Peningkatan Dana Pendidikan Tak Sesuai dengan Hasil


Kamis, 21 April 2016 - 02:16:59 WIB

JAKARTA, HALUAN — Ke­pa­la Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bap­pe­nas) Sofyan Djalil menilai, anggaran pen­didi­kan terus meningkat sejak tahun 2008-2012. Pening­katan ini sekitar 20 persen dari anggaran di tahun 2008. Sayangnya peningkatan ini tidak berban­ding lurus de­ngan kualitas pendidikan itu sendiri.

Peningkatan dalam du­nia pendidikan belum mera­ta di seluruh daerah. Lulu­san dari pendidikan ini pun masih belum bisa terserap secara baik oleh dunia in­dus­tri karena minimnya keahlian para terdidik.

“Barangkali saat ini ma­­sa­­­lahnya bukan di ang­garan. Ta­pi bagaimana dana yang ada itu mencapai sasa­ran,” ka­ta Sofyan dalam Mu­sya­wa­rah Pembangunan Nasio­nal (Musrenbangnas) Tahun 2016 di Jakarta, Rabu (20/4).

Selain itu, Sofyan meli­hat saat ini dana pendidikan masih terpusat di perkotaan. Hal tersebut membuat pen­didikan di luar kota atau di pedesaan dan juga di pulau-pulau masih saja tertinggal.

Keberadaan guru yang menumpuk di perkotaan juga masih menjadi masalah. Di perkotaan sudah ada guru yang bisa hanya me­ngajar 12 siswa saja. Mes­kipun peme­rataan guru di perkotaan juga belum se­imbang karena tetap saja ada guru yang harus menga­jar puluhan siswa setiap kelas­nya. Namun, di pedesaan, guru yang lebih sedikit ma­la­han harus mengajar murid yang cukup banyak.

Selain permasalahan dana dan guru yang hanya terfokus di perkotaan, Sof­yan juga melihat bahwa kurikulum di Indonesia terlalu terpusat dan banyak. Di pedesaan misalnya, kuri­kulum pendidikan yang ada sudah tidak boleh disa­ma­kan dengan perkotaan. Se­bab fasilitas dan kebutuhan siswa di pedesaan sudah pasti beda dengan anak-anak yang ada di perkotaan.

Masalah kurikulum juga di­anggap terlalu banyak. Se­hingga hal ini membuat otak siswa sulit fokus untuk me­ningkatkan ilmu yang sesuai dengan keinginginan me-reka. Hasilnya malah ba­nyak siswa menjadikan men­contek adalah hal lum­rah.

“Kita harus berpikir le­bih kreatif dalam menye­lesaikan persoalan bangsa ini menjadi kewajiban ber­sama,” papar Sofyan. (h/ant)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 13 Juni 2019 - 22:01:15 WIB

    Komisi V DPR RI Perjuangkan Peningkatan Anggaran Kementerian PUPR

    Komisi V DPR RI Perjuangkan Peningkatan Anggaran Kementerian PUPR HARIANHALUAN.COM - Komisi V DPR RI akan memperjuangkan peningkatan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020 sesuai kebutuhan, sebesar Rp 137.
  • Kamis, 25 Februari 2016 - 03:12:21 WIB

    Komisi III Dukung Peningkatan Anggaran LPSK

    JAKARTA, HALUAN — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Lem­baga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) lebih proaktif memberikan layanan perlindungan saksi dan korban. Dewan juga konsisten mendukung LPSK sebagai .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]