Inacraft 2016

Wapres Yakin Songket Silungkang Dorong Perekonomian


Jumat, 22 April 2016 - 04:47:27 WIB
Wapres Yakin Songket Silungkang Dorong Perekonomian WALIKOTA Sawahlunto mengalungkan tenun Silungkang ke Wapres Jusuf Kalla. (HUMAS)

JAKARTA, HALUAN —Selain mempertahankan budaya dan warisan nenek moyang, kera­jinan tenun songket Silung­kang, diyakini mampu menjadi penopang sekaligus menum­buhkan perekonomian masya­rakat Sawahlunto ke depan.

Hal itu diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla, ketika mengunjungi stand kerajinan Pemerintah Kota Sawahlunto, dalam ajang International Han­dicraft Trade Fair (Inacraft) 2016, yang merupakan ajang pro­mosi produk kerajinan berskala internasional, Rabu (20/4).

“Apalagi Sawahlunto te­ngah menuju kota wisata uta­ma, tenun songket Silungkang ini akan menjadi penyanding wisata dan buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung,” ujar Wapres Jusuf Kalla kepada Wa­likota Sawahlunto, Ali Yusuf.

Sumando urang minang itu mengatakan, Inacraft 2016 menjadi ajang terbaik bagi kerajinan tenun songket Si­lungkang, untuk semakin mem­perlebar promosi pema­saran songket Silungkang, baik di level nasional maupun in­ternasional.

Mantan Ketua DPP Partai Golkar yang datang bersama sang istri Mufidah Jusuf Kalla itu, juga mengingatkan agar pengerajin tenun songket Si­lungkang, selalu menjaga mutu dan kualitas songket Silungkang.

Hal itu demi memperta­hankan kepercayaan konsu­men maupun pencinta songket Si­lungkang sendiri. Semakin baik mutu dan kualitas keraji­nan, tenun songket Silungkang akan semakin diburu konsumen.

Wapres juga mendoakan, semoga pada Inacraft 2016, kerajinan Sawahlunto semakin terkenal dan menghasilkan transaksi kontak dagang yang memuaskan, dan pere­kono­mian masyarakat Sawahlunto semakin meningkat

Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, di hadapan Wapres me­ngungkapkan, Pemerintah Sa­wah­lunto terus berupaya me­ngembangkan kerajinan tenun yang telah ada semenjak lebih dari seratus tahun lalu itu.

Pemerintah Sawahlunto me­mang terus mengembangkan kerajinan tenun songket Silung­kang, dengan memberikan pela­tihan terhadap masyarakat yang mau mendalami kerajinan ber­bahan baku benang itu.

Dengan mengikuti pelatihan, masyarakat yang memiliki ke­inginan untuk mengembangkan tenun songket Silungkang, diberi­kan bantuan alat tenun bukan mesin, yang biasa disebut pa­lantai.

Tidak hanya itu, selain palan­tai pengerajin yang siap mengi­kuti pelatihan juga diberikan bekal bahan baku benang untuk satu lusin produksi tenun songket Silungkang. Agaknya hal itu pula yang memicu terus meningkatnya jumlah pengerajin songket Si­lungkang di Sawahlunto.

Masih di hadapan Wapres, Ali Yusuf mengatakan pihaknya mentargetkan pertumbuhan 50 pengerajin setiap tahun. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah peng­e­rajin sudah mendekati angka seribu orang, dengan produksi per hari mencapai 140 helai songket Silungkang.

Padahal tiga tahun lalu, jum­lah pengerajin tenun songket Silungkang masih berada di kisaran duaratusan pengerajin. Semangat masyarakat, yang di­dominasi kaum ibu untuk belajar menjadi pengerajin songket, bakal menjadikan nama songket Silungkang kembali dikenal di kancah nasional maupun inter­nasional.

Pengerajin tenun songket Silungkang, yang sebelumnya hanya berada di Kecamatan Si­lung­kang, kini telah tersebar di empat kecamatan. Meski demi­kian, nama tenun songket yang dihasilkan, tetap saja tenun song­ket Silungkang.

Ali Yusuf mengaku, dirinya masih sangat yakin, jika kerajinan tenun songket Silungkang tetap memberikan peluang ekonomi yang sangat bagus, bagi masya­rakat Sawahlunto, hingga puluhan tahun ke depan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Sawahlunto, Ny. Yenny Ali Yusuf mengungkapkan, kebera­da­an kerajinan tenun songket Silungkang, juga merupakan bagian dari menghadirkan kar­tini-kartini di setiap rumah tang­ga dan keluarga.

“Pengembangan kerajinan tenun songket Silungkang ini, juga bertujuan untuk member­dayakan setiap rumah tangga yang ada, untuk menjadi rumah tangga produktif. Memunculkan kartini-kartini rumah tangga,” ujar Yenny.

Sebelumnya, pengusaha fa­shion nasional pemilik Safhira Butik, Fenny Mustafa, sempat memboyong puluhan pengusaha mode dari Kota Bandung Jawa Barat, melihat langsung proses pembuatan songket Silungkang.

Dalam kesempatan itu, Fen­ny mengungkapkan, jumlah pro­duksi tenun songket Silungkang Sawahlunto, harus ditingkatkan. Sebab, kebutuhan nasional dan internasional, sangat tinggi. Baginya, saat ini songket Sawah­lunto menuju ke pasar interna­sional.

Bahkan Fenny dengan yakin memboyong tenun songket Si­lung­kang sebagai bahan utama untuk rancangan mode, yang ditam­pilkannya di ajang New York Fashion Week 2015 lalu.(h/dil)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]