Kapolri Akui Anggota Densus Tendang Bagian Dada Siyono dengan Lutut


Kamis, 21 April 2016 - 02:15:44 WIB
Kapolri Akui Anggota Densus Tendang Bagian Dada Siyono dengan Lutut Kapolri Badrodin Haiti.

JAKARTA, Haluan — Ke­pala Kepolisian Republik In­donesia Badrodin Haiti me­ngakui bahwa ada anggota Detasemen Khusus 88 An­titeror yang menendang bagian dada terduga teroris Siyono saat dalam penahanan.

Badrodin mengaku bahwa Siyono ditendang dengan me­ng­gunakan lutut oleh anggota De­n­sus 88 saat melakukan pe­nang­kapan pada 10 Maret 2016 lalu.

Fakta tersebut terungkap setelah Badrodin melakukan pengecekan ulang kepada dua anggota Densus 88 yang saat itu terlibat perkelahian dengan Siyono. Ketika itu, Siyono disebut melawan.

“Setelah dikroscek, anggota kami mengakui menendang dengan lutut mengenai dada,” ujar Badrodin dalam rapat de­ngar pendapat dengan Ko­misi III DPR RI, di Kompleks Par­lemen, Jakarta, Rabu (20/4).

Sebelumnya, penyebab ke­matian menurut kepolisian karena ada pendarahan di otak. Sedangkan dari hasil otopsi, karena patahnya tulang rusuk yang mengenai jantung.

Ba­drodin menegaskan, pe­ristiwa kematian terduga te­rosis Siyono berawal dari upaya Si­yono yang mencoba kabur dari kawalan dua anggota Densus.

Siyono melakukan per­lawanan dengan memukul, menendang dan mencoba me­rebut senjata petugas.

“Perkelahian tidak bisa dihindari. Akhirnya Siyono bisa dilumpuhkan. Per­soa­lan­nya begitu dibawa ke RS Bha­yangkara di Yogya, Siyono su­dah meniggal,” ucap Badrodin.

Sebelumnya, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen (Pol) Arthur Tampi men­je­las­kan soal meninggalnya Siyono.

Menurut Arthur, Pus­dok­kes telah melakukan visum terhadap Siyono pada 11 Maret 2016 lalu. Dari hasil visum dite­mukan pendarahan di bela­kang kepala yang me­nyebabkan tewasnya Siyono.

“Penyebab kematian ada­lah terjadi pendarahan di bela­kang kepala akibat benturan benda tumpul,” ujar Arthur di Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/3).

Sementara itu pada hari Senin (11/4), PP Mu­ham­ma­diyah bersama tim forensik dan Komnas HAM men­gumumkan hasil otopsi di Kantor Komnas HAM.

Komisioner Komnas HAM Siane Indriani me­ngatakan kematian Siyono diakibatkan benda tumpul yang diben­turkan ke bagian rongga dada.

“Ada patah tulang iga bagian kiri, ada lima ke bagian dalam. Luka patah sebelah kanan ada satu, ke luar,” ujar Siane.

Menurut Siane, tulang da­da Siyono juga dalam kondisi patah dan ke arah jantung. Luka itu yang menyebabkan ke­matian fatal dan disebut se­bagai titik kematian Siyono. Ia pun mengungkapkan bahwa ada luka di bagian kepala dan disebabkan oleh benturan.

Namun, hal tersebut bukan menjadi penyebab utama ke­matian dan tidak m­enimbulkan pen­darahan yang terlalu hebat. Dari seluruh rangkaian hasil otopsi, lanjut Siane, tidak ter­dapat adanya perlawanan ber­dasarkan luka-luka yang diteliti. “Tidak ada perlawanan dari Siyono. Tidak ada luka de­fensif,” ujarnya. (h/kmp)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]