Pemerintah Bakal Terapkan Sistem Daring

Berangkat Ilegal, Dua TKI Hilang di Timur Tengah


Jumat, 22 April 2016 - 03:59:42 WIB

JAKARTA, HALUAN — Dua orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan hilang di Timur Tengah. Keduanya diduga berangkat secara illegal melalui jasa pemberangkatan TKI PT Putra Timur Mandiri.

“Kedua orang warga yang berinisial SH (38) dan SY (24) itu berangkat ke Timur Tengah secara ilegal. Karena sejak setahun lalu memang tidak ada izin pe­ngi­riman TKI ke negara tersebut,” kata Kepala Seksi Bina Lembaga Usaha Ke­tena­gakerjaan Dinsos­naker­trans Cianjur, Ahmad Ubai­dillah, di Cianjur, Kamis.

Dinas Sosial Tenaga Ker­ja dan Transmigrasi (Din­sosnakertrans) Cianjur, telah menerima laporan dari ke­luarga asal Desa Ba­ba­kan­caringin, Kecamatan Ka­rang­tengah itu.

“Berdasarkan laporan pihak keluarga, keduanya berangkat awal April dan diduga menggunakan visa wisata atau umroh. Sejak ada moratorium TKI, majikan Timur Tengah berani mem­bayar mahal untuk men­datangkan pembantu dari Indonesia,” katanya.

Bahkan, dari gaji yang biasa Rp30 juta per-orang, saat ini mereka berani mem­bayar Rp70 juta per-orang, tingginya gaji yang didapat menggiurkan calon TKI, bahkan membuat oknum nakal berani mengambil risiko untuk meraup ke­untungan.

Sistem Daring

Kementerian Ke­te­na­gakerjaan akan menerapkan sistem daring dalam seluruh proses penempatan TKI untuk memberantas calo TKI yang merugikan para calon TKI.

“Informasi pasar kerja, ter­masuk jenis-jenis pe­kerjaan, persyaratannya, semuanya melalui ‘online’ (daring). Dengan online masyarakat tidak dibohongi lagi,” kata Dirjen Pem­bi­naan dan Penempatan Ke­tenagakerjaan (Bi­napenta) Kementerian Ke­tena­ga­ker­jaan (Kemnaker) Hery Su­darmanto dalam diskusi dengan tema Strategi Pe­merintah Mengurangi Pe­ngang­guran di Jakarta, Ka­mis (21/4).

Hery menambahkan de­ngan sistem daring maka seluruh masyarakat In­do­ne­sia bisa mengetahui secara pasti di negara mana butuh tenaga kerja apa, per­sya­ratannya seperti apa dan sebagainya.

“Calon TKI tidak akan dibohongi calo lagi, seperti dirayu untuk bekerja di se­buah negara di Eropa. Ke­tika akan berangkat malah dibe­rang­katkan ke sebuah negara di Timur Tengah. Ini yang ter­j­adi selama ini. Dan kita ber­usaha memberantas ini de­ngan sistem online,” kata dia.

Kemenaker akan be­kerja sama dengan semua atase ketenagakerjaan di semua negara yang bekerja sama dengan Indonesia un­tuk mengetahui jenis pe­ker­jaan yang bisa diisi oleh tenaga kerja Indonesia di negara-negara itu.

Untuk itu, pihaknya akan menyediakan internet di se­tiap desa di Indonesia, ter­utama di desa-desa yang men­jadi kantong TKI yang be­kerja di luar negeri selama ini.

“Kita akan ber­koor­di­nasi dengan kepala desa setempat agar menyediakan ruangan khusus di kantor desanya untuk fasilitas in­ter­net supaya warga desanya bisa me­ngetahui kebutuhan kerja di mana saja,” katanya. (h/rol)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]