Kasus Korupsi Dermaga Maninjau

Jenis Kayu yang Digunakan Tak Sesuai Aturan


Jumat, 22 April 2016 - 04:38:38 WIB

PADANG, HALUAN — Pe­ngadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang kembali melanjutkan sidang kasus pembangunan der­maga pendaratan ikan di ka­wasan Muaro Tanjuang Da­nau Maninjau yang me­libat­kan mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Agam, Nurhayati Kham. Sidang pada Kamis (21/4) berisi agenda peng­hadiran ahli oleh Jaksa Pe­nuntut Umum (JPU).

Adapun tiga ahli yang dihadirkan Budi Timbas se­laku JPU dalam per­si­dangan ini antara lain Syahbanuar dari Lembaga Pengawas Jasa Konstruksi (LPJK), Zulmadi dari Di­nas Pe­kerjaan Umum (PU) Kabupaten Agam, dan Af­dal Sati dari Badan Pe­ngawas Keuangan dan Pem­bangunan (BPKP) Sumbar. Ketiganya memberikan ke­terangan di depan majelis hakim yang yang diketuai Badrun Zaini dan ber­ang­gotakan Zaleka dan Emria.

Menurut keterangan Syahbanuar, kemiringan yang terjadi di tiang dermaga ter­sebut disebabkan tidak sam­painya tiang tersebut ke ba­gian tanah keras. “Beberapa hal lain yang menyebabkan kemiringan adalah jenis kayu yang digunakan tidak sesuai dengan aturan, hanya ada turap (dinding penahan ta­nah) serta lantai dermaga yang menggunakan paku dan se­bagian lagi menggunakan baut. Padahal seharusnya se­muanya menggunakan baut,” katanya yang kemudian juga diamini oleh Zulmadi.

Atas keterangan ter­sebut, terdakwa  Nurhayati Kham, didampingi Penasihat Hu­kum (PH) Zamri mengaku tidak keberatan. Demikian pula dengan keterangan yang disampaikan ahli lainnya, Afdal Sati, yang me­nyam­paikan bahwa atas pem­bangunan dermaga tersebut, negara mengalami kerugian sebesar Rp575 juta.

Nurhayati diduga me­lakukan tindak pidana ko­rupsi dalam pembangunan dermaga pada tahun 2012 dengan nilai proyek Rp1,3 miliar. Dalam kasus ini, kerugian negara sebesar Rp578.898.392 dihitung berdasarkan audit BPKP Sumbar.

Pada kasus yang sama, sebelumnya Pengadilan Ti­pikor Padang telah me­n­jatuhkan vonis masing-ma­sing 4 tahun kurungan pen­jara kepada dua terdakwa lainnya, yaitu Muzakir se­laku KPA dan Usman selaku PPTK proyek pem­ba­ngu­nan dermaga ini. Se­dang­kan sidang dengan ter­dakwa Nurhayati Kham akan di­lan­jutkan pekan depan. (h/isq)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 21 September 2016 - 02:43:14 WIB

    10 Jenis Obat Ilegal Beredar di Pasaran, BPPOM Padang: Itu Hoax

    10 Jenis Obat Ilegal Beredar di Pasaran, BPPOM Padang: Itu Hoax PADANG, HALUAN — Pesan berantai melalui media sosial Blackberry Messenger dan Whats­App yang menyebutkan beredarnya 10 produk obat-obatan ilegal di pasaran, dibantah pihak Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM) Pa.
  • Senin, 15 Februari 2016 - 13:18:27 WIB

    Pernikahan Sesama Jenis Batal Dilaksanakan

    PADANG, HALUAN — Perni­ka­han sesama jenis, pihak ke­lu­ar­ga MMP (26) warga Komp­leks Perumahan Rindang Alam, Kelurahan Koto Luar, Kecamatan Pauh, memastikan putrinya batal melaksanakan pernikahan dengan pasangan­n.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]