Kepala SMA 3 Padang Bantah Mandi Bareng

Malam Keakraban Picu Polemik


Senin, 25 April 2016 - 03:58:40 WIB

Pesta perpisahan siswa III SMA 3 Padang yang disebut malam keakraban itu berubah jadi polemik. Peristiwa ini jadi pelajaran penting untuk berkegiatan di kemudian hari.

PADANG, HALUAN — Jagad media sosial (medsos) di Sumbar dikejutkan dengan peredaran foto-foto malam keakraban siswa kelas III SMA 3 Padang, Sabtu (23/4) malam di facebook dan berita mediaonline, baik lokal mau­pun nasional. Polemik mun­cul kala tingkah polah peserta malam keakraban bertajuk Last Night itu tampak bersa­ma di kolam Hotel Bumi Minang, tempat gelaran acara tersebut.

Sejumlah mediaonline dan komen di facebook menyebutkan para siswa yang tak lama lagi akan jadi alumni itu mandi bareng di kolam. Namun, Ramadansyah, kepala SMA yang tergolong ung­gulan di Padang itu mem­ban­tahnya. Ia menyebut, anak-anak­nya tercebur ke kolam kare­na ulah usil dari sejumlah rekannya.

Acara ini, terpantau oleh seorang anggota Pol PP Padang, Amrizal Rengganis dan meng­abadikannya. Ia mengaku  meli­hat sendiri apa yang dilakukan oleh para pelajar yang merayakan suksesnya Ujian Nasional (UN) yang baru digelar beberapa waktu yang lalu.

Amrizal yang sehari-hari merupakan Kepala Seksi Penye­lidikan dan Penyidikan (Kasi Lidik) Pol PP Padang  ini menilai apa yang dilakukan peserta ma­lam keakraban itu tak sejalan dengan norma yang ada di Mi­nangkabau.

"Saya melihat sendiri pesta pada Sabtu (23/4) malam terse­but. Sepertinya bebas sekali. Kebetulan saya dihubungi seseo­rang tentang acara tersebut. Saya lihat memang janggal dan kemu­dian saya koordinasikan dengan Wakil Wali Kota Emzalmi.  Be­liau memerintahkan saya untuk membubarkan, dan saya bu­barkan acara itu pukul 21.15 WIB," ucap pria yang kerap dipanggil Abak ini menceritakan runut pembubaran tersebut.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Padang Firdaus Ilyas mem­bantah bahwa pihaknya dalam hal ini Satpol PP Kota Padang yang membubarkan acara ter­sebut. "Aca­ra tersebut bubar setelah kepala sekolah dari SMA N 3 Padang mengetahui kejadian tersebut. Jadi bukan pihak kami," katanya.

Hanya saja, hingga berita ini diturunkan, belum ada ketera­ngan resmi dari pihak terkait tentang kronologis kegiatan ini, baik dari Pol PP Padang, Pemko Padang maupun pihak SMA 3 Padang.

Sementara itu ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Mi­nang­kabau (LKAAM), Sayuti Dt. Rajo Pangulu mengaku kaget adanya pelaksanaan swimming party yang dilakukan oleh para siswa SMA Negeri 3 Padang yang baru saja selesai melaksanakan Ujian Na­sional di kolam bere­nang hotel Bumi Minang, Sabtu (23/4) malam.

"Saya baru dapat informasi ini. Jadi saya tidak bisa banyak berkomentar perihal kelakuan siswa-siswa SMA Negeri 3 Pa­dang ini di kolam berenang Hotel Bumi Minang tadi malam. Ha­nya saja ini jelas tidak melam­bangkan budaya Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah," kata Sayuti kepada Haluan saat dihubungi melalui telepon.

Dijelaskannya, jika benar tindakan mereka di luar norma adat sebagai rang minang, apa yang telah dilakukan oleh para anak muda ini telah menja­mur­nya virus budaya barat yang sangat dengan prilaku liar, se­hingga aturan dan pondasi budaya Minangkabau yang seharusnya mereka pegang teguh menjadi terabaikan.

"Mereka telah menjadi kor­ban budaya barat. Terpengaruh dengan hidup glamour dan liar. Harusnya mereka menyadari sebagai generasi penerus urang awak yang harus berpegang teguh kepada aturan dan filosofi Mi­nangkabau yang dekat dengan agama islam. Bukan menelan mentah-mentah budaya luar," katanya lagi.

Ia juga menyayangkan lemah­nya peran ninik mamak dan orang tua dalam keluarga saat ini, sehingga anak-anak menjadi lepas kendali. Padahal dua kom­ponen utama dalam keluarga di Minangkabau ini yang menjadi pondasi prilaku anak dan ke­menakan nantinya.

"Ninik mamak dan orang tua adalah contoh untuk anak dan kemenakan. Jika mereka lemah dalam mengayomi maupun me­ng­arahkan anak dan kemenakan, ini lah akibatnya. Generasi muda kita menjadi liar dan tidak ber­pikir kritis dalam memahami budaya asing," katanya lagi.

Sementara, Kepala SMA 3 Padang, Ramadansyah langsung meminta penjelasan dari para siswa SMA 3 yang hadir pada acara malam keakraban 'Last Night', Sabtu (23/4). Selain itu, sejumlah orangtua siswa yang turut mendampingi anaknya pada kegiatan tersebut, juga mem­berikan kesaksiannya.

"Dari penjelasan siswa, tidak benar ada mandi bareng dan berpeluk-pelukkan. Yang benar adalah, kegembiraan yang me­muncak menyebabkan salah seorang siswa perempuan ter­peleset dan jatuh ke kolam. Siswa yang laki-laki berusaha mem­bantunya sambil meraih ta­ngannya," terang Ramadansyah.

Dikatakan, acara itu digelar siswa Kelas XII yang baru saja selesai UN atas prakarsa mereka bersama. Mereka bergembira sambil memilih kepenguruan Ikasmantri Angkatan 2016. Ka­rena itu, dalam acara tersebut tidak ada seorang pun guru yang mendampinginya. Meski demi­kian, sejumlah orangtua siswa perempuan ikut mendampingi anak-anaknya hingga acara usai.

Salah seorang orangtua siswa yang datang ke sekolah mem­berikan kesaksiannya, Maihasni menyebutkan, anak perem­puan­nya minta ditemani untuk meng­hadiri acara para siswa kelas akhir itu ke hotel. Dia duduk  paling belakang dekat lokasi acara di pinggir kolam.

Maihasni mengikuti sejak awal acara hingga usai. Acara itu berupa silaturahmi antara siswa yang hendak berpisah selepas SMA. Pada acara itu, juga diberi­kan bermacam penghargaan un­tuk para siswa dengan kategori 'terajin, termalas' dan lainnya.

"Saya ikuti sampai selesai dari sore hingga malam. Tidak ada yang berpelukkan dan mandi bareng. Tetapi ada siswa perem­puan yang terjatuh ke kolam dan pakaiannya kuyup. Siswa laki-laki berupaya menolongnya," jelas Maihasni.

Sementara itu dalam per­nyataan yang ditandatangani para siswa Kelas XII SMA 3 Padang, ada 9 butir pernyataan. Dise­butkan, acara malam keakraaban itu tidak ada tujuan untuk mela­kukan perbuatan menyimpang. Mereka sangat menyadari bahwa mereka punya masa depan dan tak mungkin untuk tercemar.

Tak Berimbang

Pengurus Besar Ikasmantri sangat menyesalkan pemberitaan kegiatan siswa SMA 3 Padang yang hanya sepihak dan disiarkan di media sosial itu. Apalagi berita tersebut disiarkan oleh aparat Satpol PP Kota Padang. Mesti­nya, sebuah berita layak siar tentu harus ada konfirmasi dan klarif­ikasi dari pihak bersangkutan.

Selain itu, berita yang dinilai keliru tersebut, dipastikan bakal mencoreng nama baik institusi pendidikan dan juga Kota Padang secara keseluruhan. 

"Kita prihatin karena berita itu tidak benar seperti yang di­siarkan. Tetapi sudah terlanjur beredar di media sosial tanpa klarifikasi lebih dulu dari pihak terkait," kata Ketua Harian PB Ikasmantri, Yuliarman yang juga anggota DPRD Sumbar ini.

Belakangan, foto-foto yang beredar di facebook tampak dari beberapa sudut foto. Ada yang foto horizontal dan ada yang vertikal. Namun, keseluruhan foto yang beredar di dunia maya itu, tak satupun memiliki kualitas gambar yang baik. Hanya saja, di beberapa foto, memang tampak terpampang, ada beberapa orang yang berada di kolam renang. Tak jelas apakah itu perempuan atau laki-laki.(h/mg-ang/mg-adl/vie)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]