Nagari Padang Laweh Panen Perdana Sorgum


Sabtu, 23 April 2016 - 09:46:58 WIB
Nagari Padang Laweh Panen Perdana Sorgum Walinagari Rusdi Antoni dan perangkat Nagari Padang Laweh, Kamis kermari panen perdana demplot sorgum. Ini terobosan BUMNag Padang Laweh Mandiri yang akan dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani.

 

SIJUNJUNG, HALUAN —Peme­rintahan dan masyarakat Nagari Padang Laweh,   Kecamatan Koto VII, Sijunjung, menggulirkan tero­bosan baru dalam upaya  mengem­bangkan  potensi nagari untuk peningkatan kesejahteraan masya­ra­kat dengan pengembangan tana­man sorgum.

Hasil tanaman demplot sorgum dipanen untuk pertamakalinya, Ka­mis kemarin. “Walau baru sebagai  demplot, Alhamdulilah panen perda­na sorgum ini  hasilnya  rancak,”  jelas Walinagari  Padang Laweh,  Rusdi Antoni kepada haluan, tadi  malam.

Panen perdana sorgum pe­ngem­bangan BUMNag Padang Laweh ini   digulirkan dalam bentuk demplot percontohan  seba­gai media  pembelajaran lapangan  bagi para perangkat nagari dan  para  petani. “Hasil demplot hari ini kita analisa lagi bersama-bersama,  setelah itu baru  kita kembangkan secara menyeluruh kepada petani kita. Karena prospek sorgum  ini cukup bagus,” ujar Rusdi  Antoni.

Di Sumatra Barat,   tanaman Sor­gum memang belum  sepopler padi, jagung dan gandum . Tapi di Jawa dan Indonesia bagin timur, sorgum sudah gencar dikembangkan.

Sorgum yang belum banyak dikenal di Sumbar ini ini rupanya menawarkan sejumlah kelebihan dibandingkan tanaman biji-bijian (serelia) lainnya.

Sorgum cocok ditanam di tem­pat yang kering maupun berair, tahan terhadap hama daripada tanaman sejenisnya. Musuh tana­man Sorgum hanya burung yang suka memakan biji tanaman.

Dari segi gizi, sorgum mengan­dung karbohidrat, protein, kalsium dan zat lain yang bermanfaat. Karena mengandung karbhiodrat, sorgum bisa dijadikan bioethanol yang bisa digunakan sebagai bahan bakar. Sorgum sudah ada di In­doensia sejak tahun 1925.

Daunnya menjadi sumber pa­kan ternak, tangkai daunnya bisa dijadikan kerajinan tangan dan sapu.  Batangnya adalah lumbung bioetanol dan bahan pembuat kertas. Batang yang masih muda bisa dibuat sirup, karena rasanya manis. Caranya, kupas kulit batang yang masih muda dan diambil bagian dalamnya.Akar sorgum digunakan sebagai jamu. Berdasar pengalaman empiris, akar sorgum dapat memperlancar peredaran darah. Akar cukup diseduh, lalu airnya diminum.

Potensi terbesar sorgum ada di bagian biji. Berdasarkan penelitian UGM dan rilis Depkes, kandungan gizinya sangat mumpuni. Nilai proteinnya 11 g per 100 g, jauh lebih oke ketimbang beras dan jagung yang hanya 6,8 g dan 8,

Begitu juga dengan kalsium dan karbohidratnya, masing-masing mencapai 28 mg dan 73 g per 100g. Selain itu, diketahui sorgum juga kaya serat dan mengandung gluten rendah.

Biji sorgum dapat dibuat tepung sebagai bahan dasar pembuatan penganan. Bahkan setelah dikupas kulitnya, biji sorgum dapat lang­sung ditanak layaknya beras dan dikonsumsi.

Sorgum juga bisa dijadikan produk lain yakni kerajinan tangan. Di antaranya hiasan pensil dan kotak perhiasan. Tangkai sorgum bisa jadi bahan bakunya. (h/dn/*)

 

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]