Cabut Poster Pro PKI

Barisan Ansor Serbaguna Dapat Dukungan


Jumat, 22 April 2016 - 04:45:07 WIB
Barisan Ansor Serbaguna  Dapat Dukungan PENGURUS Banser tengah berdiskusi dengan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Sumardi.

JAKARTA, HALUAN — Pang­lima Kodam V / Brawijaya men­du­kung sikap Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk mela­wan berbagai ajakan anti-Pan­casila dan NKRI yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung seperti melalui poster, spanduk, dan selebaran.

Pangdam V/Brawijaya May­jend TNI Sumardi menyatakan memiliki persepsi yang sama dengan sikap Banser untuk meno­lak dan melawan ajakan khilafah. Banser di antaranya akan men­cabuti semua publikasi dan provokasi baik secara langsung maupun melalui media spanduk, poster, atau pun selebaran.

“Spanduk yang mempro­va­kasi itu harus dilepas, dan ke­mudian berkoordinasi dengan Polri,” kata Pangdam ketika menerima audiensi Satkorwil Banser Jawa Timur di Makodam V/ Brawijaya, Rabu (20/4/2016).

Seperti dalam siaran persnya, Banser yang dipimpin oleh Ke­pala Satkorwil Banser Jawa Timur dr. H. Usmar Usman, didampingi Kelapa Satuan Khu­sus Provost Banser Mujib Idris, serta Muklis Mubarok, Ridwan dan Lila (masing-masing perso­nalia Satkorwil Banser Jatim).

Dalam audensi tersebut, Ke­pa­la Satkornas Banser menyam­paikan sejumlah poin pernyataan sikap. (1) Banser tetap dalam sikap tegas NKRI harga mati, sehingga kepada siapapun yang tidak sepakat dengan NKRI seha­rusnya tidak berada di bumi Indonesia. (2) Bahwa Banser tetap menempatkan Pancasila sebagai dasar negara. (3) Bahwa Banser menerima kebinekaan sebagai realitas kehidupan ber­masya­rakat, berbangsa dan ber­negara.

Untuk itulah, Banser menen­tang terhadap kelompok anti-NKRI (Negara Kesatuan Re­publik Indonesia), kelompok anti-Pancasila dan kelompok yang tidak menerima Bhineka Tunggal Ika. Termasuk, Banser tidak menerima keberadaan gagasan negara khilafah di negeri Indonesia.

Merespons pernyataan sikap Banser tersebut, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Sumardi menyambut baik sikap Banser yang selalu konsisten menjaga NKRI, dasar negara Pancasila, dan semboyan negara Bhineka Tunggal Ika.

Pangdam menyatakan sangat memahami keresahan warga NU (Nahdlatul Ulama) terhadap munculnya gerakan-gerakan yang merongrong sendi-sendi negara, seperti ajakan khilafah dan upaya-upaya PKI yang ingin comeback.

Selain gerakan dari kelom­pok kanan, Pangdam juga me­ngingatkan untuk mewaspadai bahaya laten PKI, karena mereka masih eksis. “Perlu diwaspadai bahwa PKI adalah bahaya laten. Mereka masih eksis, mereka comeback lewat jalur demokrasi yang konstitusional, misalnya tentang kebebasan berpendapat.”

Bukti lainnya adalah sikap PKI yang menuntut pembubaran teritorial TNI (koramil, kodim, dst) setelah mereka berhasil menghapus screening pada CPNS. Akan tetapi, katanya, teritorial ini adalah ruh dari TNI dan sangat tidak mungkin untuk dibubarkan.

Pangdam menegaskan bahwa tugas TNI adalah menjaga tetap berdirinya NKRI. TNI AD menggap negara ini ada jika masih ada Pancasila dan UUD 45. Hal ini, kata Pangdam, sesuai dengan sumpah prajurit TNI.

Pangdam juga menegaskan bahwa TNI AD ada di belakang Banser, karena selama ini sudah terjalin sinergisitas untuk menegakkan tetap berdirinya NKRI, dan sama-sama  menjadi korban PKI. (h/kbr).

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]