MUI Sawahlunto Tolak LGBT dan Syiah


Sabtu, 23 April 2016 - 04:34:16 WIB
MUI Sawahlunto Tolak LGBT dan Syiah Walikota Sawahlunto Ali Yusuf menerima Deklarasi Madinah dari Ketua MUI Sumbar H. Gusrizal Gazahar. (HUMAS)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Meski kepemimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sawahlunto berpindah tangan untuk lima tahun ke depan, MUI Sa­wahlunto tetap memegang komitmen, menolak Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) dan syiah.

Jika dalam periode sebe­lumnya 2010 – 2015 di­pimpin H. Zainal Arifin Dt. Rangkayo Tangah, untuk pe­riode 2015 – 2020 ama­nah pimpinan MUI Sa­wah­lunto disandang H. Dar­muis, man­tan Kepala Kan­tor Ke­men­terian Agama ‘Kota Arang’. “Program MUI Sa­wah­lunto tetap mem­berikan dorongan bagi pe­merintah untuk meningkatkan pem­ba­ngunan, khususnya di sek­tor keagamaan,” ujar Dar­muis kepada Haluan,  Jumat (22/4).

Bapak dua anak tersebut memastikan, MUI Sa­wah­lunto tetap memegang ko­mit­men untuk menolak LGBT, syiah dan perederan serta penggunaan narkoba. Ca­ranya, dengan mem­o­tivasi organisasi keagamaan, dan para ninik mamak se­bagai tokoh adat.

Secara hukum, lanjut pria kelahiran 19 September 1957 itu, baik LGBT, syiah dan narkoba telah inkrah, atau jelas halal dan ha­ram­nya. Sehingga, yang dibu­tuh­kan hanya penguatan dan mo­tivasi kepada warga. “Mo­t­ivasinya, agar tidak be­re­darnya LGBT, syiah dan narkoba di Sawahlunto. MUI memberikan ma­su­kan, bagaimana gambaran hidup ke depan. Apapun yang dikerjakan, jika ru­jukannya agama, pasti akan aman,” ujar suami Hj. Laili Sa’adah tersebut.

Dalam struktur ke­pe­ngu­rusan MUI Sawahlunto, Dewan Pertimbangan di­ama­nahkan pada Malik Jamil, H. Komaruddin, dan H. Zainal Arifin Dt. Rang­kayo Tangah. Darmuis di­dam­pingi Wakil Ketua, Ok­to­verisman, Adrimas, Zo­hirin Sayuti, dan Herman Nirwana.

Sedangkan posisi Se­kretaris diisi Yusmanto dan Zulfahmi, untuk posisi Ben­dahara dipercayakan pa­da Zainul Dt. Bandaro Putiah.

Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan pe­nyerahan deklarasi madinah olah Ketua MUI Sumbar H.Gusrizal Gazahar, Lc, MA kepada Walikota Sa­wahlunto. Kesimpulan de­klarasi itu MUI menolak LGBT, Syiah dan me­ngem­balikan imam dan peran masjid untuk pembinaan umat.

Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, usai menerima deklar­asi madinah me­ng­ungkapkan, seluruh la­pisan masyarakat, khu­susnya para tokoh agama, adat dan ma­sya­rakat harus ikut men­dorong terea­lisa­sinya de­klarasi madinah ter­se­but.

”Ini adalah tanggung jawab kita bersama, demi menciptakan generasi dan calon pemimpin bangsa Indonesia ke depan, yang lebih baik,” ujar Ali Yusuf. (h/dil)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]