4 ABK Selamat dari Abu Sayyaf Dipulangkan


Senin, 25 April 2016 - 03:50:05 WIB
4 ABK Selamat dari Abu Sayyaf Dipulangkan Royke Frans Montolalu (tengah) berpelukan dengan istri dan ibunya saat tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (24/4). Royke adalah salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) TB Henry yang berhasil melarikan diri saat dibajak oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf di perairan perbatasan Malaysia-Filipina pada Jumat (15/4) lalu. (ANTARA)

JAKARTA, HALUAN —Empat Anak Buah Kapal (ABK) Tug­boat Henry yang selamat dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf, Minggu (24/4) siang dipulangkan ke rumah mereka masing-masing.

Tiga ABK yakni Sembara Oktafian yang posisinya sebagai Second Enginer, Leondard Bas­tian yang menjabat third enginer, dan Rohadi sebagai juru mudi diterbangkan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Mereka diterbangkan dari Banda Udara Juwata Kota Tara­kan provinsi Kalimantan Utara pada Minggu pagi (24/4/2016 dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 12.40 WIB.

Sementara satu ABK berna­ma Royke Fransy Montolalu yang menjadi juru kemudi dipu­lang­kan ke Manado Sulawesi Uta­ra meng­gunakan pesawat Garuda Indo­nesia pada Minggu sore.

Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menga­takan jumlah ABK Tugboat Hen­ry itu sebenarnya adalah 5 orang. Mereka sudah tiba di Tarakan Kalimantan Timur sejak Jumat (22/4/2016) pekan lalu. Namun karena satu orang ABK atas nama Lambas Simanungkalit sakit sehingga masih dirawat di Tawau dan belum dipulangkan ke ru­mahnya.

“Mereka sudah tiba Jumat di Tarakan. Sementara yang satu orang yang sakit masih di Tawau,” kata Retno saat dikonfirmasi Minggu (24/4/2016).

Kapal tunda (tugboat) Henry yang menarik tongkang Christy dari Cebu Filipina menuju Tara­kan dibajak saat melakukan per­ja­lanan melewati perairan Filipina-Malaysia pada 15 April 2016 lalu. Sebanyak 10 ABK yang berada di dalam kapal ini, 4 orang ditahan, 5 orang selamat, dan 1 luka akibat ditembak yaitu Lambas.

Satu dari lima ABK yang selamat dari penyanderaan yakni Yohanis Serang membeberkan kisah awal mula dia bi­sa disan­dera di Filipina. Yohanis meru­pakan ABK kapal tunda Hendry. Saat datang, dia disambut kera­maian keluarga dan tetangganya. Yohanis pun merasakan amat bahagia bisa lolos dari penyan­deraan kelompok Abu Sayyaf.

Dia menjelaskan, penyan­deraan terjadi pada 12 April 2016 lalu, sekitar pukul 18:30 WITA. Tiba-tiba, dia melihat sebuah speedboat mendatangi kapalnya. Sontak, dia berteriak ada Abu Sayyaf.

Namun temannya tidak ada yang percaya, hingga mereka dikumpulkan. Ada sekitar 5 orang bersenjata laras panjang dan menggunakan bahasa mela­yu. Mereka menyuruh semua awak turun dari kapal Hendry.

Usai peristiwa ini, Yohanis mengaku trauma dan kapok berlayar lagi ke perairan Filipina. “Kemungkinan jika kembali bekerja mencari perusahaan yang beroperasi di Indonesia saja,” ungkap Yohanis di rumahnya, Sabtu (23/4).

Kini, setelah lima warga negara Indonesia ini bebas, ma­sih ada 10 awak kapal tunda Brahma 12, yang masih berada dalam sekapan milisi Abu Say­yaf. (dtc/viva)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]