Petani Didorong Tingkatkan Indeks Masa Tanam Padi


Kamis, 21 April 2016 - 02:04:05 WIB

PADANG PARIAMAN, HALUAN —  Ting­ginya harga beras saat ini, membuat Dinas Pertanian Pertenakan dan Kehutanan Padang Pariaman, memacu para petani untuk meningkatkan indeks masa tanam padi.

“Kami terus mendorong petani, untuk meningkatkan indeks masa tanam padi,” ujar kepala Dinas Pertanian Pertenakan dan kehutanan Padang Pariaman, Yurisman Yakup pada Haluan, Rabu (20/4) di Paria­man.

Dorongan tersebut akunya, meng­anjurkan petani yang padinya telah dipanen, untuk segera melakukan pengolahan sawah. “Jangan biarkan  sawah terlalu lama ditinggal setelah panen,” katanya.

Hal ini dilakukan guna untuk me­ningkatkan produksi padi dalam setahun serta untuk kesejahteraan petani itu sendiri. “Biasanya petani kesawah dua kali dalam setahun, bisa ditingkatkan jadi 2,3 ataupun 2,5 kali dalam setahun,” katanya.

Mempercepat jarak tanam setelah panen menurut Yurisman, juga sangat mengun­tungkan petani dalam mengolah lahan sawahnya. Sawah akan lebih mudah diolah, jika dibanding dengan sawah yang terlalu lama ditinggalkan.

Untuk meningkatkan indeks masa tanam ini, Dinas Pertanian juga memfasilitasi alsintan  pada para petani. “Sebanyak, 50 unit hend traktor selalau tersedia dipin­jamkan pada petani yang membutuhkan,” jelas Yurisman Yakup.

Dikatakan, dari tahun ketahun Padang Pariaman selalu surplus beras. Beras beras tersebut berasal dari hamparan sawah seluas 22856 hektare.

Menurut Yurisman, tinggi harga beras juga dipengaruhi oleh masa tanam dan masa panen padi. Saat ini di Padang Pariaman sedang masa tanam. “Kalau masa panen tiba, biasanya harga kembali normal,” terangnya.

Di samping itu peningkatan harga beras juga disebabkan, banyaknya beras-beras asal Padang Pariaman yang dibawa keluar daerah. Seperti, Pekanbaru, Jambi dan daerah tetangga lainya. (h/ded)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 25 Juni 2020 - 16:48:08 WIB

    Hasil Menurun, Anggota DPRD Sumbar Ini Bakar Semangat Petani di Kabupaten Solok

    Hasil Menurun, Anggota DPRD Sumbar Ini Bakar Semangat Petani di Kabupaten Solok HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi V DPRD Propinsi Sumatera Barat Daswippetra Dt Mjj Alam membakar semangat petani di Kabupaten Solok untuk membudidayakan cengkeh, kopi dan manggis dalam upaya menambah pendapatan rumahtanggany.
  • Sabtu, 20 Juni 2020 - 19:18:54 WIB

    Dedi Rahmanto: Sistem Resi Gudang Solusi Bagi Petani Pessel

    Dedi Rahmanto: Sistem Resi Gudang Solusi Bagi Petani Pessel HARIANHALUAN.COM - Ketua Komisi IV DPRD Pesisir Selatan, Dedi Rahmanto Putra mengatakan, mata rantai kehidupan masyarakat Pesisir Selatan mayoritas dari hasil pertanian, maka sudah seharusnya daerah ini mempunyai sistem resi .
  • Senin, 01 Juni 2020 - 12:50:13 WIB

    Harga Cabai di Solok Turun, Petani Mengeluh

    Harga Cabai di Solok Turun, Petani Mengeluh HARIANHALUAN.COM - Petani cabai di Solok terenyuh lantaran harga cabai di tingkat pedagang pengumpul sangat anjlok sekali sejak sebulan terakhir ini. Satu kilogram cabai ini hanya pada kisaran Rp15 ribu sampai Rp18 ribu. Bebe.
  • Jumat, 08 Mei 2020 - 11:26:23 WIB

    Petani Banuhampu Hasilkan Produksi Padi 12 Ton

    Petani Banuhampu Hasilkan Produksi Padi 12 Ton AGAM, HARIANHALUAN.COM -- Bupati Agam, Indra Catri, mengapresiasi produksi padi organik milik Gapoktan Tumbuh Lestari, Tanjuang Alam, Nagari Taluak IV Suku, Kecamatan Banuhampu. Apresiasi ini disampaikan saat mengunjungi laha.
  • Senin, 24 Februari 2020 - 14:55:59 WIB

    DKP3 Sawahlunto Dorong Petani Kakao Terapkan Pola Tumpang Sari

    DKP3 Sawahlunto Dorong Petani  Kakao Terapkan Pola Tumpang Sari SAWAHLUNTO,HARIANHALUAN.COM- Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Sawahlunto dorong petani kakao di Desa Kubang Tangah Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto, untuk menerapkan pola tumpang sari dengan menanam.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]