalapak.com), dan Ipang Wahid (Pakar Industri Kreatif dan pe­milik 45 Frame).

Gubernur Sumbar, Ir­wan Prayitno mengatakan, berdasarkan data statistik, kondisi pengusaha di Sum­bar  saat ini adalah 84 per­sen usaha mikro, 14 persen usaha kecil, 0,8 persen usa­ha menengah, dan usaha di atas itu dapat dihitung de­ngan jari.

“Sebetulnya para pengu­saha dapat naik level dari usaha mikro ke kecil, lanjut ke menengah, dan naik pa­ling atas. Namun, terdapat kendala dari pola pikir dan pengalaman pengusaha. Un­tuk itu, perlu masukan dan best practise dari para nara­sumber KEIN agar dapat dijadikan contoh dan me­mantapkan pengusaha Sum­bar ke depan,” tutur Irwan.

Ia menyampaikam, Pem­prov Sumbar akan men­­­dorong para pelaku UMKM untuk terus me­ningkatkan kualitas produk dan kemasan. Dengan de­mikian, produk UMKM Sumbar lebih berinovasi, serta pelakunya memiliki kreativitas untuk meng­hasilkan produk yang dilirik konsumen. Selain itu, para pelaku usaha juga bisa me­masarkan produk lewat du­nia digital yang sekarang lebih melejit daripada me­masarkan langsung ke pasaran.

Sementara itu, Sudha­mek mengatakan, UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia karena 57 persen PDB berasal dari UMKM. Menurutnya, se­mua pihak perlu mem­per­hatikan UMKM dan me­ngembangkan usaha mulai dari mikro menjadi usaha menegah ke atas.

Benny Soetrisno me­nyampaikan, persoalan UM­KM adalah sulitnya pela­ku usaha memasarkan produk dan meminjam dana di Bank.

Muhamad Fajrin Rasyid mengatakan, saat ini, dari 800.000 UMKM di Buka­lapak.com, hanya 5.000 berasal dari Sumbar. Dari 2 triliun transaksi di situ itu, di Sumbar hanya terlibat sebanyak 2 Miliar. Ini me­nun­jukan peluang Sumbar dalam memasarkan produk secara daring (online) masih sangat besar, sehingga men­jadi tantangan ke depan untuk melihat dunia maya sebagai pasar penjualan.

Sementara, Donny Os­karia mengatakan, sebagian besar pengusaha di Indo­nesia berasal dari usaha kecil. Untuk di Sumbar, penyebab sulit berkem­bangnya pengusaha di pro­vinsi ini adalah gagal dalam tranformasi diri dari pe­dagang menjadi pengusaha.

“Untuk itu, yang harus dilakukan adalah mesti per­caya bahwa mereka bisa menjadi pengusaha besar, memiliki bentuk untuk men­jadi besar dengan kor­porasi bukan dengan indivi­dual dan mampu mema­hami selera pasar. Jadi, Dinas Koperasi dan UM­KM mesti mengedukasi pebisnis sehingga meng­hasilkan pebisnis berkua­litas dan terampil,” tam­bah Donny Oskaria.

Lain lagi yang dikatakan Ipang Wahid. Ia menye­butkan, permasalahan da­lam ekonomi kreatif di In­do­nesia adalah minimnya SDM, minimnya inovasi, minimnya ilmu perme­re­kan, minimnya jaringan, dan sulitnya permodalan..

Untuk itu, kata Ipang, yang harus dilakukan adalah perubahan pola pikir dari pendidikan anak sehingga anak di usia dini harus dapat diajarkan untuk berbisnis. Untuk dapat meningkatkan kesadaran dalam per­me­rekan dan membuat strategi untuk dapat berbisnis dari usia dini. (h/ows)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]