Bundo Kanduang Harus Perkuat Fungsi dan Keberadaan Niniak Mamak


Jumat, 22 April 2016 - 04:20:17 WIB

SAWAHLUNTO, HALUAN—Tidak sekedar mengurus permasalahan organisasi, ke­beradaan Bundo Kanduang semestinya juga mampu memperkuat fungsi dan keberadaan ninik mamak di dalam kaumnya atau nagari.

“Banyaknya anggapan ninik mamak tidak ber­fungsi pada saat sekarang ini, semestinya menjadi tan­tangan bagi pemangku se­perti LKAAM dan Bundo Kanduang, untuk berperan didalamnya,” kata Ketua Bundo Kanduang Provinsi Sumatera Barat Puti Reno Raudah Thaib di sela sela pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-III Bu­n­do Kanduang Kota Sawah­lunto, di GPK setempat Rabu (20/4).

Bundo Kanduang se­but­nya, adalah sebuah orga­ni­sasi yang terdiri dari kaum ibu yang diakui keberadaan dan peranannya di daerah Minangkabau. Untuk itu organisasi yang ber­dam­pingan dengan Lembaga Kerapatan Adat Alam Mi­nang­kabau (LKAAM) ini harus mampu melestarikan dan mewarisi nilai-nilai adat dan budaya Minang­kabau khususnya di daerah­nya masing masing ter­ma­suk Bundo Kanduang di Sawahlunto ini.

Jadi lanjutnya, Bundo Kanduang saat ini bukan saja hanya terdaftar sebagai pe­ngurus, tetapi juga harus mengetahui fungsi dan po­sisi­nya di tengah masyarakat.

“Untuk itu para Bundo Kanduang bisa selalu tampil dan mengawal setiap yang berkenan dengan masalah adat dan budaya, kemudian ia juga mampu mengem­bali­kan pola kehidupan ma­sya­rakat yang sesuai dengan tatanan adat dan budaya Minangkabau,” terangnya.

Sementara itu, Ketua LKAAM Sawahlunto Adi Muaris Khatib Kayo men­ye­butkan, adat di Mi­nang­kabau sangat komplek dan dinamis. Sudah saatnya para ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai dan tokoh masyarakat untuk men­gua­sai kemajuan teknologi yang berkembang seperti yang terjadi seperti saat sekarang ini. Berbagai macam upaya pembangunan karakter ha­rus senantiasa dilakukan untuk memperbaiki kelang­sungan adat dan budaya Minangkabau yang dinilai mulai hilang ditelan oleh perkembangan zaman dan teknologi.

“Kita selaku ninik ma­mak juga harus bisa men­ye­suai­kan dengan keadaan zaman sekarang ini, ninik mamak harus bisa me­ngu­asai teknologi informasi (IT), agar tahu apa yang ber­kem­bang dan yang te­ng­ah dila­kukan oleh anak kemenakan kita,” ungkapnya.

Ketua LKAAM yang pe­r­nah menjabat Kabag Kesra Setdako Sawahlunto itu, merasa miris terhadap per­kem­bangan zaman yang ter­jadi sekarang ini. Banyaknya terjadi kasus-kasus asusila dan sudah semakin memu­darnya norma adat dan aga­ma di tengah kehidupan para generasi muda.

“Adat basandi sarak dan sarak basandi kitabullah, yang telah menjadi filosofi hidup masyarakat Minang­kabau seakan hanya tinggal filosofi dan pelafalannya saja, banyak di antara ge­ne­rasi muda kita yang saat ini terasa begitu jauh dengan norma yang berlaku bahkan ter­bi­lang kebalikan dari yang seharusnya ber­laku,” ucapnya.

Bundo Kanduang Dikukuhkan

Kepengurusan Bundo Ka­n­duang Kota Sawahlunto periode 2016-2021, resmi dikukuhkan oleh Dewan Pim­pinan Bundo Kanduang Pro­vinsi Sumatera Barat Puti Reno Raudah Thaib. Nur­janis terpilih memimpin DPD Bu­ndo Kanduang Sa­wa­h­­lunto lima tahun ke de­pan ber­dasarkan hasil Mu­syawarah Daerah (Musda) III.

“Pengurus yang dilantik harus dapat menjalankan tugas dan fungsi dari pro­gram yang dilaksanakan oleh pengurus lama, di­tam­bah dengan program baru­nya, sehingga program pem­bangunan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ha­rap­nya. (h/mg-rki)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]