Jembatan Ambruk, Wabup Turun ke Lokasi


Senin, 25 April 2016 - 03:55:09 WIB
Jembatan Ambruk, Wabup Turun ke Lokasi WABUP H. Amrizal Dt. Rajo Medan ketika melakukan peninjauan ke lokasi Jembatan Sungai Buluh yang ambruk akibat air sungai itu besar dan menghantam jembatan yang sudah berumur 12 tahun lebih. (MARYADI)

DHARMASRAYA, HA­LUAN —Ambruknya jembatan Sungai Buluh Sitiung V Aur Jaya, pada Sabtu (23/4) sore, Wakil Bupati (Wabup) Dharmasraya, H.Amrizal Dt.Rajo Medan, langsung turun ke lokasi kejadian, Minggu (24/4) pagi.

“Saya sudah mendapat laporan malam kejadian, tetapi karena hujan sangat lebat, maka paginya saya langsung turun melihat kon­disi yang sebenarnya,” ung­kap Wabup Amrizal, ke­pada Haluan di lokasi ke­jadian, Minggu (24/4).

Dikatakannya, pemkab sudah memberikan respon dan sudah perintahkan Di­nas PU untuk melakukan perbaikan darurat, karena kalau dipaksakan kondisi saat ini untuk dilewati oleh masyarakat, maka akan ber­bahaya bagi pengguna jalan. “Jangan sampai jatuh pula korban karena memaksakan lewat,” imbuhnya.

Untuk pembangu­nan­nya, ia akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas PU, BPBD yang sudah turun bersamanya ke lokasi keja­dian. Karena hal itu termasuk bencana apakah dapat dilakukan pembangunan dengan dana ben­cana atau bagaimana.”Besok (hari ini-red), kita akan bicara­kan masalah pembangunan jem­batan ambruk tersebut dengan instansi terkait,”ucap kader Partai Hanura itu.

Memang katanya, jembatan itu tidak begitu besar, tetapi jembatan tersebut sangat vital untuk perhu­bungan masyarakat Sitiung V yang diperkirakan sekitar 500 kepala keluarga (KK) itu. Apalagi kata­nya, warga Si­tiung V pada umum­nya bertani atau berkebun, yang hasil kebun­nya tidak akan dapat dibawa keluar dari Sitiung V apabila jembatan tersebut tidak di­perbaiki.

Namun ia mengingatkan agar masyarakat harus mengerti untuk melaksnakan pembangunan ha­rus melalui mekanisme yang ada de­ngan tidak melanggar aturan atau rambu rambu yang sudah ada, agar tidak ada korban nantinya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas PU, Ir.Junedy Yunus, menjelaskan, untuk perbaikan jembatan akan dibicarakan terla­bih dahulu, karena ambruknya jembatan yang sudah berumur 12 tahun lebih itu karena bencana alam, dan diharapkan pemba­ngu­nannya dapat dilaksanakan dengan dana bencana alam.

Kalau tidak tentu akan di­anggarkan tahun berikutnya atau pada anggaran perubahan, hal itu tergantung pimpinan dan DPRD, untuk penganggaran, kalau ang­ga­ran sudah ada maka dilakukan pengerjaannya. “Kalau dana sudah ada, maka akan dilakukan pengerjaannya,”tukuk Junedy yang disebut-sebut akan pindah ke Kabupaten Bungo itu.

Salah seorang tokoh masyara­kat setempat, Sumo yang ditanya Haluan seputar ambruknya jem­batan mengatakan, siapapun mas­yarakatnya pasti akan minta kepa­da pemerintah agar pemba­ngunan dilaksnakan secepatnya, apalagi jembatan tersebut berada di jalan poros yang meng­hu­bungkan mas­yarakat Sitiung V atau Aur Jaya untuk beraktivitas sehari hari.

Minimal katanya, Pemkab Dharmasraya dapat mem­perbaiki jembatan untuk dilewati mobil roda empat agar dapat membawa hasil perkebunan petani, kalau tidak maka petani akan menga­lami kerugian. Apalagi petani kelapa Sawit, apabila tidak dipa­nen dan dibawa ke pabrik dalam dua hari, maka petani akan me­ngalami kerugian karena pabrik tidak akan menerima buah busuk.

Ia mengakui, jembatan terse­but sudah dibangun sejak lama sebelum Dharmasraya lahir, artinya umur jembatan memang sudah lebih dari 12 tahun, maka sudah selayaknya untuk diba­ngun yang baru.”Kita harapkan pembangunan jembatan harus yang baru,”katanya.(h/mdi)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]