LKAAM Sambut Positif Bedah Visi dan Misi Kepala Daerah


Jumat, 22 April 2016 - 04:17:54 WIB

LIMAPULUH KOTA, HALUAN  —  Bedah visi dan misi kepala daerah Kabupaten Limapuluh Kota, men­dapat sambutan positif dari tokoh Luak Limopuluah, termasuk LKA­AM kabu­paten ini. Pasalnya, baru kali ini berbagai kalangan di daerah ini yang dilibatkan untuk bersama memikirkan pembangunan daerah, untuk mewujud­kan kabupaten yang sejahtera, dinamis yang mantap berlandaskan iman dan taqwa, dija­barkan dengan misi 9 poin..

Dalam acara yang sangat penting itu, dalam upaya mewujudkan pem­bangunan Kabupaten Lima Puluh­kota kedepan. Hebatnya, dalam bedah visi dan misi kepala daerah itu, tak hanya melibatkan unsur peme­gang saham dari masyarakat kam­pung halaman, tapi juga melibatkan warga perantau, kalangan DPRD dan unsur pemerintah daerah.

“Kita menyambut dengan gem­bira dan bersyukur atas terlak­sananya kegiatan penting tersebut, “ungkap Ketua LKAAM Limapuluh Kota, H.Abdul Aziz Dt.Gindo Mala­no, yang dihubungi Haluan, Kamis Kamis (21/4) di Pakan Rabaa Gadut, Kecamatan Lareh Sago Halaban.

Selain itu, LKAAM juga memuji dan menyambut baik serta men­dukung sepenuhnya atas rencana pasangan Bupati Irfendi Arbi dan Wabup Ferizal Ridwan untuk melan­jutkan kembali revitalisasi nagari adat yang sempat terhenri kegia­tannya selama pemerintahan bupati sebelumnya.

Namun yang menjadi pertanyaan dalam menjalankan visi dan misi itu, kata AA.Dt.Gindo Malano, karena belum semua pejabat pimpinan memahami cara penyusunan visi serta menjalankannya dengan konsisten. Ia menilai, seringkali antara visi unit organisasi yang satu dengan lainnya tidak saling berkai­tan, padahal semuanya merupakan bagian dari sebuah sistem.

Ia juga mempertanyakan, bagai­mana nanti bupati menyusun kabinet mengankat pembantunya untuk menja­lankan tuntutan dari visi dan Misi ter­sebut. Selain itu sudah saatnya memi­kirkan/membuat visi daerah. Sehingga ada visi daerah, visi kepala daerah dan visi pemerintah daerah, tuturnya.

Menurut datuk itu, visi daerah bersifat jangka panjang (20-25 ta­hun), disusun oleh para pemegang saham daerah yakni, masyarakat, DPRD dan pemerintah daerah yang ditetapkan dalam satukepuusan. Jadi Visi daerah tidak diganti walau kepala daerahnya diganti. Visi kepala daerah yangbersifat jangka mene­ngah (5 tahun) dibuat kepala daerah.

Kemudian visi pemerintah dae­rah yang bersifat jangka menengah, disusun dengan memadukan antara Visi kepala daerah dengan Visi masing masing perangkat daerah yang mengacu kepada visi daerah. Dalam kesempatan bincang bincang itu, Ketua LKAAM mengharapkan, peninjauan kembali Perda no 2/2001, utamany fasal yang krusial, menim­bulkan pemahaman yang berbeda dari masyarakat.

Dampak lain yang ditimbul­kannya kata AA.Dt.Gindo Malano, masyarakat terkotak kotak, yaitu fasal 134 mengenai Limbago Adat Sebab menurut pengajian adat, Limbago adalah mungkin jo patuik. Tuangan adat ka limbago, mungkin jo patuik nan mangapuang, nan mungkin dapek dirasokan, nan pa­tuik indak malabai dari ukuah indak mangurangi dari jangko, mungkin sajo adalah larang dek adat.  (h/zkf)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]