Hari Kartini

Perempuan Harus Melek Tubuh Sendiri


Kamis, 21 April 2016 - 15:00:55 WIB
Perempuan Harus Melek Tubuh Sendiri Direktur Nurani Perem¬puan-WCC, Yefri Heriani.

PADANG, HALUAN —  Se­lama 2016 berjalan, LSM Nu­rani Perempuan-Woman Crisis Centre (WCC) menerima se­tidak­nya 29 kasus kekerasan terhadap perempuan di Su­ma­tera Barat. Menanggapi tinggi­nya angka tersebut, Nurani Perempuan-WCC mengimbau perempuan agar makin mawas diri dan melek terhadap ke­rentanan tubuh sendiri.

Direktur Nurani Perem­puan-WCC, Yefri Heriani, ke­pada Haluan di kantornya, Rabu (20/1), mengatakan, setiap elemen di tengah masya­rakat perlu memaknai Hari Kartini yang jatuh hari ini (21 April) sebagai momen mene­kan angka kekerasan terhadap perempuan di Sumbar. Salah satu caranya adalah mening­kat­kan pengetahuan melek tubuh.

Baca Juga : Bekas Atom Center Padang Disulap jadi Penampungan Anak Yatim

“Sumbar dikenal unik se­b­a­gai tempatnya perempuan menjadi pemegang garis ke­tu­runan. Tapi, toh kekerasan terhadap perempuan tetap terjadi dan cenderung me­ning­kat dari waktu ke waktu. Kami melihat, penyebab utamanya adalah sistem sosial yang di­ba­ng­un, di mana telah melahirkan ideologi patriarki yang meng­hidupkan relasi kuasa yang timpang antara kaum lelaki dan perempuan,” kata Yefri.

Dijelaskannya, dominasi laki-laki terhadap perempuan masih terlihat sangat menonjol di berbagai lini kehidupan, sehingga menyebabkan perem­puan kerap merasa tidak aman dan nyaman dalam menjalani kehidupannya. Padahal menu­rut agama, dunia tercipta untuk umat manusia, bukan saja untuk kaum laki-laki, sehingga tak sepatutnya perempuan terus didominasi.

Baca Juga : Curah Hujan Tinggi, Perumda AM Kota Padang Imbau Warga Gunakan Air Seperlunya

“Di sini perlunya edukasi untuk perempuan tentang ke­ren­tanan tubuhnya dalam men­dapatkan tindak kekerasan. Dan edukasi ini harus disam­pai­kan dan diajarkan sedini mungkin. Tidak perlu me­ngang­gap belajar ini dan itu sebagai hal yang tabu. Karena dengan mengetahuinya, pe­rem­puan akan lebih mudah ber­sikap dan menjaga dirinya di tengah pergaulan dan interaksi sosial,” katanya lagi.

Nurani Perempuan me­ngk­la­­sifikasikan bentuk kekerasan terhadap perempuan pada em­pat jenis, yaitunya kekerasan fisik, kekerasan mental, ke­ke­rasan berbentuk penelantaran ekonomi dan kekerasan sek­sual. Menurutnya lagi, seorang perem­puan sangat mungkin menerima lebih dari satu jenis kekerasan dalam waktu ber­samaan.

“Jika RA Kartini dulu me­ngem­buskan semangat agar perempuan melek penge­tahu­an dan melek huruf, maka dalam kondisi seperti ini pe­re­m­puan harus melek terhadap keren­tanan tubuh mereka me­m­pero­leh tindak kejahatan. Jika perem­puan tahu betapa rentannya, tentu mereka akan semakin mawas diri,” tukasnya. (h/isq)

 

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]