Golkar Harus Jadi Partai Modern


Sabtu, 23 April 2016 - 04:00:20 WIB

JAKARTA, HALUAN —  Mu­sya­warah Nasional Luar Bia­sa (Munaslub) diha­rap­kan bisa menyelesaikan per­pe­cahan di tubuh Partai Gol­kar yang ber­langsung selama 1,5 tahun be­lakangan ini.

“Sudah capek kita de­ngan perpecahan ini. Selama ini kita penuh dengan pe­r­sahabatan dalam mengurus par­tai, namun sejak 1,5 bela­kangan ini per­sahabatan itu ikut pecah dengan kondisi int­ernal yang terjadi di pa­r­tai. Munaslub bisa me­nye­lesaikan perpecahan di tu­buh Golkar,” harap bakal calon ketua umum Partai Gol­kar Indra Bambang Uto­­yo dalam diskusi “Ba­bak Baru Partai Politik di Indo­nesia”, di Jenggala Cen­ter, Jakarta, Jum’at (22/4).

Jika dirinya dipercaya seb­a­gai ketua umum, men­jadi salah satu jalan untuk keluar dari pe­r­pecahan. Karena dia membawa kon­sep akan menjadikan Gol­kar sebagai partai modern. “Jalan keluar terbaik men­jadikan Golkar sebagai par­tai modern,” katanya de­ngan nada optimis. Salah satu ciri partai modern kata Indra, adalah kepemim­pinannya tidak bergantung pada satu orang atau kelompok, harus me­miliki data base yang jelas, partai dikelola secara ter­buka, keputusan di­ambil secara de­mokratis.

Indra juga menegaskan, hal utama dalam partai mo­dern adalah dalam penem­patan kader harus ber­da­sarkan merit sistem. Jika di Partai Golkar tambahnya sudah ada PDLT, (prestasi, dedikasi, loyalitas dan tak tercela). “Harusnya PDLT ini jadi acuan utama dalam penempatan kader, jadi ada merit sistem,” kata Indra.

Indra juga berjanji, jika dirinya menjadi ketua umum, maka dia tidak akan men­calonkan diri dalam pemilu legislative dan juga tidak mau duduk dalam kabinet. “De­ngan kondisi Golkar seka­rang ini, di­per­lukan ketua umum yang cukup waktu untuk me­ngurus partai. Ka­rena itu, jika saya jadi ketua umum, tidak akan menjadi caleg atau du­duk dalam cabinet,” kata Indra.

Karena menurut Indra, pasca Munaslub, sudah ada tugas berat menunggu, yaitu Pilkada 2017 dan Pemilu 2019. “Ini tantangan ke depan, pertama Pilkada 2017, kedua Pemilu 2019,” kata Indra. Sedangkan pengamat politik Ikrar Nusa Bhakti menilai menilai konflik internal di tubuh Partai Golkar sudah mulai men­g­gejala pada awal-awal re­for­masi dengan lahir partai-partai yang dibidani sendiri oleh kader-kader Gol­kar.

Di tengah kondisi Gol­kar dengan tantangan yang begitu berat di awal refor­masi, dia melihat jasa Akbar Tanjung yang begitu besar dalam mem­per­tahankan eksis­tensi dan mem­be­sarkan Partai Golkar. (h/sam)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 04 Juli 2020 - 06:27:48 WIB

    Reklamasi Ancol Langgar Janji Kampanye, Golkar: Anies Harus Jelaskan Ke Publik

    Reklamasi Ancol Langgar Janji Kampanye, Golkar: Anies Harus Jelaskan Ke Publik HARIANHALUAN.COM - Partai Golkar menyoroti sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penerbitan izin reklamasi Ancol, Jakarta Utara, yang bertentangan dengan janji kampanye. Golkar mengimbau Anies menjelaskan rinci ke.
  • Kamis, 18 Juni 2020 - 17:03:47 WIB

    Ketua Jokowi Mania Masuk Partai Golkar?

    Ketua Jokowi Mania Masuk Partai Golkar? HARIANHALUAN.COM - Ketua Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer, angkat bicara terkait beredarnya foto memakai jaket Partai Golkar. Memang, Noel, sapaan akrabnya, tak menampik ingin gabung ke partai politik untuk mengaktuali.
  • Ahad, 05 Januari 2020 - 11:56:44 WIB

    Politisi Golkar ke Prabowo: Pak, Nasionalismenya Mana? Contoh Bu Susi Dong!

    Politisi Golkar ke Prabowo: Pak, Nasionalismenya Mana? Contoh Bu Susi Dong! JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi mengaku sangat merindukan sikap tegas Prabowo ketika kedaulatan bangsa terusik di Natuna. Sikap tegas Prabowo soal nasionalisme kerap ditunjukkan saat kampany.
  • Jumat, 22 November 2019 - 16:59:49 WIB

    Bamsoet Akhirnya Mendeklarasikan Diri Jadi Caketum Golkar

    Bamsoet Akhirnya Mendeklarasikan Diri Jadi Caketum Golkar JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wakil Koordinator bidang Pratama bambang soesatyo (Bamsoet) akhirnya menjawab pertanyaan sejumlah pihak terkait maju tidaknya dirinya dalam pemilihan calon ketua umum (caketum) Partai Golkar period.
  • Rabu, 15 Mei 2019 - 20:37:58 WIB

    Fraksi Partai Golkar Tolak Pembentukan Pansus Pemilu 2019

    Fraksi Partai Golkar Tolak Pembentukan Pansus Pemilu 2019 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Fraksi Partai Golkar DPR menolak dibentuknya Pansus Pemilu 2019, karena proses tahapan Pemilu telah dituntaskan sesuai prosedur dan aturan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan PKPU serta Bawasl.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]