Calon Independen Lebih Disukai Publik


Sabtu, 23 April 2016 - 04:01:36 WIB

JAKARTA, HALUAN — Ketua Forum Ma­syarakat Peduli Parlemen Indonesia Se­bastian Salang menilai calon independen berpotensi besar untuk lebih disukai publik dari­pada calon dari partai politik. Hal ter­sebut dia sampaikan dalam sebuah diskusi politik di Kantor Bawaslu di Jakarta, Jumat (22/4), menanggapi bursa calon gubernur pada pemilihan umum kepala daerah 2017.

“Selama ini masyarakat tidak disuguhkan dengan pilihan lain, akhirnya ke­banyakan memilih calon dari parpol karena hanya itu saja pilihannya,” tutur Se­bastian.

Formappi menilai ke­cen­derungan masyarakat untuk memilih calon dari independen juga berpangkal dari rasa kecewa terhadap partai politik yang dinilai belum bisa menyediakan solusi efektif bagi per­ma­sa­lahan di masyarakat. Belum lagi dengan adanya sejumlah kasus hukum yang menimpa anggota partai politik me­nambah kekecewaan ma­sya­rakat terhadap pejabat pu­blik. 

“Kekecewaan publik ke parpol sudah lama sekali, bah­kan muak dengan par­pol. Selain hanya diramaikan calon dari parpol, ada calon independen tapi tidak po­puler dan belum kuat (ber­saing),” kata Sebastian.

Ia menilai munculnya sejumlah calon independen di Pilkada 2017 bisa me­ngubah konstelasi pemilihan kepala daerah di ibukota. Jika akhirnya muncul se­orang calon independen yang kuat dan berkualitas maka masyarakat akan lebih menyukai calon independen tersebut daripada calon dari partai politik.

“Ini artinya masyarakat punya saluran yang tepat untuk menunjukan sikapnya terhadap partai politik. Ini adalah cara dari masyarakat untuk men­g­gambarkan bahwa pilihan mereka selama ini bukan berdasar parpol, tapi karena individu yang berkualitas,” katanya. 

Oleh karena itu, fe­no­mena ini akan menjadi pe­lajaran yang penting bagi par­tai politik agar bisa me­ngusung calon yang tepat dan disukai masyarakat. “Kalau mereka tidak bisa mengusung calon yang te­pat, bukan tidak mungkin masyarakat akan melawan, bu­kan tidak mungkin ma­sya­rakat akan menunjukan pilihan yang berbeda,” tu­turnya.

Selain itu, pelajaran yang bisa diambil partai politik adalah sistem kepartaian yang ada dinilai terlalu rumit dan gaya berpolitik yang berlaku pun lebih mo­deren. (h/rol)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]