Satpol PP Amankan 50 Liter Tuak


Jumat, 22 April 2016 - 03:50:49 WIB
Satpol PP Amankan 50 Liter Tuak

PASAMAN,HALUAN—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasaman mengamankan 50 liter minuman keras jenis tuak dari lima unit kedai di daerah tersebut, Rabu (20/4). Kepala Satpol PP Pasaman, Yusrizal mengatakan saat ini minuman tersebut telah diamankan di markas Satpol PP Pasaman.

Yusrizal menjelaskan Satpol PP mengamankan 10 liter tuak di salah salah satu kedai yang berlokasi di Tam­punik, dan 10 liter lagi kedai yang berada di Tampang Kecamatan Lubuk Sikaping.

Sedangkan 30 liter lagi diamankan dari tiga pemilik kedai di Kecamatan Bonjol, Pasaman. Namun ia tidak mau merinci siapa saja pe­milik tuak tersebut.

“Penyitaan minuman jenis tuak tersebut dalam rangka operasi penyakit masyarakat di Pasaman. Operasi menurunkan 10 orang personil dimulai dari pukul 14.10 WIB tadi di dua kecamatan yang ada di Pa­saman,” kata Yusrizal.

Dia menuturkan Satpol PP saat ini hanya meng­amankan minuman itu saja, sedangkan pemiliknya disu­ruh membuat surat pernya­taan agar tidak mengulangi perbuatan yang sama. Apa­bila nanti masih ditemukan, maka pemilik tuak akan dibawa ke persidangan.

“Kita akan terus mela­kukan razia di seluruh keca­matan yang ada di Pasaman. Hal ini sesuai dengan visi misi bupati, yakni men­ciptakan masyarakat yang agamis, tentu seluruh pe­nyakit masyarakat akan di­be­rantas,” ujarnya.

Pasaman,Haluan, Ke­pala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman H.Abdel Haq Rabu (20/4) mene­rang­kan masyarakat juga harus memahami per­undang-unda­ngan tentang perkawinan.

Kegiatan penyuluhan hukum yang dise­lengga­rakan oleh Polres di Kantor Wali Nagari Simpang Keca­matan Simpang Alahan Ma­ti kemarin

Menurut Abdel Haq, kegiatan tersebut sarat de­ngan ilmu karena meru­pakan pembinaan bagi ma­syarakat Pasaman yang ber­tujuan agar mereka menge­tahui dan memahami per­aturan-peraturan hukum baik mengenai pidana, per­data, peradilan, pertahanan juga perkawinan.

Berbicara tentang per­kawinan, Kepala Kan­ke­menag menjelaskan bahwa itu diatur dalam UU nomor 1 tahun 1974. Di dalam regulasi tersebut mengatur jelas akan hak dan kewa­jiban yang harus dipenuhi oleh setiap pasangan suami istri dalam mengarungi bah­tera rumah tangga.

Perkawinan merupakan tali ikatan yang melahirkan keluarga sebagai salah satu unsur dalam kehidupan ber­masyarakat dan bernegara, yang diatur oleh aturan-aturan hukum baik yang tertulis (hukum negara) maupun yang tidak tertulis (hukum adat), urainya.

Dilanjutinya, dalam un­dang-undang yang diter­bitkan pada tahun 1974 itu member pengertian per­kawinan itu adalah Ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan memben­tuk keluarga (rumah tangga) yang baha­gia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan menurut Kom­pilasi Hukum Islam adalah akad yang sangat kuat atau miit­saaqan gholiidhzan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya me­rupa­kan ibadah.

Apabila masyarakat me­ma­hami perundang-unda­ngan perkawinan ini, akan tahu apa-apa saja yang harus dipenuhi dan dilaksanakan sebagai suami istri, tu­ang­nya.

Semoga kegiatan-kegia­tan semacam itu bernilai manfaat dan hendaknya dapat berlanjut dan semoga senantiasa diberkahi Allah SWT, tambahnya lagi. (h/tos)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]