Melirik Usaha Ikan Cupang Hias

Bermodal Rp130 Ribu, Rendi Raup Rp6 Juta


Kamis, 21 April 2016 - 02:22:23 WIB
Bermodal Rp130 Ribu, Rendi Raup Rp6 Juta

PADANG, HALUAN — Berawal dari keisengannya mengoleksi ikan cupang hias, Rendi Aulia (24) malah meraup untung sekitar Rp 5 hingga Rp6 juta per bulan. Padahal, niat hati hanya pelepas hasrat hati yang hobi mengoleksi ikan cupang hias. Namun, akhirnya malah berhasil membudidayakan dan membuka usaha ternak ikan air tawar ini.

Usaha yang dirintis oleh Rendi di rumahnya di Jalan Parak Gadang Raya No 33, Kelurahan Ganting Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur ini hanya bermodalkan Rp 130 ribu. Uang ini digu­nakan untuk membeli kaca yang disulap menjadi be­bera­pa buah aquarium untuk me­nampung 20 ekor ikan cupang hias dari berbagai jenis dari tangan Pedagang Kaki Lima.

Rendi jelaskan, gagasan membuka usaha ikan cupang hias ini berawal dari pan­tauannya di lapangan. Ia meli­hat, di Padang belum ada pelaku usaha yang berfokus mem­budidayakan dan ber­bisnis ikan cupang. Toko-toko ikan hias hanya menjadikan ikan cupang hias sebagai pe­lengkap saja.

“Awalnya ikan cupang hias ini hanya ada 20 ekor untuk sekadar pengisi hiasan di kamar dan ruang tamu. Na­mun, setelah melihat kondisi di lapangan bahwa belum ada satu pun toko ikan hias yang fokus membudidayakan ikan cupang dan menjualnya seca­ra khusus, akhirnya ada ke­inginan untuk mem­budi­da­yakannya ikan ini secara khu­sus, dan menjadikanya sebagai sebuah peluang usaha,” ke­nang Rendi kepada Haluan, Rabu (20/4). 

Ia menuturkan, untuk mem­bangun usaha ikan cu­pang hias ini bukan perkara yang gampang. Selama seta­hun ia belajar mem­bu­dida­yakan ikan ini walau harus jatuh bangun berkali-kali. Sampai pada akhirnya ribuan aquarium dan ikan cupang hias dari berbagai jenis me­ngisi tokonya saat ini.

“Selama setahun usaha ini di­bangun. Pasalnya, saya bela­jar dari buku panduan dan pe­ngamatan saja. Ikan yang awal­nya 20 ekor ini dijadikan seba­gai percobaan untuk usa­ha ini. Sem­pat beberapa kali ga­gal dan ikan-ikan ini mati. Ke­mu­dian saya coba lagi me­ngem­bangbiakkan ikan ini sam­pai memilih aneka ragam ak­seso­ris yang tepat,” terang­nya.

Mengembang biakkan ikan cupang hias ini, kata Rendi, bukanlah perkara yang gampang karena ikan ini me­mi­liki sifat yang suka berke­lahi jika bertemu ikan cupang lain­nya. Ia sering gagal me­nga­winkan ikan itu.

“Untuk mengawinkan ikan ini awalnya susah. Saya harus mengamatinya berkali-kali dan merelakan salah satu ikan mati karena mereka berkelahi. Jika pun sudah berhasil kawin, untuk me­melihara telur ini perlu keha­ti-hatian juga. Bisa-bisa te­lur­nya gagal menetas,” jabar­nya.  

Setelah melalui masa-masa sulit, akhirnya Rendi bisa mengembangkan usaha ikan cupang hiasnya dan ber­hasil menembus pasar hingga keluar daerah. Selain di Pa­dang, pemesanan juga datang dari beberapa kota lain seperti Payakumbuh, Bukittinggi, Pariaman, Sawahlunto dan Solok. Dalam sebulan, ia bisa menjual sekitar 500-750 Ekor ikan dari berbagai jenis.

“Rata-rata per bulan pesa­nan dari luar daerah bisa mencapai 300-400 ekor. Sele­bih­nya dibeli oleh orang di Kota Padang. Biasanya sebu­lan itu, saya bisa menjual sekitar 500-750 ekor ikan. Mayoritas jenis ikan yang diminta adalah jenis Half­moon,” imbuhnya. (h/ang)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]