Persaingan Bank Kian Ketat

KUR Buat Laba Sebagian PT BPR Anjlok


Senin, 25 April 2016 - 03:28:42 WIB

LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Persaingan bank saat ini semakin ketat, berdampak serius terhadap perkebangan bank kecil seperti PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Buktinya, banyak na­sabah yang telah mapan semula memperoleh kredit dari PT BPR akhirnya pin­dah ke bank lain yang me­ngu­curkan kredit KUR de­ngan bunga ringan, sehingga pendapatan sejumlah PT BPR otomatis menurut.

Pada PT BPR Labuh Gunung saja dampak pe­ngaruh penyaluran KUR cukup signifikan. Ditambah lagi dengan menurunnya daya beli masyarakat de­ngan anjloknya harga bebe­rapa komoditi ekspor. “Se­dikitnya puluhan nasabah PT BPR Labuah Gunung, melunasi kredit mereka sebesar Rp4 miliar untuk pindah ke Bank lain yang menyalurkan KUR,” ung­kap Dirut PT BPR Labuh Gunung, AA.Dt.Bagindo Malano di kantor Haluan jalan Sukarno - Hatta, Sabtu (23/4).

Hal lain, turunnya harga komoditi andalan masya­rakat seperti karet, gambir dan sawit besar juga penga­ruhnya terhadap PT BPR. Pasalnya, pedagang keliling nasabah BPR yang menjual berbagai kebutuhan ke pe­mu­kiman penduduk ber­peng­hasilan komoditi per­ke­bunan itu. “Otomatis pen­dapatan mereka menurun akibat daya beli masyarakat yang rendah,” ulasnya.

Harapannya, harus ada pemikiran pemerintah un­tuk meningkatkan harga komoditi ekspor tersebut. “Jika perlu mengintervensi harga komoditi andalan rakyat itu, agar harganya meningkat, terlebih lagi harga karet. Beberapa tahun lalu harga karet sempat mencapai Rp11 ribu per kg, sekarang antara Rp4 ribu hingga Rp5 ribu per kgnya, salah satu penyebab ren­dahnya daya beli sebagian masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, per­sa­ingan bank yang semakin ketat itu ditenggarai tidak sekelas antara Bank Umum Pemerintah dengan PT.­BPR. Dicontohkannya da­lam olahraga tinju saja per­tandingan sekelas, kelas berat bertanding sesama kelas berat, kelas ringan lawannya juga klas ringan. “Tapi persaingan PT BPR dengan Bank Umum Pe­merintah ibarat petinju ke­las berat melawan petinju kelas ringan,” ulasnya.

Gencarnya penyaluran KUR dan anjloknya daya beli sebagian masyarakat di Kabupaten Limapuluh Ko­ta, khususnya dan Sumbar pada umumnya, berimbas snigti­vikan terhadap per­kembangan laba PT.BPR, buktinya laba bersih yang diraih PT BPR Labuh Gu­nung tahun 2014 mencapai Rp329.826.000, turun men­jadi Rp173.050.000 tahun 2015.

Karena itu ia juga ber­harap, agar penyaluran Pe­ngu­curan Kredit Usaha Rak­yat (KUR) jangan seke­dar mencapai target semata. Harus selektif dan KUR bisa dimanfaatkan bagi ma­sya­rakat yang benar benar berusaha, sehingga upaya pemerintah dalam men­sejahterakan masyarakat tercapai. “Kita tak ingin terjadi pada kredit Bimas pada masa lalu yang banyak terjadi tunggakkan,” ujar­nya.

Sebelumnya Dirut PT.­BPR Guguk Mas Makmur, Yuhendri Afrizon dan Dirut PT BPR Taeh Baruh, Putra Edison secara terpisah me­nga­kui gencarnya peny­a­luran KUR akhir akhir ini, berimbas signivikan ter­hadap PT BPR. “Akibatnya, banyak nasabah mapan yang semula menjadi nasabah PT BPR akhirnya berpindah ke KUR,” jelas keduanya saat itu. Namun Yuhendri Afri­zon mengulas, walau nasa­bahnya ada yang berpindah, tapi keuntungan yang diraih PT BPR yang dipimpinnya tahun ini tidak menurun. (h/zkf)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]