IBL 2016

Empat Tim Berebut Tiga Tiket Play-off Tersisa


Sabtu, 23 April 2016 - 04:20:02 WIB

Jakarta, Haluan  —  In­do­nesian Basketball League (IBL) musim 2015-2016 akan memasuki seri terakhirnya. Lima tim sudah memastikan tiket play-off, dengan empat tim lain akan bersaing mem­perebutkan tiga tiket sisa.

GOR Kertajaya, di Sura­baya, pada 23 April-1 Mei akan menjadi tempat di­lang­sung­kannya Seri VI, seri pa­mungkas, IBL musim ini. Dari Seri V di Bandung lalu lima tim teratas, yaitu CLS Knights Surabaya, Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta, M88 Aspac Jakarta, Garuda Ban­dung, dan Satria Muda Per­tamina Jakarta telah me­mastikan lolos ke play-off. Masih ada tiga tiket tersisa un­tuk diperebutkan oleh empat tim, yakni Stadium Hap­py 8 Ja­karta, Satya Wacana Sa­latiga, Hangtuah Sumsel, dan JNE Bandung Utama.

Pada seri terakhir musim reguler ini, perubahan posisi di klasemen masih dapat terjadi di papan atas maupun papan bawah. Maka tim-tim yang telah lolos ke play-off pun bakal berusaha men­dapatkan posisi lolos terbaik agar memperbesar peluang­nya terus melaju. Hal ini membuat persaingan di Seri VI masih akan berjalan de­ngan sengit.

“Rasanya berat untuk menggeser CLS di peringkat pertama. Mereka bermain secara konsisten di lima seri lalu. Namun, Aspac pastinya akan berjuang untuk bisa meraih kemenangan di seri Surabaya nanti,” ungkap Ju­gianto Kuntardjo, head coach dari M88 Aspac Jakarta.

“Sekarang saya terus me­nga­sah dan meningkatkan akurasi shooting dua dan tiga poin tim saya. Saya juga ber­harap bisa kembali meraih kemenangan ketiga melawan CLS di kandangnya nanti. Tapi fokus sekarang adalah melewati game by game,” ucapnya melanjutkan.

Kubu Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta, mela­lui Benjamin Alvarezsipin III selaku pelatih, mengungkap hal serupa. Apalagi di seri pa­mungkas ini CLS akan tampil di GOR Kertajaya yang me­rupakan rumahnya sendiri.

CLS sendiri tak mau jemawa. Tim asuhan pelatih Wahyu Widayat Jati tersebut tetap akan fokus untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan, sekaligus menjadikan partai-partai nan­ti sebagai simulasi persiapan play-off yang mulai bergulir bulan Mei mendatang.

Berada di peringkat satu dan lolos play-off bukan be­r­arti kami sudah puas. Ma­sih ada evaluasi yang harus kami benahi, mengingat setiap ga­me melawan siapa pun sangat berarti buat saya. Seri ini juga akan kami jadikan sarana untuk mematangkan second unit jelang play-off nanti, namun bukan berarti saya akan menyimpan kekuatan. Kami harus meraih ke­me­nangan dan mengirim pesan kepada setiap lawan bahwa CLS era baru ini sangat sulit untuk dikalahkan,” kata Wah­yu Widayat Jati.

Pada seri ini juga akan dipertandingkan seri terakhir Wo­men’s Indonesian Basket­ball League (WIBL), yang diikuti oleh empat tim, yaitu Surabaya Fever, Merah Putih Predators Jakarta, Saha­bat Wisma Sehati Semarang, dan Tomang Sakti Merpati Bali. Surabaya Fever, juara tahun lalu, saat ini me­mun­caki klasemen dan berpeluang besar lolos ke babak grand final peringkat satu dan pe­ringkat dua WIBL maju ke grandfinal pada bulan Mei, ber­samaan dengan dilang­sungkannya play-off IBL.

“Pelatih kami terus me­ngi­ngatkan bahwa musuh terbesar adalah diri sendiri. Meski kami datang dengan pre­dikat juara bertahan, na­mun tidak ada jaminan mu­sim ini kami akan me­raih­nya dengan mudah. Hanya lewat latihan yang rutin dan kerja keraslah maka semua itu kelak akan tercapai,” ungkap Gabriel Sophia, center Su­rabaya Fever yang juga pe­main andalan tim nasional Indonesia pada SEA Games Singapura lalu.(h/dtc)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]