PSDA Sumbar Belum Peduli

Masyarakat Bisati Normalisasi Secara Manual


Senin, 25 April 2016 - 03:27:40 WIB
Masyarakat Bisati Normalisasi Secara Manual Gotong royong menormalisasi Sungai Batang Mangoi yang mengancam Surau Kaum Jambak, Pasie Laweh, Korong Bisati dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Bastian Desa Putra (pakai baju oranye) bersama Kepala Korong, tokoh masyarakat serta pemuda Korong Bisati, Minggu (24/4). (BUSTANUL ARIFIN)

PADANG PARIAMAN, HALUAN — Meski menggunakan alat manual untuk menormalisasikan Sungai Batang Mangoi yang mengancam Surau Kaum Jambak Pasia Laweh, Korong Bisati, Kenagarian Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, akan tetapi pemuda dan tokoh masyarakat beserta Kepala Korong Bisati sangat bersemangat melakukan goro tersebut, Minggu (24/4) kemarin.

Goro inidi hadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Bastian Desa Putra. Kepada Haluan saat melakukan gotong ro­yong Bastian menyebutkan, normalisasi Sungai Batang Mangoi ini harus dilakukan, karena sudah mengancam surau serta lahan masya­rakat dan rumah penduduk seki­tar. “Jadi, saya sangat apre­siasi masyarakat Korong Bisati ini mau bergotong royong untuk menor­ma­lisasikan sungai yang telah mengancam surau, apalagi masyarakat melakukan nor­malisasi itu hanya meng­gunakan tenaga manusia secara manual,” katanya.

Seharusnya kata Bastian Desa Putra, normalisasi yang dilakukan masyarakat itu harus menggunakan alat berat. Untuk itu pintanya, kepada Pemerintah Kabu­paten Padang Pariaman agar bisa memberikan bantuan alat berat untuk menor­malisasi sungai ini, kalau dikerjakan secara manual kapan selesasinya. “Seka­rang ini air sungai sering banjir, tentu apa yang diker­jakan masyarakat akan sia-sia saja, dan masyarakat sudah melayangkan surat ke Bupati Padang Pariaman untuk meminjam alat berat. Saya secara pribadi dan kelembagaan akan berusaha untuk meminta bantuan alat berat guna menormalisasi sungai yang mengancam surau ini,” tegas Bastian.

Dan lagi katanya, untuk menormalisasi sungai ada­lah gawe PSDA Propinsi Sumatera Barat, akan tetapi selama ini hanya sungai yang dekat muara saja yang dinormalisasi, seharusnya sungai yang berada ditengah dan dihulu harus juga dila­ku­kan normalisasi, karena dipertengahan ini sangat banyak sungai yang mengan­cam lahan pertanian, rumah penduduk serta surau yang terjadi seperti di Pasie La­weh, Korong Bisati ini. “Untuk itu, saya selaku masyarakat sangat meng­harapkan ada normalisasi terhadap sungai yang me­ngan­cam Surau Jambak ini, dengan seperti sekarang ini masyarakat agak takut untuk mengikuti kegiatan keaga­ma­an yang dilaksanakan disurau pada malam hari,” harap Bastian Desa Putra.

Sementara itu, tokoh masyarakat Korong Bisati, Akhiruddin juga sangat meng­harapkan adanya per­hatian pemerintah dalam memberikan bantuan alat berat. Permintaan bantuan ini kepada pemerintah juga telah dimasukan suratnya, termasuk ke PSDA Pro­pinsi Sumatera Barat. “Se­ka­rang masyarakat me­la­kukan normalisasi hanya mengunakan alat manual saja, dengan membuat pan­cang dari batang kelapa yang dipancangkan ditengah air,” ujarnya.

Semua ini katanya, dila­kukan dengan swadaya ma­syarakat, kayu pohon kelapa sumbangan masyarakat, yang menggunakan biaya hanya untuk membeli mi­nyak mesin pengolah kayu saja. “Kegiatan gotong ro­yong ini dilakukan dengan swadaya masyarakat, karena masyarakat Bisati yang bera­da di kampung dan diperan­tauan sudah ada mem­beri­kan sumbangan berbentuk uang dan kayu pohon kela­pa. Dan gotong royong juga disediakan makanan oleh kaum ibu yang dimasak secara bersama di surau ini,” ulas Akhiruddin.

Sebelumnya, Kepala Ko­rong Bisati, Azwar Anas mengatakan, memang su­ngai sudah mendekati Surau Kaum Jambak ini sudah terjadi beberapa waktu, ka­re­na air sungai sering me­luap dan sedikit demi se­dikit tebing terus dikikis oleh arus sungai. “Dan seka­rang jarak surau dengan tebing sungai hanya sekitar 20 centi meter, kalau sungai ini banjir besar satu kali lagi dan berkemungkinan surau ini akan hanyut bersama air,” terangnya.

Jadi katanya, masyarakat sa­ngat mengharapkan ban­tu­an dari pemerintah kabu­pa­ten ini maupun propinsi, un­tuk melakukan nor­ma­li­sasi sungai ini, kalau di­biar­kan begitu saja surau akan masuk kedalam sungai. “Un­tuk sementara, kami ber­sama masyarakat mela­ku­kan go­tong royong secara ma­nual untuk menor­ma­li­sa­si sungai, semua biaya dila­ku­kan se­cara swadaya ma­sya­rakat. Sampai saat ini ma­syarakat sudah menge­laur­kan biaya sekitar Rp 5 ju­ta. Untuk itu, saya sangat meng­harapkan bantuan pe­me­­rintah untuk menye­la­mat­kan surau yang telah dekat dengan sungai,” harap Azwar Anas. (h/bus)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]