Pemkab Bina Forum Pembauran Kebangsaan


Jumat, 22 April 2016 - 03:47:32 WIB

PASAMAN, HALUAN — Sekretaris Daerah Kabu­paten Pasaman A Syafei Siregar menyebutkan, situ­asi politik dan fenomenal sosial saat ini telah memicu kerentanan konflik dalam bangsa dan daerah.

Hal ini perlu diwaspadai oleh semua pihak, terutama pemerintah. Upaya peme­rintah untuk mencegah ter­jadinya disintegrasi bangsa, salah satunya dapat dila­kukan dengan cara membi­na forum pembauran ke­bang­saan di tiap-tiap ka­bupaten/kota di tanah air ini.

Sekdakab Pasaman, A. Syafei mengatakan situasi kehidupan berbangsa, ber­negara dan bermasyarakat sejak berjalannya reformasi sampai saat ini masih di­warnai dengan fenomena sosial dan politik yang sa­ngat dinamis.

“Reformasi masih belum dipahami secara baik. Da­lam banyak kasus, reformasi sering diartikan sebagai kebebasan yang tidak ter­kendalikan. Demikian juga dalam memahami otonomi daerah yang tidak kom­prehensif telah menambah jumlah penyebab rentannya situasi dan kondisi dalam masyarakat,” tuturnya.

Ia mengatakan, bebe­rapa kondisi riil yang se­ringkali dijumpai akhir-akhir ini adalah adanya isu globalisasi, demokratisasi, transparansi, transformasi iptek, akuntabilitas, pene­gakan hukum, masalah HAM  dan lingkungan hi­dup serta isu pemulihan perekonomian dalam ne­geri. Isu-isu tersebut, apa­bila tidak diselesaikan secara arif, berpotensi ber­kembang ke arah disin­teg­rasi bangsa.

“Kondisi ini akan men­jadi tantangan bagi Bangsa Indonesia. Tantangan itu akan sangat terasa terutama ketika Bangsa Indonesia membutuh­kan kebersa­ma­an dan persa­tuan dalam menghadapi dina­mika kehi­dupan bermasya­rakat, ber­bangsa, dan berne­gara, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri,” ucap­nya.

Menurutnya, bangsa In­do­nesia telah mengalami berbagai konflik, baik kon­flik vertikal maupun hori­zontal, yang menyadarkan semua pihak bersama akan perlunya upaya bersama dari setiap komponen anak bangsa untuk menjaga dan mengawal secara simultan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Untuk itu, pada ke­sempatan ini Pemerintah Propinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabu­paten Pasaman menga­da­kan Kegiatan Penguatan Forum Pembauran Kebang­saan (FPK) sebagai pelak­sanaan amanat pasal 22 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 yang men­egas­kan bah­wa di dalam menye­len­ggara­kan Otonomi Dae­rah, maka daerah mem­punyai kewa­jiban melin­dungi masya­rakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional, serta keutuhan Negara Kesatuan Repubhk Indonesia,” ucap­nya.

Untuk itu, sekda Syafei mengajak semua pihak sebagai anak bangsa, agar bisa berpikir jernih, rasional dan obyektif agar negeri ini terhindar dari perpecahan karena beragam benturan dan kepentingan yang tidak dapat disatupadukan.(h/col)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]