Pengurangan KJA Danau Maninjau

Harus Disediakan Lapangan Usaha Baru


Sabtu, 23 April 2016 - 04:31:52 WIB

Agam, Haluan — Salah satu solusi untuk mengembalikan keasrian Danau Maninjau melalui pengurangan KJA (Keramba Jaring Apung), adalah dengan secara bertahap membuka peluang usaha atau mata pencarian baru bagi masyarakat di salingka Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.

 Tanpa adanya upaya serius dalam membuka pe­luang serta menciptakan mata pencarian baru ma­syarakat salingka danau, sa­ngat sulit rasanya me­la­kukan pengurangan atau membabat keramba jaring apung di Maninjau, karena keramba sudah menjadi urat nadi mata pencarian mas­ya­rakat.

Selain itu juga harus di­lakukan peminimalan ma­suknya pakan ikan dalam jum­lah besar dari para pe­modal. Apabila pakan te­r­sebut masuk tanpa adanya pe­ngen­dalian, aktivitas ke­ram­ba jaring apung di Ma­ninjau akan terus seperti itu. Ber­dasarkan pendataan yang di­lau­kan baru-baru ini jumlah KJA maninjau lebih kurang 16 ribu, bakal di­ciutkan menjadi 6 ribu saja dalam jangka waktu lima tahun.

Pengamat Sosial dari Komite Masyarakat Agam, M st Marajo, Jumat (22/4) mengatakan, pengurangan keramba di Maninjau me­rupakan pekerjaan yang tidak mudah. Harus ada komitmen serta keinginan serius serta diiringi dengan strategi yang tepat. Ke­mu­dian sosialisasi harus di­ting­katkan sehingga masyarakat menjadi mengerti manfaat pengurangan keramba.

Menurutnya, yang men­jadi pekerjan paling berat itu adalah menyediakan sum­ber penghasilan bagi mas­yarakat yang hidup di sa­ling­ka Danau Maninjau yang bersumber bukan dari ke­ramba. Dengan adanya pe­­ngu­rangan keramba, pem­budidaya serta masyarakat yang terlibat dalam usaha tersebut katanya bakal di giring mendorong sektor pariwisata. Namun harus ada cara efektif sehingga masyarakat menjadi yakin.

“Yang menjadi tan­tangan utama pengurangan KJA di Maninjau adalah me­nyediakan mata pen­ca­rian masyarakat agar dapur mereka bisa terus mengepul. Bagaimana hal itu dila­kukan inilah pekerjan pe­merintah. Jangan ada ke­bi­jakan namun tanpa diiringi oleh solusi bagi ma­sy­a­ra­kat,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Peri­kanan Kabupaten Agam, Ermanto mengatakan, Pe­ngu­rangan KJA ini be­r­dasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang pengelolaan pelestarian kawasan Danau Maninjau. Beberapa waktu lalu juga diadakan pen­dataan ulang terhadap jum­lah keramba dengan hasil mencapai 16.964 petak.

Dikatakannya, selain itu, agar tidak terjadi pe­nam­bahan keramba pemerintah juga membuat surat edaran untuk moratorium pe­nam­bahan KJA di Danau Ma­ninjau. Surat edaran ter­sebut duberikan kepada Camat Tanjung Raya, wali nagari, jorong dan pem­budidaya keramba. (h/yat)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]