Tetap Diserahterimakan Agustus Nanti

Jalan Bypass Belum Bebas


Jumat, 22 April 2016 - 04:48:21 WIB
Jalan Bypass Belum Bebas Sebuah alat berat tengah digunakan untuk melanjutkan pembangunan jalan Bypass jalur dua. Karena di hadapkan pada polemik pembebasan lahan sepanjang 4 Km, proyek ini diperkirakan tak akan tuntas saat serah terima, Agustus 2016.

Tenggat waktu pembangunan jalan bypass jalur dua akan segera sampai pada Agustus 2016 mendatang. Namun, masalah lahan tak kunjung tuntas. Kendati demikian, proses serah terima tetap akan dilaksanakan Agustus nanti.

PADANG, HALUAN — Mes­ki proyek pembangunan jalan Bypass jalur dua masih me­nyi­sakan lebih kurang 4 Kilo­meter lahan yang belum be­bas. Namun mega proyek di Padang ini dipastikan akan tetap diserahterimakan pada Agustus mendatang.

Pejabat Pembuat Komit­men (PPK) Ja­lan Bypass dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Opu­keni­gara me­ngatakan, perkemba­ngan pro­yek Bypass jalur dua itu hing­ga saat ini sudah me­nyen­tuh 80 persen. Namun, proyek ini belum bisa dituntas­kan me­ngingat masih tersisa­nya ku­rang lebih 4 Kilometer lahan yang menghambat proyek ini.

“Jalur sepanjang 4 Kilo­meter ini belum termasuk yang di Padang Pariaman, ini masih kawasan Kota Padang,” terangnya.

Opukenigara memastikan bagi lahan yang belum bebas ini akan ditinggalkan saja pengerjaannya. Mengingat batas waktu yang diberikan pihak kontraktor untuk pro­yek ini hingga Agustus men­datang.

“Untuk sementara mung­kin jalan yang akan terlihat tidak bagus atau tidak baik dipandang mata. Tujuannya semula untuk menuntaskan kemacetan, namun ketika melewati yang belum bebas mungkin ada kemacetan di sana,”paparnya kepada Ha­luan Kamis, (21/4) di Padang.

Ia menegaskan kenapa ini harus segera diserahterimakan karena ketika melewati tenggat waktu maka pihaknya akan kena denda oleh kontraktor. “Kita sudah hitung-hitung itu sangat besar dendanya. Maka lang­kah­nya harus diserahterimakan saja dengan kontraktor,” tukasnya.

Untuk solusi pengerjaan la­han yang masih belum bebas, rencananya akan dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Namun, untuk pengajuannya tentu butuh proses tidak bisa langsung begitu saja,”tuturnya.

Dilanjutkan Opukenigara permasalahan lahan ini memang sangat berpengaruh kepada rea­liasasi proyek. Namun, ketika harus menunggu pembebasan lahan, itu sangat tidak mungkin.

“Meski demikian kita masih tetap berharap agar lahan ini bisa segera dituntaskan pemerintah, agar pengerjaan untuk tahap berikutnya akan semakin mu­dah,” pungkasnya.

Adapun, jalan Bypass Padang yang menghubungkan BIM me­nuju Pelabuhan Teluk Bayur itu dibuat dengan lebar total 40 meter. Badan jalan dibuat 2x7 meter, ditambah median jalan 2,5 meter dan bahu jalan kiri dan kanan masing-masing 2 meter. Dengan menelan anggaran hing­ga Rp800 miliar dari pinjaman Korea Selatan.

Menanggapi hal ini, anggota DPRD Padang Amrizal Hadi meminta Pemko fokus untuk menyelesaikan masalah pem­bebasan lahan Bypass jalur dua.  Jika tak disegerakan dikuatirkan persoalan akan  berpengaruh pada pelaksanaan pekerjaan.

“Masih ada 16 titik lagi yang mesti dibebaskan, sementara tenggat waktunya sampai Agus­tus. Harus disegerakan, jika tidak ini bisa menganggu pekerjaan yang lain,” sebut Amrizal saat ditemui di gedung DPRD Sum­bar, Kamis (21/4).

 Tak hanya akan menggangu pekerjaan, kata dia Pemko juga harus memikirkan persoalan denda yang akan ditimbulkan jika pembebasan tak selesai hingga tenggat waktu yang diberikan.  Dalam hal ini pendekatan  formal maupun informal diminta untuk dilakukan.

Mereka yang punya kemam­puan untuk menjembatani penye­lesaian kesepakatan dengan mas­ya­rakat diminta untuk digandeng. Baik itu dari pihak ketiga, atau­pun pihak yang berhubungan langsung dengan masyarakat itu sendiri.

“Bisa saja menggandeng ninik mamak atau tokoh masyarakat yang lainnya. Dalam benar apa yang sesungguhnya diinginkan masyarakat,” tegas dia.

Jika keinginan masyarakat bisa diakomodir, tambah ia, masalah pembebasan lahan ini diyakini bisa  terselesaikan de­ngan segera. Yang utama sekali adalah Pemko mesti fokus dan serius dalam  untuk menyele­saikan pembebasan lahan.

“Pembangunan Jalan Bypass akan sangat bermanfaat untuk masyarakat, sangat disayangkan jika persoalan tersebut masih tak kunjung tuntas. Karenanya kami minta pada Pemko agar menja­dikan hal ini sebagai suatu yang prioritas,” pungkasnya. (h/isr/len)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]