Anggota DPRD Kepri Resmi Ditahan Polda


Sabtu, 23 April 2016 - 04:42:42 WIB

NATUNA, HALUAN —  Er­i­a­nto, anggota DPRD Pro­vinsi Kepri asal Natuna dikabarkan resmi ditahan Polda Kepri, terkait dugaan korupsi pada APBD 2012 lalu, saat ia menjabat sebagai bendahara LSM Badan Per­juangan Migas (BP Migas) Natuna. Ia ditahan setelah polisi berhasil menahan Ketua BP Migas Natuna, M. Nazir beberapa waktu lalu, atas dugaan yang sama.

Kapolres Natuna AKBP Amazona Pelamonia saat dikonfirmasi melalui tele­pon mengaku, belum me­nge­tahui pasti perihal pena­hanan pria yang kini men­jabat sebagai anggota DPR Provinsi Kepri itu, karena ia belum mendapatkan kon­fir­masi resmi dari Polda.

“Oh, itu saya belum ta­hu, saya belum dapat infor­masi resminya dari Polda. Coba nanti dicek dulu ya,” kata AKBP Amazon di ter­minal Bandara Ranai, mela­lui telepon, Jumat (22/4).

Di sebagian kalangan masyarakat Natuna, in­for­masi tersebut beredar luas baik di kalangan masyarakat biasa hingga pejabat. Me­reka bertanya-tanya perihal Erianto. “Betul, ya Erianto sudah ditahan Polda, cepat betul ya prosesnya,” kata Surya, salah seorang pe­muda Natuna.

Di Natuna, yang ber­sang­kutan akrab disapa Uj­a­ng Kecik, selain sebagai anggota DPRD Provinsi, Ujang Kecik juga masih aktif sebagai Ketua KNPI Kabupaten Natuna hingga saat ini.

Ia dikenal baik dan di­kenal sebagai pemuda yang rajin berorganisasi di Na­tuna, pengalaman orga­ni­sasi­nya itu dijadikan bekal awal untuk mencalonkan diri jadi anggota DPRD provinsi dan alhasil men­duduki kursi dewan tingkat Provinsi Kepri.

“Ujang Kecik masih jadi ketua KNPI sekarang, be­lu­m ada penggantian. Ren­cana­nya bulan Mei akan dilak­sana­kan musyarah pemilihan ketua KNPI, karena masa jabatan Ujang Kecik sudah habis,” kata Rahman

Salah seorang anggota Ujang Kecik di KNPI Kabu­paten Natuna mengatakan, selain aktif berorganisasi, ia juga terkenal gigih dalam berusaha. Ia melakoni usa­ha kontraktor sebagai jalan­nya mendapatkan rizki le­bih. Namun, selama ini tak ada orang mengira kalau Ujang Kecik tersangkut kasus korupsi.

“Kontraktor juga dia bro, cuma kan kita tak per­nah dengar dia begitu-begini selama jadi kontraktor atau­pun selama menjabat ketua KNPI ini, tapi tak tahu lah kita,” ungkap Rahman.

Kasubdit Tipikor Di­tres­krimsus Polda Kepri AKBP Arif Budiman me­nga­takan, Erianto se­belum­nya mangkir dari panggilan penyidik, men­jalani pe­me­rik­saan pada Kamis (21/4), terkait dugaan korupsi dana hibah APBD Kabupaten Natuna sebesar Rp3,2 miliar.

“Kemaren sudah kita periksa dan ditetapkan se­bagai tersangka dan lang­sung kita lakukan pena­ha­nan,” ujarnya, Jumat (22/4).

Pimpinan Partai Akan Temui Pengacara

Terpisah, Sekretaris DP­D Partai Demokrat Ke­pri, Husnizar Hood me­nya­ta­kan, pimpinan partai be­ren­cana akan menemui penga­cara Erianto, tersangka du­ga­an korupsi dana hibah APBD Kabupaten Natuna sebesar Rp3,2 miliar.

Huznizar mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi terkait hal tersebut. Namun, ia baru mengetahui hal tersebut melalui pesan singkat dan berbagai status di media sosial.

“Tadi malam saya baru dapat infonya melalui pesan singkat, dan semalam (Ka­mis malam-red) juga lang­sung saya laporkan per­ma­salahan yang menimpa ka­der Demokrat tersebut ke Ketua Demokrat Kepri, Apri Sudjadi,” ujar Wakil Ketua DPRD Kepri ini, Jumat (22/2).

Namun, lanjur Husnizar saat ini, Ketua Partai De­mo­krat Kepri yang juga Bupati Bintan, sedang me­lak­sana­kan pendidikan di Jakarta. Jadi nanti akan diproses. “Jika nanti yang ber­sang­kutan dinyatakan bersalah oleh penegak hukum. Maka, sanksinya akan dipecat lang­sung. Sebab, dalam pakta integritas semua kader De­mokrat telah berjanji untuk tidak melanggarnya,” jelas Husnizar. (h/hk)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 17 September 2015 - 19:32:03 WIB

    KPK Tahan Mantan Anggota DPRD Riau

    JAKARTA (HR) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan mantan anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ahmad Kirjuhari. Sebelumnya, Kirjuhari telah ditetapkan seba.

  • Jumat, 07 Agustus 2015 - 20:37:57 WIB

    Kasus Annas Maamun Seret Anggota Dewan

    PEKANBARU haluan — Penyidik Komisi Pem­berantasan Korupsi Dugaan terus memperdalam tentang dugaan janji-janji yang diberikan Gubri nonaktif, Annas Maamun, terhadap anggota DPRD Riau periode 2009-2014. P.

  • Rabu, 01 April 2015 - 19:49:34 WIB

    Mantan Anggota Dewan Diperiksa KPK

    DUGAAN SUAP APBD RIAU

    PEKANBARU, HALUAN — Penyidik Komisi Pembe­ran­tasan Korupsi kembali me­meriksa empat mantan ang­gota DPRD Riau periode 2009-2014, Rabu (1/4). Sama denga.

  • Jumat, 16 Januari 2015 - 20:15:02 WIB

    Lima Anggota DPRD Bengkalis Segera Jadi Tersangka

    SUSUL MANTAN KETUA

    PEKANBARU, HALUAN — Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau memastikan akan ada penam­bahan dalam kasus dugaan korupsi penyele­wengan dana ban.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]