Warga Jorong Sarik Protes PTP Nusantara VI Pasbar


Kamis, 21 April 2016 - 02:47:15 WIB
Warga Jorong Sarik  Protes PTP Nusantara VI Pasbar BEGINILAH sawit milik Tata yang tumbang berada di dalam parit akibat berpindahnya aliran sungai Batang Tambau ke dalam galian parit PTP VI Nusantara. (FADLI)

PASAMAN BARAT, HALU­AN — Akibat pekerjaan galian parit pembatas yang tak beres dan tak­ber­tang­gung jawab oleh PT Per­ke­bunan IV (PTP VI) Nusan­tara, Pasaman Barat, Tata, warga Sarik, Kecamatan Luhak Nan Duo  pemilik kebun yang berbatasan lang­sung dengan kebun PTP VI rugi besar.

Pasalnya, puluhan sawit miliknya tumbang, sehingga penghasilan panen sawitnya berkurang. Tumbangnya sa­wit milik Tata di­sebabkan, penggalian parit pembatas kebun milik PTP VI dengan lahan warga dan pengalihan aliran sungai Batang Tam­bau ke Parit pembatas tersebut.

Parit pembatas tak sa­ng­gup menampung debit air sungai, sehingga melimpah dan menggenangi lahan Ta­ta. Tak hanya itu, tebing parit sebelah kebun sawit Tata juga terban, sehingga puluhan batang sawit yang sudah panen juga ikut tum­bang. “Sekarang kebun saya sudah seperti aliran sungai. Sekitar 20 batang sawit saya yang sudah panen tumbang. Tapi pihak PTP VI, hanya cuek dan berjanji manis saja,” katanya kepada Ha­luan kemarin.

Ironisnya, kondisi ter­sebut bukan terjadi satu atau dua bulan terakhir, tetapi sudah 2 tahun yang lalu. Ia mengaku sudah beberapa kali menghadap ke ma­na­jemen PTP VI, mem­per­tanya­kan pertanggung jawa­ban dan solusi kebunnya sawitnya dan pihaknya yang sudah dirugikan.

Tetapi oleh pihak PTP VI, keluhan Tata tersebut hanya ditanggapi dingin. Serta menjanjikan akan se­gera menindaklanjuti, ten­tu­nya setelah hasil dari pihak manajemen.

Hari berganti hari, janji manajemen tersebut ia tung­gu. Hingga sudah beberapa kali di temui kembali, hing­ga sudah dua tahun lamanya, tapi tidak ada juga hasil. Pihak PTP VI, mengelak dengan janji manis yang ternyata berbuah mimpi. “Mereka seolah tidak per­duli dengan apa yang terjadi, dan berkilah bahwa ke­jadian tersebut semata-mata disebabkan oleh bencana alam,”pungkasnya.

Sedangkan kondisi su­ngai Batang Tambau saat ini tidak lagi di aliri oleh air akibat berpindahnya aliran sungai tersebut kedalam parit galian PTP 6, yang pada dasarnya dibuat hanya untuk pembatas antara ke­bun masyarakat dengan ke­bun PT. Namun saat ini galian parit yang dibuat pihak PTP 6 tersebut telah berubah fungsi layaknya sungai. Karena galian ter­sebut sangat berdekatan dengan aliran sungai Batang Tambau”lanjutnya.

Sementara pihak PTP VI yang berusaha ditemui Haluan hendak konfirmasi tak kunjung berhasil. Se­kitar tiga kali ke kantor manajemen PTP VI di Sa­rik, tak kunjung berhasil ditemui, kecuali se­curity­nya. Dalih mereka, yang berwewenang menerima tamu wartawan hanya Hu­mas­nya. Untuk bisa me­ne­mui Manager atau yang lain­nya harus melalui Humas terlebih dahulu. Sementara Humas itu sendiri tidak pernah ditempat. Disisi lain, Humas PTP VI, Irfan beberapa kali dihubungi melalui nomor HPnya 081367756xxx tidak pernah diangkat. (h/fad/dka)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]