Dua Buron Kakap Ditangkap


Jumat, 22 April 2016 - 04:46:35 WIB
Dua Buron Kakap Ditangkap BURONAN perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono meninggalkan gedung usai menjalani pemeriksaan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (21/4). Usai pemeriksaan tersebut Samadikun ditempatkan di lembaga pemasyarakatan Salemba. (ANTARA)

JAKARTA, HALUAN — Dua buron kakap dari dua kasus berbeda, Samadikun Hartono dan Hartawan Alu­­wi ditangkap di China dan Singapura, awal pekan ini. Keduanya terlibat dalam kasus BLBI (Bantuan Li­kuiditas Bank Indonesia) serta pencucian uang Bank Century.

Samadikun Hartono sen­­diri tiba di Indonesia dan langsung dijemput Jaksa Agung HM Prasetyo ke Kejaksaan Agung. Kepala BIN Sutiyoso kemudian mengungkap penyebab su­lit­­nya menangkap Sama­dikun adalah karena dia memiliki banyak paspor.

“Kenapa perburuan ko­ruptor ini sulit? Sebagai contoh SH (Samadikun) dia punya 5 paspor dari negara Gambia dan Dominika, masing-masing negara iden­titasnya juga berbeda-beda,” kata Kepala Badan Intelejen Negara Sutiyoso di VIP Lounge Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (21/4).

“Saat ditangkap di China tanggal 14 (April 2016) kemarin SH menggunakan identitas Tan Jemmy Abra­ham,” jelas Sutiyoso.

Sutiyoso menambahkan, apa­rat kepolisian China dan MSS (Ministry of State Security) atau BIN-nya China bekerja dengan sangat kooperatif.

“SH ini ditangkap tempatnya itu di jalan, saat dia mau kembali pulang dari rumah anak. Saya pun berterima kasih dan mengapre­siasi kinerja aparat China dan badan intelejennya China,” ung­kap Sutiyoso.

Sementara itu, tim Kejaksaan berhasil menangkap tersangka buronan kasus pencucian uang Bank Century. Dia adalah Pre­siden Komisaris Antaboga, Har­tawan Aluwi, yang ditangkap kejaksaan di Singapura.

Nama Hartawan Aluwi mulai ramai diperbincangkan ketika kasus Bank Century sekitar tahun 2010, ramai di media massa. Nama Hartawan disebut-sebut sebagai terlibat money laun­dering dengan pemilik Bank Century, Robert Tantular.

“Sudah tiba di Bandara Soe­kar­no Hatta pada pukul 22.00 WIB, atas nama Hartawan Aluwi terkait kasus Bank Century,” ucap sumber detikcom di Ke­jaksaan, Kamis (21/4).

Saat tiba di bandara, Harta­wan mengenakan baju biru. Dia langsung dimasukkan ke mobil kejaksaan begitu turun dari pe­sawat.

Hartawan Aluwi mulai ter­seret kasus korupsi Bank Century setelah dirinya dijadikan ter­sangka Mabes Polri karena mem­bantu Robert Tantular. Rekening PT Antaboga Deltasekuritas yang dipimpin oleh Hartawan telah beberapa kali dijadikan tempat penampungan setoran uang yang dikirim oleh Robert.

“Kita tangkap di Singapura dan malam ini akan kita bawa ke Kejagung untuk diproses,” ujar sumber itu singkat.

Sementara, Samadikun sen­diri tiba lebih awal, sekitar pukul 21.50 WIB, Kamis (21/4). Dia mengenakan baju lengan panjang bermotif garis saat tiba. Prasetyo menyatakan, Samadikun akan dieksekusi ke Rutan Salemba.

“Nanti dibawa ke (Rutan) Salemba,” kata Prasetyo saat menanti kedatangan Samadikun di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (21/4/2016).

Tetapi sebelum itu Sama­dikun akan dibawa ke Kejaksaan Agung terlebih dahulu untuk diverifikasi. Prasetyo belum bisa memastikan kapan pastinya Sa­ma­dikun akan dibawa ke Sa­lemba.

Samadikun divonis 4 tahun penjara pada tahun 2003. Tetapi dia kemudian kabur dan meng­hilang selama 13 tahun.

Jaksa Agung kemudian mene­gaskan, hukuman yang akan dija­lani Samadikun sesuai dengan putusan pada tahun 2003 terse­but. “Putusannya sekian kita tidak bisa mengubah keputusan kan? Ya itu memang persoalan, tetapi bagaimana pun ada putu­san itu, ya kita eksekusi yang ada,” ujar Prasetyo. (h/dtc)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]