BUMD Harus Ikuti Kebutuhan Zaman


Rabu, 20 April 2016 - 16:34:58 WIB

PADANG, HALUAN — Fo­rum Ekonomi Sumbar (FES) akan merekomen­dasikan kepada Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno untuk mengubah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada saat ini sesuai dengan  tuntutan zaman. Karena sebagai lo­ko­motif perekonomian dae­rah BUMD tidak hanya menyusu ke APBD akan tetapi memberikan Penda­patan Asli Daerah (PAD) kepada Provinsi Sumbar.

Hal itu terungkap saat FES — forum diskusi ber­basis WA—bertemu de­ngan Wakil Ketua Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Arkadius Dt. Intan Bano di ruang khusus I DPRD Sumbar Selasa, (19/4) siang.

“Apa pentingnya ada per­cetakan, SPBU, bengkel yang dikelola pemerintah. Ini tentu akan kalah saing dengan yang dimiliki swasta saat ini. Kita investasi setiap tahunnya se­demikian besar dari APBD tapi impact-nya apa,” ungkap Dony Oskaria anggota FES yang juga anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).

Menurut Dony FES tidak bermaksud untuk me-review BUMD yang ada saat ini, karena pada zaman dimana berdirinya BUMD tersebut tentu telah se­suai dengan kebutuhan saat itu. Namun, seiring perkembangan zaman BUMD yang ada juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan saat ini seperti, BUMD yang bergerak dalam bidang bangunan dan konstruksi, peternakan, perkebunan dan perikanan.

Dony mencontohkan perce­takan yang dikelola oleh PT Grafika Jaya Sumbar. Menu­rutnya, dibandingkan dengan swasta grafika akan jauh ter­tinggal. “Saya diminta untuk memajukan grafika ini dengan dana sekian, saya tidak akan mampu karena akan kalah de­ngan swasta,” paparnya.

Lain lagi dengan Hotel Balai­rung. Dony menilai meski dike­lola oleh master perhotelan juga tidak akan maju-maju. “Karena sudah terbiasa dengan suntikan dana yang diberikan pemerintah. Dibanding dengan swasta tentu akan kalah jauh. Dengan 96 kamar mau apa?,” katanya.

Apabila pemerintah benar komit ingin menjadikan BUMD sebagai lokomotif perekonomian daerah kata Komisaris Garuda Indonesia ini yaitu,  BUMD yang ada saat ini harus diubah sesuai dengan kebutuhan zaman.

“BUMD baik itu BUMD bisa tepat sasaran, menyentuh masya­rakat banyak dan BUMD yang dikelola secara profesional,” ungkap Dony yang juga CEO Trans Studio, Trans Hotel and Resort itu.

Seirama dengan Dony, man­tan Rektor Unand yang juga anggota FES, Musliar Kasim menyebutkan setuju dengan lang­kah untuk metransformasi BUMD yang ada. Ke depan BUMD harus disesuaikan dengan perkembangan zaman dimana bisa mengelola pasar, perke­bunan dan perikanan yang sangat bersar potensinya di Sumbar. “Kalau ini dikembangkan, itu percetakan tutup saja,” ujarnya.

Setali tiga uang dengan Mus­liar Kasim, mahasiswa pasca sar­jana Unand yang juga anggota FES mengatakan, kenapa BUMD di Sumbar tidak bergerak dalam usaha pinang dan gambir. Karena be­berapa daerah di Sum­bar me­miliki potensi pinang dan gambir dengan ratusan miliar per bulannya.

“Itu jika dikelola oleh BUMD dengan menjadikan pi­nang dan gambir ini sebagai bahan ekspor yang bernilai jual tinggi. Masa seperti Balairung yang disuntuk dengan APBD setiap tahunnya tapi tidak juga untung,” terang Marta alumni S1 UNP itu. 

Ditambahkan pakar ekonomi Unand, Syafrudin Karimi yang disebut-sebut sebagai presiden FES bahwa, BUMD harus bisa menjadi pilar ekonomi Sumbar agar perekonomian Sumbar bisa berlari kencang. “Agar bisa ber­lari kencang ini tentu butuh lokomotif dengan tenaga besar. Sehingga diper­lukan reformasi  pengelolaan BUMD agar ke depan ekonomi Sumbar bisa lebih maju,” ung­kapnya.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Arkadius Dt Intan Bano yang menyambut kedatangan FES dan KEIN ini mengatakan, perte­muan ini berwal dari grup WA forum ekonomi Sumbar. Tahap awal ini membahas tentang BUMD yang merupakan agen pembangunan daerah untuk ke­pentingan masyarakat Sumbar.

“Kondisi saat ini BUMD kita belum banyak yang untung. Ini seperti kata Pak Doni bukan kesalahan direksi, akan tetapi kesalahan perencanaan. Tapi kita tentu tidak bisa berpikir seperti itu,” ungkapnya.

Ke depan, FES yang berisi­kan akademisi, praktisi dan legis­latif mencoba untuk memberikan rekomendasi kepada Gubernur bagaimana mengelola BUMD supaya lebih baik. “Untuk lang­kah teknis itu akan kita bicarakan lebih lajut, bagaimana mema­jukan BUMD itu ke depan,” pungkas politisi partai Demokrat itu. (h/ isr)   

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 27 September 2016 - 02:57:20 WIB

    Pembubaran 2 BUMD Terganjal Audit

    PADANG,HALUAN — Beberapa waktu lalu DPRD Sumbar telah menyetujui perusahaan daerah, PT Dinamika Jaya Sumbar dan Andalas Tuah Sakato (ATS) dibubarkan. Namun rencana pembubaran tersebut masih terganjal oleh audit kedua BUMD .
  • Kamis, 28 Juli 2016 - 04:21:06 WIB

    Dua BUMD Ditutup

    Dua BUMD Ditutup PADANG, HALUAN — Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumbar ditutup, masing-masing PT Dinamika Jaya Sumbar (DJS) dan PT Andalas Tuah Sakato (ATS). Sedangkan Bank Nagari, PT Grafika, Jamkrida, dan PT Balairung tetap dipertah.
  • Senin, 16 Mei 2016 - 18:17:11 WIB
    Pakar Ekonomi Bidang Industri dan Perencanaan Pembangunan Wilayah,Prof. Firwan Tan

    Pemprov Diminta Segera Bentuk BUMD untuk Gaet Investor

    PADANG, HALUAN -- Pakar Ekonomi Bidang Industri dan Perencanaan Pembangunan Wilayah, Prof. Firwan Tan, menyarankan, agar Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno berpikir dan bergerak untuk membentuk suatu lembaga atau Badan Us.
  • Kamis, 12 Mei 2016 - 15:05:13 WIB

    Pemprov Belum Bisa Jalankan Rekomendasi Penghapusan Dua BUMD

    PADANG, HALUAN -- Pemprov Sumbar mengaku belum bisa melaksanakan rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sumbar terkait dengan penghapusan dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)..
  • Kamis, 04 Februari 2016 - 04:18:55 WIB
    Jelang Dibubarkan

    Pemprov Data Aset Dua BUMD

    PADANG, HALUAN — Pemprov Sumbar terus melanjutkan proses pembubaran dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tidak lagi produktif. Saat ini Pemprov Sumbar tengah melakukan pendataan aset dan pengumpulan dokumen Perusahaan D.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]