TNKS Pemasok Air Bersih di Pessel


Sabtu, 23 April 2016 - 09:41:44 WIB
TNKS Pemasok Air Bersih di Pessel

PAINAN, HALUAN — Suplai air bersih melalui PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) ke masyarakat di Pessel baru sekitar 56 persen dari total jumlah Kepala Keluarga. Sementara sisanya, warga masih memanfaatkan sumber air dari sumur, mata air, sungai, program pemberdayaan dan lain lain. Air di pasok dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)

Wakil Bupati Pessel Rusma Yul Anwar Kamis (20/4) menyebutkan, pendistribusian air bersih melalui PDAM memang sering menemukan masalah dilapangan. Di antaranya adalah sumber air yang jaraknya jauh dari pemukiman serta adanya persoalan pemasangan pipa di sejumlah tempat.

Disebutkannya, debit air yang kecil dan berasal dari hulu sungai sangat berpengaruh terhadap jumlah warga yang dapat dilayani. Pada beberpa kawasan memang ditemukan sumber air yang debitnya terbilang kecil sementara masyarakat yang akan dilayani cukup banyak. Pada kawasan seperti ini biasanya, warga lebih banyak memanfaatkan air sumur. “Lain pula pada kawasan yang padat penduduk, biasanya pembangunan sarana air bersih terkendala dengan pemasangan pipa dan jaringan. Ada beberapa kawasan pembangunan jaringan air bersih gagal dilaksanakan akibat ada penolakan warga saat pemasangan pipa,” katanya menjelaskan.

Dikatakannya, Pemerintah Pesisir Selatan setiap tahun selalu meningkatkan jumlah pelanggan PDAM dengan membangun sarana air bersih. Peningkatan itu memang tidak bisa berlangsung cepat akaibat terbatasnya dana untuk pembangunan.”Meskipun demikian dari tahun ke tahun selalu terjadi peningkatan jumlah warga yang mendapat pelayanan air bersih PDAM. Terjadi peningkatan sekitar 4 sampai lima persen setahun,” katanya.

Selanjutnya Kepala Seksi TNKS Wilayah III Pessel Surajiman menyebutkan, pasokan air untuk masyarakat pada empat belas kecamatan di daerah itu berasal dari Tanaman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Diakuinya, TNKS terus mengalami pengrusakan. Perlu upaya serius untuk menghentikan pembalakan agar ketersediaan air terus terjaga.

Menurutnya, kecamatan yang tergantung pada pasokan air dari TNKS adalah Bayang Utara, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Pancung Soal, Air Pura, Renah IV Hulu Tapan, Basa IV Balai, Lunang dan Silaut.

Dikatakannya, hanya satu kecamatan yang tidak tergantung pada air TNKS yakni Koto XI Tarusan. “Kini kondisi sejumlah hulu sungai di TNKS dalam kondisi tidak baik akibat pembabatan, misalnya hulu Batang Kambang, hulu Batang Amping Parak dan Hulu Surantiah,” katanya.

Tahun lalu hingga saat ini menurutnya TNKS bersama TNI telah melakukan rehabilitasi pada sejumlah hulu dan hutan gundul. Misalnya di hulu Amping Parak, hulu Batang Kambang dan Surantiah. Luas lahan yang telah direhabilitasi sekitar 800 hektare.

Ia menyebutkan, untuk menyelamatakan sumber air bersih di daerah ini, warga yang bermukim di dekat TNKS diminta untuk tidak mengganggu hutan. Tugas menjaga hutan tidak hanya pengelola TNKS tapi juga perlu kepedulian masyarakat.

Dikatakannya, jika hutan TNKS tidak lestari maka dipastikan kondisi sungai tempat mengalirnya bahan baku air bersih akan memburuk. Kadang bisa mengering, namun bila musim penghujan sungai meluap dengan kualitas air buruk dan berlumpur.(h/har)

 

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]