Wabub Yulfadri Sidak Dinkes


Rabu, 20 April 2016 - 14:41:02 WIB

Arosuka, Haluan — Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin, SH melakukan inspeksi mendadak ( Sidak) ke sejumlah SKPD di lingkup pemerintahan Kab. Solok.  Sidak ini dilakukan guna melihat kinerja terutama disiplin pegawai yang seringkali menjadi sorotan sejak beberapa bulan belakangan.

Seperti yang terjadi pada Senin (18/4) pagi kemaren, Wabup Yulfadri masuk ke gedung dinas kesehatan sekitar pukul 8.30 Wib. Kehadiran wabup praktis membuat  pegawai yang ada di dinas kesehatan kalang kabut. Orang nomor dua di rumah be­rgonjong tersebut di sambut Sekretaris Kesehatan Jumaini, lantaran tidak adanya kepala dinas yang konon melaksanakan dinas luar.

Selain  mengecek absensi kehadiran dan kondisi pegawai setempat, pihaknya se­benar­nya ingin mengetahui sistim pengen­dalian penyakit menular yang dilakukan oleh pegawai Dinas Kesehatan ini. Karena dalam tatakelola sebuah kegiatan ke­pe­merintahan tentunya ada sistim yang mengikat. Namun kehadirannya di Dinkes malah menuai kekecewaan karena banyak­nya  pegawai yang berhalangan sehingga kantor kelihatan lengang.

Karena banyak pihak dinas kesehatan yang absen, Wabup Solok sampai menga­takan itu karena banyak diantara pegawai dinas kesehatan yang beralasan ber­halangan. Kondisi ini membuat Wakil Bupati Solok “Taburansang”, meminta Sekretaris Dinas Kesehatan lebih memperhatikan masalah disiplin pegawai.

Menurutnya, sekaitan dengan pe­nanga­nan wabah DBD dan kemungkinan ber­kem­bangnya virus penyakit lainnya, Yul­fadri mendesak Dinas Kesehatan untuk meningkatkan sinergi dan koordinasi dengan seluruh instansi di daerah itu. Dengan sinergitas yang kuat, terutama pada instansi di jajaran Dinas Kesehatan, tentu­nya akan membangun kesepahaman dalam mengantisipasi setiap masalah yang di­hadapi. Dengan koordinasi, pengelolaan data dan informasi juga akan semakin akurat. “Dinas Kesehatan jangan bekerja sendiri dan jangan seolah-olah mengerti sendiri. Kasus DBD kemaren adalah pelajaran akan lemahnya koordinasi antar jajaran dinas,” tutur Yulfadri.

Pihaknya menambahkan ketika data yang dikelola dengan baik, akan menen­tukan tindakan yang akan dilakukan guna meng­hindari kesalahan fatal. Tanpa akurasi data, ditakutkan kemudian timbul kesan pem­biaran terhadap sistuasi di tiap-tiap daerah yang terjangkit wabah penyakit. Akibatnya ketika timbul pertanyaan ten­tang masalah DBD, misalnya, kepala Dinas cenderung menjawab sekenanya. “ Harus­nya diberika informasi yang logis kepada masyarakat dan kebinjakan apa yang akan dilakukan untuk penanganan,” tutup Yulfadri. (h/ndi)

 

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]