Tertinggi di Dunia

Wall Climbing Silo 10.000 Sawahlunto


Kamis, 21 April 2016 - 16:00:11 WIB
Wall Climbing Silo 10.000 Sawahlunto WAWAKO Ismet persiapan diri untuk panjat Silo setinggi 40 meter. (HUMAS)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Meski terbilang perdana, iven Wall Climbing Silo 10.000 Kota Sawahlunto, menjadi kejuaraan panjat tebing tertinggi di dunia. Jika di Brazil diselenggarakan dengan ketinggian 35 meter, di Sawahlunto ketinggian yang

harus ditaklukan menembus 40 meter.

Wall Climbing Silo 10.000 dengan hadiah total Rp66 juta itu, dibuka Wakil Walikota Sawah­lunto, Ismed, dengan melakukan pemanjatan perdana terhadap tebing yang pernah menjadi Silo penyimpanan batu bara milik PT. Bukit Asam tersebut.

Wakil Walikota Ismed men­coba memanjat tebing dinding Silo beberapa meter. Setelah memakai tali pengaman dan helm khusus, Ismed melanjutkan memanjat tebing dinding Silo.

Meski tidak sampai ke atas, namun telah mendorong sema­ngat atlet panjat tebing lainnya untuk menaklukan tebing din­ding Silo. “Iven ini sangat spesi­fik, yang diikuti atlet nasional,” ujar Ismed, di sela-sela pembu­kaan iven, Rabu (20/4).

Menurut Ismed, kejuaraan Wall Climbing Silo 10.000 Sa­wahlunto, merupakan bagian dari aset Sawahlunto, aset bangsa yang harus terus dibina dan dikembangkan menuju prestasi yang lebih tinggi.

Pemerintah sendiri, lanjut mantan Wakil Ketua DPRD Sawahlunto itu, dalam tahun 2016 ini akan menyandingkan olahraga dan pusat kuliner  di kawasan Silo Sawahlunto.

“Kawasan Silo ini akan diba­ngun juga pusat jajanan dan ku­liner, tempat bermain, dengan anggaran Rp3,5 miliar. Nantinya, Silo akan menjadi kawasan yang menyan­ding­kan olah­raga dan wisata,” ujarnya.

Lebih jauh dikemukakan Bapak dua anak itu, dengan hadirnya atlet panjat tebing dari kawasan regional dan nasional di Wall Climbing, tidak hanya sekedar mengikuti pertandingan tetapi juga berwisata di daerah ini.

Sekaligus bisa pula  mem­promosikan pariwisata Kota Sawahlunto setelah kembali kembali ke daerah masing-masing.

Ketua Pengurus Cabang Fe­de­rasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sawahlunto Kapten Inf. Muryanto, atlet panjat tebing yang ikut dalam Wall Climbing Silo 10.000 dari seluruh provinsi di Sumatera, kabupaten dan kota Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jawa Barat, Banten, Tanggerang, DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Kejuaraan panjat tebing yang masuk dalam iven nasional itu, menjadikan Silo bekas penyim­panan batubara PT Bukit Asam sebagai salah satu dinding pan­jatan bagi peserta yang hampir men­dekati angka 200 orang tersebut.

Selain itu juga disediakan tebing buatan lain yang sudah disediakan panitia untuk kelas Lead (tantangan) dan spit (kece­patan) dengan ketinggian 10 meter.

“Kalau kita cermati, ini panjat tebing tertinggi yang pernah digelar setelah di Brazil dengan ketinggian 35 meter. Selain diikuti atlet panjat tebing re­gional Sumatra juga bertaraf nasional yang terbagi untuk yunior dan senior,” kata Sekre­taris Umum FPTI Sumbar Adek Mursalin.

Menurut Adek Mursalin, FPTI sangat mengapresiasi p­e­lak­sanaan iven yang dilakukan FPTI Sawahlunto dan Peme­rintah Sawahlunto, bersama beberapa pihak sponsor yang memberikan dukungan.

Ditambahkannya, atlet dalam kejuaraan panjat tebing ini akan memperebutkan medali masing-masing 20 emas, perak dan pe­rung­gu. Sekaligus menjadi ajang seleksi untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat.(h/dil)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]