Mentawai nan Memesona


Sabtu, 23 April 2016 - 04:13:43 WIB

Keindahan alam Sumatera Barat terus dieksplorasi, terutama da­erah Mentawai yang menyimpan ke­in­da­han pantai-pantai be­rom­bak fantastis. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyatakan bahwa nantinya kekuatan ombak-ombak inilah yang akan dijadikan ‘umpan’ dalam menarik wisa­tawan di pe­n­ye­l­eng­garaan Festival Pesona Mentawai 2016.

Melalui acara yang rencananya akan berlangsung pada 19-24 April 2016 ini, diharapkan dapat melestarikan event bahari di Sumatera Barat. Festival yang baru pertama kali digelar ini benar-benar menjadi perhatian penuh pusat. Sebagai yang pertama, tentu masih banyak yang harus diperbaiki.  Dukungan Kemenpar dari pemasaran adalah, akan menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan. Karena itu, semua pihak bisa prepare lebih awal. Lebih matang, lebih keren, lebih banyak mengundang wisata­wan baik nusantara maupun mancanegara.

Selain itu, dukungan lainnya juga di­berikan dengan melakukan pengem­bangan destinasi, seperti kawasan Siberut yang dietapkan menjadi Kawasan Staregis Pari­wisata Nasional (KSPN). Bahkan ke­se­luruhan konsep akan mulai digodok sejak tahun ini. Mentawai memiliki atraksi alam yang sangat potensial. Bahkan Mentawai me­miliki 70 surfing spot yang menyamai level dunia. Lalu terdapat 30 dari 400 diving spot yang dapat memanjakan penyelam yang ingin men­yaksikan keindahan bawah laut.

Seorang Menteri Pariwisata bahkan berani menjamin bahwa pantai-pantai di Mentawai sangat bagus sebagai tempat berselancar karena Mentawai menduduki posisi kedua dari surfing site terbaik di dunia. Hal ini tentu tak salah ucap dimana se­bagian besar penikmatnya menyebut ombak surfing Mentawai jauh lebih ekstrem dan menantang daripada di Kuta Bali.

Sisi lain yang penting adalah bagaimana mensinergikan dengan kepentingan Sumbar di dalam agenda memperbaiki citra Men­tawai yang kerap selalu berada di posisi ke-19. Pemerintah provinsi, sudah layak menjadikan areal ini sebagai bagian te­rite­grasi yang akan memberikan nilai tambah untuk nama Sumatera Barat.

Ketika sudah ada dukungan dari pusat terkait marketing atas potensi elok Men­tawai, maka sinergi akan menjadi lebih terbangun ketika kekuatan dan potensi yang dimiliki Sumbar juga ikut dilibatkan. Kekuatan ini yang tak bisa terlepas atau dilepaskan karena kekuatan bersama lebih besar jika harus berjalan sendiri. Belum lagi  dari pemerintah di Mentawai sendiri.

Sembilan paket wisata yang dipasarkan Kementerian Pariwisata untuk Sumbar pada tahun ini juga bisa menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.  Menurut pengamatan, calon wisatawan dari negara asal (generating area), lebih banyak tahu tentang kondisi yang sedang terjadi di tanah air sekarang ini, berkat kemajuan teknologi informasi. Mereka memantau dari internet, atau e-mail. Dulu, ketika dunia informasi belum “dijajah” internet, motivasi wisata­wan benar-benar bersih belum dikotori oleh berita kerusuhan. Mereka ingin tahu (cruocity) tentang kebudayaan dan alam dan ini yang harus dijawab atas informasi yang semakin vulgar. (*)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 28 Maret 2018 - 13:56:22 WIB
    DARI KUNJUNGAN HALUAN KE MENTAWAI (BAG-2/HABIS)

    Mentawai, Berlari Kencanglah….

    Mentawai, Berlari Kencanglah…. Marueian, mandor pribumi berlari kencang di tengah ratusan para penduduk lokal Mentawai yang sedang diperbudak. “Bajak! Alepa’an Atapasaggak! Amamanangan ita!” teriaknya keras. Kumpulan penduduk lokal buncah, mengepalka.
  • Jumat, 10 November 2017 - 21:12:07 WIB

    Suara Nyaring Para Penjaga Hutan Mentawai

    Suara Nyaring Para Penjaga Hutan Mentawai Ekploitasi hutan Mentawai secara membabi-buta terus mendapat penolakan. Masyarakat Mentawai tidak ingin kehilangan hutan yang sudah menjadi bagian dari identitas mereka. Suara-suara penolakan tidak hanya bergaung di Mentawai .
  • Rabu, 25 Mei 2016 - 04:57:21 WIB

    Berdakwah, ke Mentawai lah

    Persoalan dakwah di daerah-daerah minoritas muslim, memang tak hanya terjadi Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Kepulauan Men­tawai. Di Sumatera Utara, Papua dan di beberapa daerah yang mayoritas ber­penduduk non-muslim.
  • Jumat, 29 April 2016 - 03:55:56 WIB

    Mari Membangun Mentawai

    Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah salah satu dari tiga daerah yang masih berstatus tertinggal di Sumatera Barat. Dua daerah lainnya yang masih tertinggal adalah Kabupaten Solok Selatan dan Pasaman Barat..
  • Kamis, 21 April 2016 - 02:25:30 WIB

    Menjual Mentawai

    Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat mulai berpacu dalam pe­ngembangan pariwisata. Masing-masing daerah di Sumbar memiliki potensi di bidang kepariwisataan ini. Satu sama lain bisa saling mendukung. Sektor yang mem­buat ora.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]