Dominan Guru dan Bidan

Sudah 30 ASN Ajukan Perceraian


Senin, 25 April 2016 - 03:43:00 WIB

PADANG, HALUAN — Per­ceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Padang lebih didominasi guru dan bidan. Hal ini terjadi ka­rena berbagai faktor. Salah satunya karena ingin hidup lebih layak.

“Proses cerai ASN kan ha­rus ada rekomendasi dari Wal­i­kota, dan yang mengajukan permohonan umumnya dari kalangan guru dan bidan,” ungkap Kepala Badan Ke­pega­waian Daerah (BKD) Kota Padang, Asnel, usai menjadi narasumber bimbingan teknis di salah satu hotel berbintang, kemarin.

Asnel mengatakan, jumlah ASN di Kota Padang relatif cukup banyak. Sebanyak 14 ribu pegawai tercatat di Pemerintah Kota Padang. Namun jumlah ASN dari tenaga guru dan bidan memang lebih banyak, mencapai 8 ribu.

“Saat ini yang mengajukan permohonan cerai sudah 30 orang,” terangnya.

Berbagai ala­san pengajuan ce­rai yang diung­kap­kan ASN Kota Pa­dang. Salah satu­nya yakni ingin hi­dup lebih layak.

“Ada pengaruh kepada pening­ka­tan ekonomi dan mengubah situasi kehidupan nam­pak­nya,” ujar As­nel.

Asnel me­nye­but kebanyakan gu­ru dan bidan min­ta cerai dise­babkan karena pasangan mere­ka tidak mampu menandingi penghasilan pasangannya. Sisi lain, mereka ingin mengangkat taraf hidup lebih baik karena semakin tingginya tekanan ekonomi.

“Ketimpangan penghasilan inilah yang akhirnya membuat mereka memilih jalan cerai,” terang Asnel.

Namun begitu, Pemko Pa­dang tak serta merta mengi­zinkan perceraian terjadi. Pem­ko Padang justru terlebih da­hulu memediasi ASN tersebut.

“Kami memberikan tau­syiah kepada ASN yang me­ngajukan cerai. Sete­lah ditausyiah umum­nya banyak yang ingin berbaikan lagi, namun tak jarang yang kembali meng­ajukan cerai setelah itu,” cecar Asnel.

Sementara itu, ter­pisah, Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo menyebut bahwa angka per­ce­raian di Kota Padang cukup tinggi. Ini me­ng­indikasikan har­mo­nisasi di ru­mah­tangga perlu pengu­atan. Sebab, dalam ru­mah­tangga dibutuhkan kerjasa­ma yang baik antara istri, suami dan anak-anak.

“Sendiri-sendiri tak akan mungkin berhasil, keberhasilan diraih bila bersama,” kata Mah­yeldi dalam suatu kesempatan.

Diterangkan Mahyeldi, kun­ci keberhasilan dalam ru­mahtangga bukanlah materi. Akan tetapi berhasilnya ru­mahtangga ditandai dengan cara menyelesaikan suatu ma­sa­lah. “Kuncinya komunikasi yang baik dan efektif,” tutur Walikota.

Ketua TP PKK Kota Pa­dang, Ny Harneli Mahyeldi mengatakan, agar tidak terjadi permasalahan dalam rumah­tangga, peran istri sangat ditun­tut untuk optimal. Meski be­kerja atau menjadi seorang wanita karier, akan tetapi isteri tidak mesti mengabaikan pe­ran­nya sebagai ibu bagi anak­nya.

“Tidak adanya perhatian dari istri kepada suami dan anak menjadi pemicu terjadinya keke­rasan dalam rumahtangga dan perceraian,” ungkapnya.(h/ows)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]