Gagal Mencuri, Dikeroyok

Nasib Berakhir di Balik Jeruji


Kamis, 21 April 2016 - 14:35:47 WIB
Nasib Berakhir di Balik Jeruji

PADANG, HALUAN — Epi alias Patai hanya bisa ter­tunduk saat Hakim Tunggal dalam sidang Tin­dak Pidana Ringan (Tipiring) Pengadilan Negeri (PN) Padang men­­jatuhkan vonis kuru­ngan 15 hari kepadanya. Telpon seluler (ponsel) tak berhasil dicuri, dikero­yok masa karena keta­huan, harus meringkuk di penjara dan berpisah dari istri dan empat anaknya. Pende­ritaan Epi leng­kap sudah.

Saat memasuki ruang si­dang pada Rabu (20/4), Epi berjalan tertatih dengan tam­pilan berbeda dengan ter­dakwa lainnya. Ia tidak me­nge­n­akan kemeja atau baju koko yang dilapisi rompi me­rah tanda tahanan kejaksaan. Epi hanya mengenakan celana pen­dek dan kaos oblong, sama sekali tak ada senyum di wa­jahnya.

Di hadapannya, selain hakim tunggal, dua anggota kepolisian dari Polresta Pa­dang meng­ha­dirkan dua saksi berikut barang bukti berupa satu uni ponsel merk Oppo yang gagal dicurinya pada Kamis (13/4) lalu. Saat ber­aksi, ia terlanjut ketahuan dan na­sibnya berakhir sebagai sansak masa di lokasi keja­dian.

Pantauan Haluan, Saksi Dian yang juga pemilik konter sasaran terdakwa menje­las­kan, terdakwa masuk ke kon­ternya tanpa izin. “Saya keluar sebentar, saat kem­bali sudah ada dia di dalam kedai saya, saya tanya apakah dia meng­ambil HP saya. Tapi dia lang­sung kabur. Saya teriyaki maling dan masa mengejar dan mengero­yoknya,” kata Dian.

Keterangan Dian diper­tegas oleh saksi lainnya, Oyon, yang mengaku sebagai orang pertama yang menyergap kor­ban, saat berusaha melarikan diri dari kejaran masa.

Mendengar keterangan kor­ban sekaligus saksi, Hakim Tung­gal, Lifiana Tanjung, meminta terdakwa untuk me­minta maaf kepada saksi. Terdakwa pun mengikuti per­mintaan hakim untuk me­minta ma­af. “Lain kali ja­ngan meng­u­lang per­bu­atan seperti ini. anda punya anak yang harus ditinggalkan kalau su­dah di tahanan. Tolong ber­pikir dulu sebelum bertindak,” kata Lifiana.

“Saya sangat menyesal Bu Hakim. Saya mengambil hand­phone itu cuma untuk saya pakai. Tapi saya benar-benar khilaf dan menyesal. Saya tidak akan meng­u­­langi­nya lagi,” kata Epi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dan memiliki empat orang anak.

Atas perbuatannya, ter­dak­wa dijerat pasal 362 KU­HP. Hakim Tunggal menja­tuhkan vonis 15 hari kuru­ngan, dipotong masa tahanan yang sudah berjalan sepekan. (h/isq)

 

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]