Jelang Ramadan, Harga Gula Mulai Merangkak Naik


Sabtu, 23 April 2016 - 11:42:20 WIB

PADANG, HALUAN — Dua bulan menjelang bulan pua­sa, harga gula pasir dan gula tradisional lainnya mulai merangkak naik. Kenaikan harga gula ini, juga diiringi oleh penurunan jumlah per­mintaan pasokan.

Dari pantauan Haluan di sejumlah titik, salah satunya di Pasar Raya Padang, se­jum­lah pedagang mulai was-was dan antisipasi untuk membeli dan menambah jumlah pasokan gula karena dari sejumlah informasi yang mereka terima akan ada kenaikan harga satu minggu jelang bulan puasa nanti.

Seorang pedagang sem­bako Ronal (43 tahun) mengatakan, terjadi pening­katan harga sejak satu ming­gu lalu. Kalau sebelumnya, harga gula pasir kuning 1 kg Rp13.000 per kilogram, dan gula pasir putih 1 kg Rp 12.000 namun saat ini ter­jadi kenaikan Rp1.000 per kg baik untuk gula pasir kuning maupun putih.

Ia juga mengeluhkan kenaikan harga gula pasir ini, karena dengan kenaikan ini jumlah pasokan dari pelanggannya juga ber­ku­rang. Kalau biasanya rumah makan membeli gula 5 ka­rung dalam satu bulan, na­mun sejak harga naik ini berkurang menjadi 3 karung gula. “Ya gimana lagi, me­mang berkurang pembelian kami. kami pun membeli di agennya memang naik, dan agen itu mengaku memang harga gula naik karena k­urang­nya produksi gula,” ungkapnya, Rabu (20/4).

Hal berbeda justru di­sebut­kan oleh Jupri (51 tahun) salah seorang pe­dagang sembako di kawasan Impres Pasar Raya, untuk mensiasati harga gula agar pelanggan tetap bisa mem­beli dengan jumlah yang sama ia mencampurkan gula pasir kuning dengan gula pasir putih yang harganya lebih murah. “Hanya itu cara agar bisa tetap jualan, dan memenuhi permintaan pelanggan. Kalau tidak di­akali tentunya akan turun jumlah pasokan pelanggan, yang otomatis modal kami akan terbenam,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, se­benar­nya tidak ada per­beda­an antara gula kuning dan gula putih kalau dari segi rasa, namun yang berbeda hanya ukuran dan warna dari gula tersebut. namun untuk permintaan jauh ber­b­eda, gula kuning lebih diminati oleh para pembeli dan pedagang makanan atau rumah makan.

Hal yang sama juga di­kelu­­hkan oleh sejumlah pedagang sembako yang ada di Pasar Pagi Ulak Karang, malah tidak sedikit dari pedagang yang melakukan oplosan antara gula kuning dan gula putih agar harga­nya bisa sedikit ditekan. Salah satunya yang di­sam­pai­kan oleh Saf (63 tahun), alasannya mencampur gula tersebut agar jumlah pa­so­kan stabil, dan pelanggan tidak mengeluh.

“Sebelumnya, saya sam­paikan pada pembeli kalau harga naik tapi setelah itu penjualan kami berkurang makanya saya akali saja de­ngan begitu. Lagipula men­campur gula kan tidak ada efek sampingnya. Un­tuk harganya memang me­nga­lami kenaikan Rp1.000 per kilo, namun tetap saja pem­beli mengeluh,” ujarnya.

Salah seorang pemilik usaha makanan olahan Umi (46 tahun) mengatakan, kenaikan harga gula ini cukup berpengaruh pada modal. Kalau biasanya ia menggunakan gula pasir berwarna kuning, sekarang ia beralih menggunakan gula pasir warna putih ka­rena harganya lebih murah.

“Walaupun bedanya ha­nya Rp1.000 namun kalau kita belinya banyak lumayan juga terhematkan, lagipula rasanya sama kok. Hanya saja gula kuning lebih manis dari gula putih,” ujarnya. (h/rin)

 

 

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]