Kendarai Sepeda Motor

Siswa SD Tewas Tabrakan


Senin, 25 April 2016 - 16:04:09 WIB

PADANG, HALUAN — Pe­ristiwa ini hendaknya jadi pelajaran bagi orang tua untuk berpikir ulang me­nyi­lahkan anaknya yang masih di bawah umur bersepeda motor. Jika masih abai, nasib tragis bisa terjadi seperti yang dialami Rehan (11). Siswa kelas VI SD ini tewas setelah sepeda motor yang ditungganginya, berta­brakan dengan bus AKDP Padang-Painan di Simpang Jondul Rawang Mata Air, Padang Selatan, Sabtu (23/4) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kapolresta Padang mela­lui Kasat Lantas Kompol Ha­midi mengatakan terkait pe­ristiwa ini, pihaknya ma­sih melakukan penye­lidi­kan. Hanya saja, mantan Kasat Lantas Polres Paya­kumbuh ini berharap keja­dian ini bisa menjadi pela­jaran untuk seluruh orang tua agar awas terhadap anak­nya yang masih di bawah umur. “Ingat, saat kita me­nye­rahkan kunci sepeda mo­tor ke anak, artinya si anak sudah ada di ambang ancaman kecelakaan. Mere­ka masih labil karena usia memang belum saatnya ber­kendara,” kata Hamidi me­ngingatkan.

Terkait peristiwa ini, informasi yang dikum­pul­kan Haluan di lapangan, salah seorang saksi mata, Roni Putra Mulia menga­takan saat itu korban yang mengendarai Honda  jenis Revo BA 2536 FM mem­boncengi adiknya Ikbal (9). Mereka melaju dari arah Te­luk Bayur menuju Pa­dang.

Jelang TKP, korban Re­han, coba menyalip satu ken­daraan yang ada di de­pan mereka. Sayang, per­hi­tungan mereka tak tepat. Di saat bersamaan muncul bus HPS yang baru jalan dari Pool-nya melaju ke arah teluk bayur.

Sontak, korban seketika kaget dan tidak bisa mengendalikan motor yang dikenderainya dan langsung bertabrakan dengan bus yang datang dari arah ber­lawanan itu. Akibatnya, mo­tor korban ringsek ke bawah bodi depan mobil.

“Melihat kejadian terse­but semua warga berkum­pul di lokasi kecelakaan. Namun tidak ada yang lang­sung memberikan perto­lo­ngan. Karena tak ada yang merespon, saya langsung mengangkat kedua korban dan membawa segera ke rumah sakit dengan meng­gunakan angkot jurusan teluk bayur. Tanpa pikir panjang kami langsung ke Rumah Sakit M Djamil,” ungkapnya.

Ketika tim  Haluan melihat kondisi korban, ternyata keduanya menga­lami luka serius bagian kepala. Rehan yang me­ngen­darai motor meninggal dunia dalam perjalanan ke ru­mah sakit. Sementara Ik­bal sampai sekarang ma­sih di rawat RSUP M Jamil Pa­dang. Sekira pukul 23.30 pi­hak keluarga sudah mem­ba­wa jenazah Rehan ke ru­mah duka di daerah Koto Ka­ciak Mata Air tepatnya di de­pan SD 22 Mata Air Pa­dang.

Kedua korban ini ada­lah anak dari pasangan Bapak Hendra dan Ibu Yeni. Hen­dra Ayah dari korban me­nga­takan, kedua anaknya ini memiliki prilaku yang baik dan tidak pernah mem­bantah pembicaraan orang tua­nya. Rehan anak yang per­tamanya tipikal anak yang pendiam, tapi entah ke­napa pada hari Sabtu terse­but ketika ia baru pulang kerja Rehan langsung minta izin padanya untuk mem­bawa motor.

“Padahal saya sudah me­la­rang dan tidak mem­per­bolehkan Rehan mem­bawa motor tersebut, na­mun ia bersikeras bahkan mem­bantah perkataan sa­ya. Se­saat rehan mengambil motor adiknya Ikbal minta ikut pergi dengan abangnya. Akhir­nya saya mem­perbo­lehkan saja tanpa berfikiran yang buruk-buruk,” akunya sambil menangis.

Dengan kejadian ini mem­­­buat orang tua korban dan pihak keluarga merasa terpukul dan sangat kehi­langan. (h/mg-ina/mg-adl)

 

 

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]