Edarkan Narkoba di Lapas

Petugas Terlibat Langsung Dipecat


Kamis, 21 April 2016 - 02:51:38 WIB
Petugas Terlibat Langsung Dipecat Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sumbar Ansyaruddin menyaksikan penandatanganan berita acara pelantikan 18 pejabat struktural eselon III dan IV di lingkungan Kanwil Kememkum HAM Sumbar, Rabu (20/4) di Padang. (AFRIANITA)

PADANG, HALUAN— Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia/Kemenkum HAM Sumatera Barat, Ansaruddin mengatakan tak main-main dalam pemberantasan narkoba di Lapas.

“Petugas Lapas yang terli­bat akan dipecat,” ujar Ansa­ruddin usai acara pe­lantikan 18 pejabat struk­tural eselon III dan IV di lingkungan Kanwil Kemem­kum HAM Sumbar, Rabu (20/4) di Padang.

Dikatakannya, sejauh ini sudah ada satu petugas La­pas yang ditangkap karena ter­libat peredaran narkoba. Ditenggarai masih ada em­pat petugas lainnya yang terlibat, namun belum ter­bukti.

“Untuk  memutus mata rantai jaringannya, maka mereka yang diindikasikan terlibat, kita mutasikan. Jika terbukti nanti, tidak akan ada ampun,” tegasnya lagi.

Dikatakannya, tak hanya untuk warga binaan, bagi petugas Kanwil Kemenkum HAM Sumbar pun dila­kukan razia. Hasilnya, dela­pan orang yang semula diin­dikasikan positif, hasil akhir ternyata negatif.

“Ternyata setelah dite­liti lebih jauh, itu karena penga­ruh obat jadi bukan karena narkotika,” ungkap dia lagi. 

Ditambahkannya, saat ini razia sudah  menjangkau 60 persen dari sekitar 3.500 warga binaan yang ada di Sumbar. Hasilnya 100 warga binaan positif pengguna narkoba.

“Di Lapas Muaro Pa­dang, dari razia yang dila­kukan, 30 orang positif. Razia ini akan terus kita lanjutkan guna memini­malisir penggunaan dan peredaran narkoba di Lapas,” ungkapnya lagi.

Dikatakannya, hampir separuh dari 1.025 warga binaan di Lapas Kelas II A Muaro Padang adalah peng­guna narkoba. Selain razia, juga ada upaya rehabilitasi untuk memberantas nar­koba di Lapas.

“Namun sayangnya re­ha­bilitasi belum men­jang­kau semuanya karena tahun ini saja hanya 40 warga binaan yang mendapatkan bantuan rehabilitasi itu se­mentara sisanya belum,” tuturnya  lagi.

Ditambahkannya, peng­­gu­na narkoba se­benarnya ada­lah korban yang seha­rus­nya direhabilitasi. Ketika mereka di bui, keter­gan­tu­ngan­nya belum sembuh, itulah penye­bab marak nar­koba di Lapas.

Dikatakannya lagi, bagi warga binaan yang positif menggunakan narkotika, maka akan dikenakan sank­­si dengan mencabut haknya untuk mendapat­kan remisi.

Sementara itu ke-18 pejabat structural eselon III dan IV tersebut, Des­ma­niar, Rahmat Huda, Feb­riandi, Yanuardi, Hartonas, Bobby Sectio Wahyudi, Nur­syahid, Faizal Rahman, Dewi Nof­yenti, Mainofri, Ezardy Sam­­soe, Nofiardi, Wel­hel­mus Meli­gun, Sapto Han­doyo, Esau Mesias Louk Fanggi, Misri, Indra Sakti Suhermansyah dan David Elang Antariksa Watti­mena.

Dari 18 orang yang di­lantik tersebut, Ezardy Sam­­soe dipromosikan seba­gai kepala Kantor Imigrasi Dari Kelas II Agam dan Sapto Handoyo kembali bertugas sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha pada Kantor Imig­rasi Kelas I Padang.  (h/ita)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]