Soal Tan Malaka

Masinton: Kepahlawanannya Harus Diakui Utuh


Senin, 25 April 2016 - 03:46:07 WIB

LIMAPULUHKOTA, HALUAN — Dialog Kebangsaan yang digelar oleh Tan Malaka Institute bertemakan Tan Malaka, Islam dan Gerakan Mencapai Indonesia Merdeka pada Sabtu (23/4) lalu, cukup mendapatkan per­hatian khusus dari sejarawan, tokoh perge­rakan hingga mahasiswa di Limapuluh Kota.

Dialog yang dilakukan di halaman rumah kelahiran Ibrahim Dt Tan Malaka, Nagari Pandam Gadang atau sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Paya­kum­buh itu berjalan sangat sa­kral. Pasalnya, dalam dialog tersebut ternyata baru perta­ma kalinya dinyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Ini baru pertama kali dikumandangkan lagu Indo­nesia Raya di rumah Tan Malaka,”terang Kharul Apit Walinagari Pandam Gadang dan diaminkan oleh seluruh peserta dialog. Dalam me­nge­nang revolusioner Tan Malaka itu, turut hadir Prof. DR. Zulhasril Nasir, MSc sekligus Guru Besar Uni­versitas Indonesia.

Kemudian, Masinton Pasaribu Anggota DPR RI, Khatibul Umam Anggota DPR-RI serta Ben Tanur salah seorang pendiri Tan Ma­laka Institute, Wakil Bu­pati Limapuluh Kota Fer­izal Ridwan, Walikota Pa­yakumbuh Suwandel Much­tar, Ketua DPRD Pa­ya­kumbuh Yb Parmato Alam serta puluhan penga­gun Tan Malaka dari ber­bagai nu­santara dan masya­rakat Sum­­bar lainnya.

Dalam dialog tersebut, Zulhasril Nasir mengung­kapkan, salut dengan perjua­ngan Tan Malaka. Tan Mala­ka merupakan sosok yang disegani oleh negara asing. Tak hanya di Indonesi. Teta­pi, Guru Besar UI tersebut menilai,  kondisi yang telah diperjuangkan Tan Malaka sangat bertolak belakang dengan kondisi saat ini.

“Tan Malaka sudah ber­su­sah payah untuk mem­pertahankan, bagaimana kekayaan Indonesia tidak dirampok oleh negara asing. Tetapi kondisi saat ini mala­han Indonesia masih terus dikuasai oleh asing. Ini yang tidak sesuai dengan yang cita-citakan Tan Malaka,” terangnya.

Zulhasril Nasir ber­ha­rap kepada generasi muda serta seluruh masyarakat Indonesia, untuk terus ber­semangat dalam melan­jutkan cita-cita Tan Malaka untuk menuju kemerdekaan yang sesungguhnya. “In­do­nesia tidak lagi dijajah oleh asing. Ini yang dicita-citakan Tan Malaka. Tidak seperti saat ini mala­han negara kita masih terus dikuasai oleh negara asing,” terangnya.

Sementara Masinton Pa­­sa­ribu, anggota DPR RI tersebut terus mendorong pemerintah untuk benar-benar  mengakui kepah­la­wanan Tan Malaka terhadap jalannya Kemerdekaan In­do­nesia. “Tan Malaka harus dinyatakan sebagai pah­lawan Indonesia. Mem­be­rikan segala hak-hak ke­pah­lawanannya,”ungkap Ma­sin­ton Pasaribu.

Begitupun dengan yang di­katakan Khatibul Umam anggota komisi VIII DPR-RI. Menurutnya dalam per­jalanan perjuangannya, Tan Ma­laka sangatlah dekat de­ngan tokoh-tokoh islam In­do­nesia.  (h/ddg)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]