Monumen Merpati Perdamaian Disorot


Kamis, 21 April 2016 - 03:08:02 WIB
Monumen Merpati Perdamaian Disorot

PADANG, HALUAN – Keberadaan Monumen Merpati Perdamaian di Muaro Lasak, Padang Padang, Kota Padang yang diresmikan Presiden Jokowi 12 April 2016 lalu digandrungi warga kota. Tak sedikit warga mengabadikan momen pribadi di areal yang diresmikan saat ajang Multilateral Naval Exerchise Komodo (MNEK) 2016. Namun, sebagian warga lainnya, justru per­pan­dangan berbeda, terutama dikait­kan dengan simbol.

Soal beda pandangan ini di­akui Ketua Majelis Tinggi Kera­patan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) Sumatera Barat (Sumbar) Dr. H. Irfianda Abidin. Ia beranggapan, sejak monumen itu diresmikan, penilaian mas­yarakat Sumatera Barat akan perdamaian menjadi terpecah.

“Secara konkrit, ikon origa­mi merpati tidak ada hubungan­nya sama sekali dengan perda­maian dan sedikitpun tidak me­lamb­angkan nilai-nilai islam maupun filosofi Minangkabau. Sehingga terjadi kebingungan ditengah masyarakat akan arti perdamaian tersebut. Akibatnya sekarang ini di tengah terjadi pro-kontra mengenai monument ini,”kata Irfianda kepada Ha­luan, Kemarin (20/4).

Dijelaskannya, monumen ini tidak layak dikatakan ikon perda­maian karena dibuat saat moment pesta maritim saja tanpa mene­laah terlebih dahulu nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Sumbar. Ditambah lagi Merpati adalah simbol yang biasa digu­nakan oleh para misionaris.

Ia berharap alangkah baiknya presiden Joko Widodo, TNI-AL, Pemrov Sumbar, Pemko Padang dan instansi maupun komunitas yang ikut andil dalam pemba­ngunan Monumen Merpati Per­da­maian ini bersikap arif untuk membongkar monumen ini.

Terpisah, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah meyakini TNI AL tidak ada maksud untuk menyinggung salah satu agama ter­tentu atau menggunakan sim­bol agama tertentu. Yang jelas, Mo­numen Merpati Perdamaian yang berada di Padang itu me­lam­bangkan perdamaian untuk dunia, terutama untuk angkatan laut.

“Kenapa dipilih merpati, itu pasti TNI AL tahu alasannya. Namun, satu hal yang harus kita ingat merpati itupun ciptaan Allah. Tanpa memandang digu­nakan oleh agama apapun,” katanya.

Ia menambahkan, Monumen Merpati Perdamaian  dibangun Lantamal II dalam rangka ke­giatan MNEK 2016 (Latihan Bersama Angkatan Laut 36 ne­gara) di Padang mulai 12-16 April 2016. Monumen tersebut tanda persahabatan dan per­damaian ke-36 negara-negara peserta MNEK 2016.

“Lambang merpati di sini tidak ada hubungannya dengan agama tertentu. Diambilnya lam­bang merpati pada tugu tersebut semata-mata karena sepanjang sejarah salah satu objek yang melambangkan simbol per­da­maian dan persaha­batan adalah merpati,tuturnya.

Setahun lalu

Senada dengan walikoa, Ko­mandan Gugus Tempur Laut Komando Armada Barat (Da­nguspurlabar), Laksamana Perta­ma T.S.N.B Hutabarat sekaligus Dansatgas Komodo Exercise 2016 mengatakan, tahun lalu pihaknya telah memaparkan segala kegiatan dalam Komodo Exercise 2016, termasuk soal Tugu Merpati Perdamaian, di hadapan Walikota Padang serta undangan dari berbagai instansi tingkat kota dan provinsi.

“Saat itu kami persentasikan di atas kapal. Kegiatan Komodo Exercise 2016 banyak sekali, termasuk pendirian Tugu Mer­pati Perdamaian. Salah satu tujuannya untuk mengapresiasi Bumi Minangkabau sebagai dae­rah yg damai, sehingga menjadi tempat berkumpulnya latihan Angkatan Laut dari 35 negara,” jelas T.S.N.B. Hutabarat menga­wali percakapan via Whatsapp dengan Haluan, Rabu (20/4).

Ia menekankan, monumen tersebut bernama ‘Monumen Merpati Perdamaian’ bukan ha­nya ‘Monumen Perdamaian’. Hal ini patut ditekankan agar terhin­dar dari konotasi atau anggapan sekelompok pihak, yang me­nganggap keberadaan monumen tersebut menandakan kawasan Minangkabau tidak damai.

Lebih gamblang dijelaskan­nya, Merpati dipilih karena se­cara universal melambangkan perdamaian dunia.

Selain itu, di beberapa riwa­yat sejarah Islam dijelaskan bah­wa Merpati adalah lambang perda­maian, seperti dalam riwa­yat Nabi Nuh AS dan kisah per­sembunyian Rasullul­lah Mu­ham­mad SAW di Gua Hira, di mana Merpati mem­buat sarang di depan gua yang me­ngelabui beberapa Qurais yg me­nge­jar Rasullullah.

“Malahan, di Mekkah, dila­rang menangkap Merpati yang bebas berkeliaran itu, dan ini fakta. Tapi menurut hemat kami, Merpati bukan saja dimaksudkan sebagai perlambangan agama atau kepercayaan tertentu, me­lainkan lambang perdamaian dunia. Apalagi sampai dikaitkan sebagai lambang Nasrani. Karena lambang Nasrani adalah Salib,” jelasnya lagi.

Sedangkan pemilihan model Origami Merpati dikarenakan origami dikenal sebagai suatu kesenian, yaitu seni melipat kertas yang untuk membuatnya diperlukan ketelitian dan kesa­baran, serta harus dilaksanakan tahap demi tahap hingga meng­hasilkan karya yg indah. Meski­pun indah, origami mudah pula dihancurkan oleh tangan-tangan yang tak bertanggung jawab.

“Jadi filosofinya, perdamaian yang dilambangkan dengan bu­rung merpati adalah dambaan seluruh umat manusia di dunia. Dan untuk menciptakan perda­maian, diperlukan kesabaran, waktu dan harus dilakukan tahap demi tahap. Tapi awas, perda­maian juga dapat dirusak dengan mudah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” te­gasnya lagi.

Ditelisik lebih jauh, imbuh­nya, Monumen Merpati Perda­maian turut menyentuh kearifan lokal, dengan dibuatnya 30 mi­niatur rumah adat Minangkabau dengan tiga warna kebesaran hitam, merah dan kuning di kedua sisi monumen. Jumlah 30 bahkan diilhami dari jumlah 30 Juz ayat dalam Alquran.

Pada Komodo Exercise 2016, segala agenda dilakukan sebagai bentuk memeriahkan latihan Maritime Peace Keeping Opera­tion atau Operasi Perdamaian Maritim. Di dalamnya juga ter­dapat berbagai kegiatan sosial seperti pembangunan 100 toilet untuk penduduk di Kawasan Mandeh, memberi sumbangan satu set alat kedokteran gigi di Mentawai, pengobatan gratis dan lain sebagainya.

“Satu lagi yang saya tidak lupa, saat melihat Bupati Menta­wai meneteskan air mata karena untuk pertama kalinya ada pener­junan payung di Mentawai, di mana penerjunnya membawa lambang Kabupaten Mentawai. Bagi kami, sebuah kebahagiaan dapat berbuat bagi masyarakat Indonesia. Tidak ada maksud lain, apalagi kepentingan di dalam kegiatan ini,” pungkasnya. (h/mg-ang/isq/ows)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 18 Juni 2019 - 01:19:01 WIB

    Pemko Padang Amankan Monumen Merpati Perdamaian dari  Abrasi

    Pemko Padang Amankan Monumen Merpati Perdamaian dari  Abrasi PADANG, HARIANHALUAN.COM- Pemko Padang  bertindak sigap atas terjadinya abrasi pantai yang menggerus pinggir pembatas di area Taman Monumen Merpati Perdamaian, Muaro Lasak, Pantai Padang. .
  • Jumat, 29 September 2017 - 17:51:47 WIB

    Tugu Monumen Gempa Jadi Pusat Peringati Gempa 30 September 2009

    Tugu Monumen Gempa Jadi Pusat Peringati Gempa 30 September 2009 PADANG, HARIANHALUAN.COM—Tugu Monumen Gempa di Jalan Gereja masih tetap menjadi pusat tempat untuk memperingati gempa 30 September 2009. Kegiatan akan dilakukan hari ini Sabtu (30/9) pukul 15.30 WIB hingga 18.00 WIB..
  • Senin, 31 Oktober 2016 - 01:49:18 WIB

    Saat Hari Libur, Monumen Perdamaian Ramai

    PADANG, HALUAN—Keberadaan Monumen Merpati Perdamaian di Muaro Lasak Kota Padang yang diresmikan Presiden Jokowi 12 April 2016 lalu ramai untuk dikunjungi warga kota..
  • Jumat, 30 September 2016 - 04:35:00 WIB
    HARI INI PERINGATAN GEMPA 30 SEPTEMBER 2009

    Tugu Monumen Gempa Bau Pesing

    Tugu Monumen Gempa Bau Pesing PADANG, HALUAN — Tugu Monu­men Gempa, berdiri megah di kawa­san Pantai Padang. Rencananya, disinilah Pemko Padang akan meng­gelar acara Peringatan mengenang Gempa 30 September 2009, pada Jumat (30/9) hari ini. Namun, sep.
  • Ahad, 08 Mei 2016 - 16:50:00 WIB
    Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan

    DPW PSI Sumbar Lakukan Aksi Solidaritas di Monumen Perdamaian

    DPW PSI Sumbar Lakukan Aksi Solidaritas di Monumen Perdamaian PADANG, HALUAN - Aksi pengecaman dan mengutuk aksi kekerasan seksual yang dialami Yuyun, siswi salah satu SMP 5 Satu Atap di Desa Padang Ulak Tanding, Kecamatan Rejang Lebong, Bengkulu yang tewas setelah diperkosa oleh 14 pem.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]