Wall Climbing Silo 10.000

Betti Nawafatus Juarai Lead Perorangan


Sabtu, 23 April 2016 - 04:24:12 WIB
Betti Nawafatus Juarai  Lead Perorangan Peserta putri Wall Climbing Silo 10.000 menerima hadiah. (HUMAS)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Betti Nawafatus Yoga Nita, pemanjat tebing asal Jawa Timur, yang tergabung dalam Team Makalu Out­ door, tampil menjuarai ka­tegori Lead Perorangan Putri, dalam Sawahlunto Wall Climbing Silo 10.000.

Betti unggul dengan se­lisih poin sangat tipis dari Khai­run­nisa, pemanjat tebing asal Jawa Barat, yang ber­gabung dalam Team Rock­nation, dengan raihan total nilai 33+. Sedangkan di posisi ketiga, ditempati Farina Handayani, pemanjat tebing asal Bangka Belitung, dengan catatan nilai 32+.

Untuk posisi keempat hingga delapan, secara uru­tan ditempati Nita Seprida dari FPTI Riau, Chelsy dari Bukittinggi, Siti Novia Ju­midar asal FPTI Riau, Adi­tya Putri Lestari dari Sector 30 Kukar, dan Ade Adriani yang juga dari FPTI Riau.

Tiga pemanjat tuan ru­mah Sawahlunto yakni, De­wi Sukma dan Mitra Kesu­ma dari FPTI Sawahlunto dan Fidri Widya Putri dari SCA Sawahlunto, belum mampu masuk ke babak final.

Sementara untuk Lead Perorangan Putra, juara pertama disabet Bayu Para­cella dari Sector 30 Kukar dengan nilai final 24+, disusul Ardile, pemanjat Kota Bukittinggi dengan nilai 23+, dan posisi ketiga ditempati Yosua Laskaman Z dari Rocknation.

Untuk jenis Speed Clas­sic Umum Putra, dijuarai Mustolih, peserta dengan nomor punggung 082 itu, berhasil mencatatkan total waktu 15 detik dan 71 se­cond. Mustolih dibayangi M. Syarul Rozi yang men­catatkan total waktu 16 detik dan 97 second.

Sementara posisi ketiga diperoleh Frengki Satria Putra, dengan catatan waktu 19 detik dan 01 second. Dengan selisih satu detik saja, Yosua Laskaman Z, harus puas di posisi keempat dengan total waktu 20 detik dan 14 second.

Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf usai me­nye­rah­kan hadiah terhadap para pemenang mengungkapkan, terima kasih kepada FPTI Pusat atas kepercayaannya menjadikan Sawahlunto sebagai tuan rumah iven yang tergolong unik ter­sebut.

“wall Climbing Silo 10.000 ini mempunyai k­e­uni­kan, karena dise­leng­garakan di lokasi Silo, yang mempunyai nilai historis tersendiri. Dimana Silo ini dulunya merupakan tempat penampungan batu bara sebelum diangkut ke Teluk Bayur dengan kereta api,” ungkap Ali Yusuf.(h/dil)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]