Harga Minyak Dunia Turun

Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Tak Terpengaruh


Jumat, 22 April 2016 - 04:39:43 WIB

PADANG, HALUAN — Di Sumatera Barat, sampai saat ini belum memiliki daerah peng­hasil migas. Penurunan harga minyak dunia tidak memiliki dampak negatif terhadap per­tumbuhan ekonomi di Sum­bar. Bahkan dengan turunnya harga minyak dunia ma­sya­rakat  dapat merasakan man­faat, yakni harga BBM murah.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumbar Irwan Pra­yitno ketika Membuka Se­minar Nasional dengan tema ‘mempertahankan momentum pembangunan daerah peng­hasil migas di tengah situasi rendahnya harga minyak du­nia’ di Aula Hotel Novotel Bukittinggi, Kamis (21/04).

Seminar ini dihadiri oleh Sekjen Asosiasi Daerah Peng­hasil Migas (ADPM) Andang Bachtiar, Wakil Bupati Ka­bupaten Batanghari Provinsi Jam­bi Ibu Sofia Yoesoef. De­wan Pakar APDM Hakira Nasution, 50 Perwakilan Anggota ADPM, Per­wakilan Ke­men­terian ESDM , Perwakilan Ke­men­terian Keuangan, Per­wa­ki­lan Kementerian Dalam Ne­geri, Perwakilan SKK Migas, dan BUMD Migas.

“Kondisi minyak dunia saat ini memang dalam penurunan, hal ini tentunya mem­pe­nga­ruhi pertumbuhan ekonomi daerah penghasil migas, apa­lagi APBD daerah penghasil migas sebagian besar ter­gan­tung pada pendapatan dari sektor migas tersebut,”jelas Irwan Prayitno.

Ia menambahkan, mes­ki­pun tidak memiliki sektor ung­gulan dalam migas, Provinsi Sumbar dapat mengandalkan Pajak Kendaraan, Pertanian, dan Pertambangan. Selain itu pertumbuhan ekonomi Sum­bar lebih tinggi di atas rata-rata pertumbuhan nasional. Pen­dapatan perkapita  masyarakat  Sumbar saat ini mencapai 37juta/tahun.

Irwan Prayitno berpesan kepada para peserta agar Pe­merintah Daerah melakukan switch mind set. Untuk tidak mengandalkan APBD dari sektor migas dan me­nye­im­bang­kan dengan me­ning­katkan sektor di luar migas seperti, pertanian, perkebunan, per­da­gangan, pariwisata, dan potensi daerah lainnya. Karena migas merupakan buah simalakama, yang harganya ditentukan oleh pasar dunia, jika harga migas naik/turun sangat berpengaruh terhadap APBD daerah.

“Di Sumbar sedang diteliti potensi panas bumi (bio­ter­mal) sebesar 16000 Mega Watt. dan kemungkinan ter­da­pat potensi migas di Blok Sijun­jung, dan Blok Mentawai. Semoga ke depannya dengan perkem­ba­ngan tehnologi yang di­miliki dapat memak­simal­kan potensi migas yang ada di Sumbar,”tutup Irwan Prayitno. (h/ows)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 29 November 2016 - 01:00:11 WIB
    LPMM UNAND

    Paten Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

    Paten Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi PADANG, HALUAN — Banyaknya jumlah paten yang dihasilkan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi suatu negara. Prestasi Cina sebagai negara dengan pertumbuhan perekonomi tertinggi di dunia, mengalahkan Amerika Serikat, tidak te.
  • Sabtu, 02 Januari 2016 - 05:48:06 WIB

    Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Melambat

    PADANG, HALUAN — Perkembangan ekonomi Sumatera Barat tidak terlepas dari gejolak ekonomi nasional maupun global. Sejak awal 2015, pertumbuhan ekonomi Sumbar terus melambat dari 5,49 persen pada triwulan I dan 5,31 persen pa.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]