Mashariyanto

Dari Randai ke Abdi Negara


Sabtu, 23 April 2016 - 00:44:58 WIB
Dari Randai ke Abdi Negara

Bagi pencinta, pelaku dan pengajar seni tradisional randai di Kabupaten Sijunjung, tak ada yang tak kenal dengan Mashariyanto. Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Sijunjung, dulu dikenal di dunia kesenian tradisional sebagai pemain grup randai Bungo Tanjung di Nagari Muaro.

Kendati telah sukses dalam meniti karier sebagai abdi negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung, suami dari Wirdati ini tak pernah berubah, dan masih mencintai kesenian tradisional randai.

“Hingga saat ini, saya masih mencintai kesenian tradisional randai,” ucap Mashariyanto kepa­da Haluan di ruang kerjanya, Rabu (20/4).

Bagi ayah dari Febrini Hariyanto dan Rizki Hariyanto, kesenian tradisonal randai merupakan permainan atau seni tradisional anak nagari yang sulit untuk di­lupa­kan.

Sejak kecil, pria asal Nagari Sisawah Keca­matan Sumpur Kudus, sangat menyukai kesenian randai. Bahkan, kecintaan akan kesenian randai di­wujudkan sa­at bergabung de­ngan grup randai Bungo Tanjung Nagari Muaro.

“Disitulah awalnya saya mulai menekui dan belajar kesenian tradisional randai, dan sampai saat ini sulit untuk melupakan kesenian tradisional Minangkabau tersebut,” katanya.

Kini, meski dirinya disibukkan dengan tugas penegakan Perda, di samping uru­san ke­tentraman, ke­tertiban umum dan perlindungan masyarakat, pria kelahiran 12 November 1961, masih sempat menyalurkan kecintaan akan kesenian randai dengan mengunjungi grup-grup randai di sejumlah nagari di kabupaten berjuluk Ranah Lansek Manih.

Kunjungan tersebut, selain menyalurkan panggilan jiwanya akan seni tardisional, juga sekaligus memberikan motivasi kepada grup-grup randai agar tetap eksis di tengah arus modernisasi.

Bahkan, Can begitu Mashariyanto disapa, tak segan-segan memberikan masukan kepada grup randai yang di­kun­junginya.

“Setiap Sabtu malam, kalau tidak ada kegiatan yang mendesak, saya menyempatkan diri mengunjungi grup randai,” tuturnya.

Dia berharap, para pemuda di Kabupaten Sijunjung tetap me­lestarikan kesenian tradisional peninggalan nenek moyang di tengah gempuran budaya asing ke Indonesia.

“Saya berharap, kesenian randai ini tetap eksis di tengah gempuran budaya barat,” ucap­nya.(h/azn)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]